Javascript must be enabled to continue!
Tarian Tebe dalam Perspektif Teologi Publik: Makna Teologis Solidaritas dan Penerimaan terhadap Liyan
View through CrossRef
Tarian Tebe, sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Belu, tidak hanya merepresentasikan ekspresi estetika seni, tetapi juga memuat dimensi sosial dan spiritual yang kaya. Lingkaran dalam tarian Tebe melambangkan persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas yang menciptakan ruang perjumpaan antara individu dan komunitas, termasuk relasi dengan liyan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna teologis tarian Tebe dalam perspektif teologi publik serta relevansinya bagi praksis iman Kristen di ruang sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode refleksi teologis-konseptual yang memadukan analisis budaya dan kerangka teologi publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tarian Tebe dapat dipahami sebagai simbol praksis iman yang menghidupi nilai-nilai Injili seperti solidaritas, inklusivitas, dan keterbukaan terhadap keberbedaan dalam konteks masyarakat majemuk. Tarian ini menghadirkan wajah teologi publik yang dialogis dan berakar pada budaya lokal, di mana iman tidak hanya diekspresikan dalam ruang liturgis, tetapi juga diwujudkan dalam relasi sosial yang konkret. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada pengayaan diskursus teologi publik kontekstual melalui pembacaan teologis terhadap praktik budaya lokal sebagai medium pewartaan dan perwujudan iman yang hidup dan relevan bagi masyarakat.
Institusi Aditya Wacana Pusat Pengkajian Agama dan Kebudayaan
Title: Tarian Tebe dalam Perspektif Teologi Publik: Makna Teologis Solidaritas dan Penerimaan terhadap Liyan
Description:
Tarian Tebe, sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Belu, tidak hanya merepresentasikan ekspresi estetika seni, tetapi juga memuat dimensi sosial dan spiritual yang kaya.
Lingkaran dalam tarian Tebe melambangkan persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas yang menciptakan ruang perjumpaan antara individu dan komunitas, termasuk relasi dengan liyan.
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna teologis tarian Tebe dalam perspektif teologi publik serta relevansinya bagi praksis iman Kristen di ruang sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode refleksi teologis-konseptual yang memadukan analisis budaya dan kerangka teologi publik.
Hasil kajian menunjukkan bahwa tarian Tebe dapat dipahami sebagai simbol praksis iman yang menghidupi nilai-nilai Injili seperti solidaritas, inklusivitas, dan keterbukaan terhadap keberbedaan dalam konteks masyarakat majemuk.
Tarian ini menghadirkan wajah teologi publik yang dialogis dan berakar pada budaya lokal, di mana iman tidak hanya diekspresikan dalam ruang liturgis, tetapi juga diwujudkan dalam relasi sosial yang konkret.
Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada pengayaan diskursus teologi publik kontekstual melalui pembacaan teologis terhadap praktik budaya lokal sebagai medium pewartaan dan perwujudan iman yang hidup dan relevan bagi masyarakat.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Tinjauan Teologis tentang Tarian dan Manfaatnya bagi Pertumbuhan Rohani
Tinjauan Teologis tentang Tarian dan Manfaatnya bagi Pertumbuhan Rohani
Dance is strongly connected to life, freedom, salvation, restoration and victory over the enemies. The Bible uses the word dance for the first time in the verse when Miriam took he...
TARIAN SAJOMOANE
TARIAN SAJOMOANE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna simbolik dan nili-nilai yang terkandung didalam tarian sajomoane.Untuk menganalisis data dalam penelitian ini me...
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
pendahuluan Kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan isu yang paling menemuka dalam pengelolaan administrasi publik saat ini. Prasetyantoko (2008) mengatakan bahwa untu...
Liyan Menurut Santo Vinsensius
Liyan Menurut Santo Vinsensius
Perspektif seseorang terhadap liyan sebagian besar dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan orang tersebut. Begitu juga Santo Vinsensius yang merupakan sal...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...

