Javascript must be enabled to continue!
Studi Pola Gerusan di Hilir Bendung Alale Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo
View through CrossRef
Bendung Alale dibangun untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi (DI) Lomaya Alale Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo yang perlu drehabilitasi. Supaya proses rehabilitasi bendung tepat dan optimal maka diperlukan uji model fisik. Salah satu parameter yang diuji di model adalah gerusan lokal. Gerusan lokal dapat disebabkan oleh loncatan hidrolik dan kehilangan energi apabila dasar saluran berupa granular. Untuk meminimalkan gerusan biasanya menggunakan kolam olak, rip-rap, endsill atau kombinasi dari itu. Penambahan lantai blok beton di hilir kolam olak juga dapat digunakan untuk meminimalkan gerusan akibat peredaman energi yang bertahap. Pada studi ini, penelitian gerusan di hilir Bendung Alale tanpa menggunakan lantai blok beton akan dibandingkan dengan gerusan di hilir bendung dengan menggunakan lantai blok beton yang dilaksanakan di Laboratorium Hidrolika Terapan. Selain itu, kedalaman gerusan juga dihitung menggunakan 3 (tiga) metode empiris yang kemudian dibandingkan dengan hasil pengamatan. Hasil percobaan menunjukkan gerusan berkurang dengan penambahan lantai blok beton di hilir kolam olak dengan gerusan terdalam semula pada elevasi +22,80 menjadi +25,10. Sedangkan metode empiris yang memiliki hasil mendekati dengan hasil pengamatan adalah Metode Vendijh dengan KR sebesar 37,64% dan Metode USBR dengan KR sebesar 42,27%.
Brawijaya University
Title: Studi Pola Gerusan di Hilir Bendung Alale Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo
Description:
Bendung Alale dibangun untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi (DI) Lomaya Alale Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo yang perlu drehabilitasi.
Supaya proses rehabilitasi bendung tepat dan optimal maka diperlukan uji model fisik.
Salah satu parameter yang diuji di model adalah gerusan lokal.
Gerusan lokal dapat disebabkan oleh loncatan hidrolik dan kehilangan energi apabila dasar saluran berupa granular.
Untuk meminimalkan gerusan biasanya menggunakan kolam olak, rip-rap, endsill atau kombinasi dari itu.
Penambahan lantai blok beton di hilir kolam olak juga dapat digunakan untuk meminimalkan gerusan akibat peredaman energi yang bertahap.
Pada studi ini, penelitian gerusan di hilir Bendung Alale tanpa menggunakan lantai blok beton akan dibandingkan dengan gerusan di hilir bendung dengan menggunakan lantai blok beton yang dilaksanakan di Laboratorium Hidrolika Terapan.
Selain itu, kedalaman gerusan juga dihitung menggunakan 3 (tiga) metode empiris yang kemudian dibandingkan dengan hasil pengamatan.
Hasil percobaan menunjukkan gerusan berkurang dengan penambahan lantai blok beton di hilir kolam olak dengan gerusan terdalam semula pada elevasi +22,80 menjadi +25,10.
Sedangkan metode empiris yang memiliki hasil mendekati dengan hasil pengamatan adalah Metode Vendijh dengan KR sebesar 37,64% dan Metode USBR dengan KR sebesar 42,27%.
Related Results
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Objective: To determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population idiopathic determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Efektivitas Pelayanan Publik Pada Rumah Sakit Aloe Saboe Provinsi Gorontalo
Analisis Efektivitas Pelayanan Publik Pada Rumah Sakit Aloe Saboe Provinsi Gorontalo
This study aims to determine: (1) the impact of leadership on the effectiveness of health care at the Hospital Aloe Saboe in Gorontalo; (2) the effect of motivation on the effectiv...
Poster 107: The Use of Coacervate Sustained Release System to Identify the Most Potent BMP for Bone Regeneration
Poster 107: The Use of Coacervate Sustained Release System to Identify the Most Potent BMP for Bone Regeneration
Objectives:
Bone morphogenetic proteins (BMPs) belong to the transforming growth factor superfamily that were first discovered by Marshall Urist. There are 14 B...
PERMASALAHAN SUMBER DAYA AIR DALAM PENGELOLAAN TERPADU DAERAH IRIGASI DERAS II KABUPATEN MUSI RAWAS
PERMASALAHAN SUMBER DAYA AIR DALAM PENGELOLAAN TERPADU DAERAH IRIGASI DERAS II KABUPATEN MUSI RAWAS
Daerah Irigasi Deras II merupakan irigasi teknis dan masuk ke dalam wilayah sungai Air Lakitan yang pengelolaannya merupakan kewenangan Kabupaten Musi Rawas. Daerah irigasi ini mem...
STRATEGI PENGUATAN INFRASTRUKTUR DAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI UNTUK MENDORONG INVESTASI DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
STRATEGI PENGUATAN INFRASTRUKTUR DAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI UNTUK MENDORONG INVESTASI DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
The economic growth of Indragiri Hilir Regency in 2024 was recorded at 3.10%, while the regional investment growth in 2024 reached 6.79%, showing an improvement compared to -0.56% ...
IMPLEMENTASI PROGRAM AKSI KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
IMPLEMENTASI PROGRAM AKSI KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
The goal of this study is to describe and analyze the synergy model between the Central Government and the Kabupaten Indragiri Hilir Government that is effective in creating food s...
STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH BERBASIS POTENSI SEKTOR UNGGULAN KABUPATEN BONE BOLANGO
STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH BERBASIS POTENSI SEKTOR UNGGULAN KABUPATEN BONE BOLANGO
This study aims to identify potential sectors and leading sectors of Bone Bolango Regency and identify changes in the base sector which will be prioritized as leading sectors that ...

