Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS DEFLEKSI JEMBATAN CABLE STAYED MENGGUNAKAN SOFTWARE ALLPLAN BRIDGE (ALUE BULOH BRIDGE)
View through CrossRef
Jembatan Alue Buloh merupakan jenis jembatan rangka baja jenis warren truss dengan panjang 180 meter yang menghubungkan Desa Latong dan Desa Alue Buloh. Dalam perencanaan ulang ini, jenis jembatan diubah menjadi jembatan cable stayed tipe kipas angin karena dapat meminimalisir efek gerusan yang terjadi pada aliran sungai. Perencanaan jembatan diawali dengan pengumpulan data primer berupa data jembatan eksisting dan data sekunder berupa data tanah, spektrum respon, data gerusan dan data sungai, kemudian data tersebut menjadi acuan perencanaan jembatan ini. Tahap selanjutnya adalah pemodelan jembatan menggunakan software jembatan allplan. Hasil pemodelan jembatan dianalisis untuk stabilitas pilar, defleksi menara/tiang, momen pamungkas, defleksi gelagar kotak. Acuan regulasi dari rencana ini antara lain SNI 1725-2016, SNI 2833-2016, (PPPJJR) 1987 dan Surat Edaran Menteri PUPR 2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jembatan Teruji Kabel. Dari hasil perencanaan menggunakan jembatan allplan 2021, total panjang jembatan adalah 350 meter dengan sistem cable stayed bridge tipe kipas angin. Bentuk trapesium girder kotak sel tunggal dengan ketinggian 2,5 meter. Ketinggian menara/tiang adalah 59 meter. Bentuk abutment yang digunakan adalah tipe T terbalik dengan tinggi 9,03 meter dan lebar 7 meter.
Universitas Teuku Umar
Title: ANALISIS DEFLEKSI JEMBATAN CABLE STAYED MENGGUNAKAN SOFTWARE ALLPLAN BRIDGE (ALUE BULOH BRIDGE)
Description:
Jembatan Alue Buloh merupakan jenis jembatan rangka baja jenis warren truss dengan panjang 180 meter yang menghubungkan Desa Latong dan Desa Alue Buloh.
Dalam perencanaan ulang ini, jenis jembatan diubah menjadi jembatan cable stayed tipe kipas angin karena dapat meminimalisir efek gerusan yang terjadi pada aliran sungai.
Perencanaan jembatan diawali dengan pengumpulan data primer berupa data jembatan eksisting dan data sekunder berupa data tanah, spektrum respon, data gerusan dan data sungai, kemudian data tersebut menjadi acuan perencanaan jembatan ini.
Tahap selanjutnya adalah pemodelan jembatan menggunakan software jembatan allplan.
Hasil pemodelan jembatan dianalisis untuk stabilitas pilar, defleksi menara/tiang, momen pamungkas, defleksi gelagar kotak.
Acuan regulasi dari rencana ini antara lain SNI 1725-2016, SNI 2833-2016, (PPPJJR) 1987 dan Surat Edaran Menteri PUPR 2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jembatan Teruji Kabel.
Dari hasil perencanaan menggunakan jembatan allplan 2021, total panjang jembatan adalah 350 meter dengan sistem cable stayed bridge tipe kipas angin.
Bentuk trapesium girder kotak sel tunggal dengan ketinggian 2,5 meter.
Ketinggian menara/tiang adalah 59 meter.
Bentuk abutment yang digunakan adalah tipe T terbalik dengan tinggi 9,03 meter dan lebar 7 meter.
Related Results
ANALISIS HUBUNGAN PUTARAN KATUP DENGAN KONSTANTA PEGAS DENGAN MENGGUNAKAN PEREDAMAN
ANALISIS HUBUNGAN PUTARAN KATUP DENGAN KONSTANTA PEGAS DENGAN MENGGUNAKAN PEREDAMAN
Salah satu masalah dari suatu mesin adalah getaran yang di hasilkan oleh mesin itu sendiri. Getaraan sangat berpengaruh terhadap struktur dan kontruksi mesin. Salah satu persoalan ...
Performance Assessment of Repair and Reinforcement of Concrete Cable-Stayed Bridges in Service Based on Time-Dependent Reliability under Environmental Sustainability Development
Performance Assessment of Repair and Reinforcement of Concrete Cable-Stayed Bridges in Service Based on Time-Dependent Reliability under Environmental Sustainability Development
The reliability of concrete cable-stayed bridge structure is time variant. This is due to strength deterioration and time-variant mechanical and environmental loadings. Demands for...
SEISMIC VULNERABILITY ANALYSIS OF CABLE-STAYED BRIDGE DURING ROTATION CONSTRUCTION
SEISMIC VULNERABILITY ANALYSIS OF CABLE-STAYED BRIDGE DURING ROTATION CONSTRUCTION
Due to the swivel construction, the structural redundancy of cable-stayed bridge is reduced, and its seismic vulnerability is significantly higher than that of non-swirli...
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
Jembatan merupakan sarana transportasi yang penting bagi kehidupan karena dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya yang dipisah oleh sungai, jurang, laut atau halangan...
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Jembatan Biru menghubungkan Ruas Jalan Bandongan – Salamkanci. Lokasi Jembatan Biru berada pada tikungan tajam sehingga membahayakan pengguna jalan. Apabila terdapat kendaraan berm...
RAPID SEISMIC SCREENING PADA JEMBATAN DI KABUPATEN PATI MENGGUNAKAN METODE FILIATRAULT
RAPID SEISMIC SCREENING PADA JEMBATAN DI KABUPATEN PATI MENGGUNAKAN METODE FILIATRAULT
Abstract
Indonesia is a country that has a very high level of vulnerability to earthquakes. However, it is very rare for bridges in rural areas or in sub-districts to...
Mechanical Analysis of Stayed Bridge
Mechanical Analysis of Stayed Bridge
Cable stayed bridge, also known as the cable-stayed bridge is of box girder with many cable directly to the
towers is a kind of bridge, is by the pressure of the tower, tension of ...
Long-Term Monitoring of Cable Tension Force in Cable-stayed Bridges using the Vibration Method. The Case Study of Binh Bridge, Vietnam
Long-Term Monitoring of Cable Tension Force in Cable-stayed Bridges using the Vibration Method. The Case Study of Binh Bridge, Vietnam
The tension force of a cable is an important parameter used to ensure the stable and safe working of cable-stayed bridges. This parameter needs to be strictly controlled throughout...

