Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Liyan Menurut Santo Vinsensius

View through CrossRef
Perspektif seseorang terhadap liyan sebagian besar dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan orang tersebut. Begitu juga Santo Vinsensius yang merupakan salah satu orang kudus Katolik yang memiliki perspektif tersendiri terhadap sosok liyan. Pengalaman Vinsensius terhadap liyan sangat terpengaruh dari pengalamannya saat peristiwa di Folleville dan Chatillon-le-Dombes yang akhirnya merubah Vinsensius menjadi seorang pelayan yang penuh kasih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat liyan dalam perspektif Vinsensius dan dalam perkembangannya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan kumulatif. Hasilnya menunjukan bahwa bagi Vinsensius, liyan adalah mereka yang miskin, menderita dimana Santo Vinsensius dapat melihat wajah Kristus sendiri di dalam diri mereka. Pada perkembangannya, pada zaman modern ini liyan dalam perspektif Vinsensius adalah mereka yang telah terhimpit oleh ketidakadilan, peperangan serta yang mereka yang tidak diperlakukan sesuai dengan martabatnya. Nilai-nilai Vinsensius masih relevan untuk membangun dunia yang lebih adil dan sejahterah melalui melayani liyan dengan penuh kasih dan solideritas.  
Title: Liyan Menurut Santo Vinsensius
Description:
Perspektif seseorang terhadap liyan sebagian besar dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan orang tersebut.
Begitu juga Santo Vinsensius yang merupakan salah satu orang kudus Katolik yang memiliki perspektif tersendiri terhadap sosok liyan.
Pengalaman Vinsensius terhadap liyan sangat terpengaruh dari pengalamannya saat peristiwa di Folleville dan Chatillon-le-Dombes yang akhirnya merubah Vinsensius menjadi seorang pelayan yang penuh kasih.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat liyan dalam perspektif Vinsensius dan dalam perkembangannya.
Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan kumulatif.
Hasilnya menunjukan bahwa bagi Vinsensius, liyan adalah mereka yang miskin, menderita dimana Santo Vinsensius dapat melihat wajah Kristus sendiri di dalam diri mereka.
Pada perkembangannya, pada zaman modern ini liyan dalam perspektif Vinsensius adalah mereka yang telah terhimpit oleh ketidakadilan, peperangan serta yang mereka yang tidak diperlakukan sesuai dengan martabatnya.
Nilai-nilai Vinsensius masih relevan untuk membangun dunia yang lebih adil dan sejahterah melalui melayani liyan dengan penuh kasih dan solideritas.
 .

Related Results

Liyan sebagai Wajah Kemiskinan: Telaah Pemikiran Armada Riyanto tentang Subjek Marginal
Liyan sebagai Wajah Kemiskinan: Telaah Pemikiran Armada Riyanto tentang Subjek Marginal
Fokus penelitian ini pada penggalian konsep liyan sebagai wajah kemiskinan menurut pemikiran Armada Riyanto. KBBI mendefinisikan kemiskinan sebagai situasi masyarakat yang tidak be...
Wajah Liyan dalam Tradisi Sedekah Laut di Pesisir Pantai Utara – Rembang Tinjauan Relasionalitas Armada Riyanto
Wajah Liyan dalam Tradisi Sedekah Laut di Pesisir Pantai Utara – Rembang Tinjauan Relasionalitas Armada Riyanto
Tradisi Sedekah Laut merupakan tradisi yang telah lama dilakukan terus-menerus dan diturunkan dari generasi ke generasi. Tradisi Sedekah Laut merupkan tradisi yang dilakukan oleh w...
RELASI MASYARAKAT MARGINAL SEBAGAI LIYAN DALAM KONFLIK AGRARIA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF LIYAN SEBAGAI ORANG KETIGA ARMADA RIYANTO
RELASI MASYARAKAT MARGINAL SEBAGAI LIYAN DALAM KONFLIK AGRARIA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF LIYAN SEBAGAI ORANG KETIGA ARMADA RIYANTO
This article aims to identify patterns of relations between marginalized communities (indigenous communities, farmers, etc.) and the state (government, regulations, officials) in a...
Lingkungan Sebagai “Sang Liyan”
Lingkungan Sebagai “Sang Liyan”
Abstract: The current environmental crisis is a global problem that needs to be considered by various parties, including the church. As imago Dei man should take care of and preser...
Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen
Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen
The author of the book “Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen”, Armada Riyanto, CM, has the great effort to philosophize his main thought about “R...
Menghidupi Belas Kasih dalam Semangat Vinsensian berdasarkan Pengalaman Vinsensius Menjadi Pastor di Chatillon les Dombes
Menghidupi Belas Kasih dalam Semangat Vinsensian berdasarkan Pengalaman Vinsensius Menjadi Pastor di Chatillon les Dombes
Belas kasih akan tetap mandul bila tumbuhnya ke dalam diri sendiri. Di samping itu, bila belas kasih terfokus pada diri sendiri berakibat kurang sehat dan kelihatan kurang maksimal...
Konsep “ALO” Dayak Kenyah dalam Perspektif Liyan menurut Sartre
Konsep “ALO” Dayak Kenyah dalam Perspektif Liyan menurut Sartre
Masyarakat Dayak Kenyah memandang orang asing dengan sebutan “Alo”. Konsep “Alo” secara khusus mereka memandang untuk orang asing yang tidak berasal dari suku mereka adalah “Alo”. ...

Back to Top