Javascript must be enabled to continue!
Tinjauan Teologis tentang Tarian dan Manfaatnya bagi Pertumbuhan Rohani
View through CrossRef
Dance is strongly connected to life, freedom, salvation, restoration and victory over the enemies. The Bible uses the word dance for the first time in the verse when Miriam took her tambourine and led the Israelites in a victorious dance after they had been set free from the Egyptians, who chased them into the red sea. God gave them salvation, victory, deliverance, and life. Miriam’s dance was a respond and expression of victory over the enemies (Ex. 15:20). Dance or body movement is a language of communication equal to words, music, or other expressed art. For this reason, when a dance is communicating the word of God, for certain people or in certain situations then it could be called a prophetic dance. To be a dancer is a great calling. A calling to bring back what has been taken from heaven, a calling to love God more and more, a calling to make a new covenant between men and God. Prophetic dance is a way to serve God through dance. In this way a dancer is not an artist who chooses to be served rather than to serve. But the principle is when one is appointed to be a leader, the more is his responsibility to serve his brethrens. Every movement is a body language to communicate the messages. Within the context of dance, every movement should carry a message in a way that people would understand the meaning when they see the dance.
Abstrak
Tarian mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kehidupan, kebebasan, keselamatan, pemulihan, dan kemenangan atas musuh-musuh. Alkitab menyebutkan kata tarian yang pertama di ayat tentang Miryam. Ketika dia mengambil tambourinenya dan memimpin orang Israel dalam sebuah tarian kemengangan setelah mereka dibebaskan dari orang-orang Mesir yang mengejar mereka di Laut Merah. Tuhan memberikan keselamatan, kemenangan, kebebasan, dan kehidupan. Tarian Miryam adalah respon dan ekspresi kemenangan atas musuh-musuh (Kel.15:20). Tarian atau gerakan tubuh adalah sebuah bahasa komunikasi sama seperti kata-kata, musik, atau kesenian yang dapat dilihat. Maka dari itu, ketika tarian sedang mengkomunikasikan Firman Tuhan untuk sebagian orang dan dalam situasi tertentu, inilah yang disebut profetik. Menjadi penari adalah sebuah panggilan yang sangat besar. Panggilan untuk mengembalikan apa yang pernah hilang dari Sorga, panggilan untuk mencintai Tuhan lebih dan lebih lagi, panggilan untuk membuat sebuah perjanjian yang baru antara umat manusia dengan Tuhan. Pelayanan tarian adalah cara melayani Tuhan melalui tarian. Artinya seorang penari bukanlah menjadi artis yang ingin untuk dilayani daripada melayani. Tetapi prinsip adalah semakin diangkat menjadi pemimpin, maka semakin besar tanggung jawab untuk melayani saudara-saudara. Setiap gerakan adalah bahasa tubuh yang mengkomunikasikan setiap pesan. Di dalam konteks tarian, setiap gerakan harus menyampaikan makna yang dapat dimengerti oleh orang yang melihatnya.
Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia
Title: Tinjauan Teologis tentang Tarian dan Manfaatnya bagi Pertumbuhan Rohani
Description:
Dance is strongly connected to life, freedom, salvation, restoration and victory over the enemies.
The Bible uses the word dance for the first time in the verse when Miriam took her tambourine and led the Israelites in a victorious dance after they had been set free from the Egyptians, who chased them into the red sea.
God gave them salvation, victory, deliverance, and life.
Miriam’s dance was a respond and expression of victory over the enemies (Ex.
15:20).
Dance or body movement is a language of communication equal to words, music, or other expressed art.
For this reason, when a dance is communicating the word of God, for certain people or in certain situations then it could be called a prophetic dance.
To be a dancer is a great calling.
A calling to bring back what has been taken from heaven, a calling to love God more and more, a calling to make a new covenant between men and God.
Prophetic dance is a way to serve God through dance.
In this way a dancer is not an artist who chooses to be served rather than to serve.
But the principle is when one is appointed to be a leader, the more is his responsibility to serve his brethrens.
Every movement is a body language to communicate the messages.
Within the context of dance, every movement should carry a message in a way that people would understand the meaning when they see the dance.
Abstrak
Tarian mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kehidupan, kebebasan, keselamatan, pemulihan, dan kemenangan atas musuh-musuh.
Alkitab menyebutkan kata tarian yang pertama di ayat tentang Miryam.
Ketika dia mengambil tambourinenya dan memimpin orang Israel dalam sebuah tarian kemengangan setelah mereka dibebaskan dari orang-orang Mesir yang mengejar mereka di Laut Merah.
Tuhan memberikan keselamatan, kemenangan, kebebasan, dan kehidupan.
Tarian Miryam adalah respon dan ekspresi kemenangan atas musuh-musuh (Kel.
15:20).
Tarian atau gerakan tubuh adalah sebuah bahasa komunikasi sama seperti kata-kata, musik, atau kesenian yang dapat dilihat.
Maka dari itu, ketika tarian sedang mengkomunikasikan Firman Tuhan untuk sebagian orang dan dalam situasi tertentu, inilah yang disebut profetik.
Menjadi penari adalah sebuah panggilan yang sangat besar.
Panggilan untuk mengembalikan apa yang pernah hilang dari Sorga, panggilan untuk mencintai Tuhan lebih dan lebih lagi, panggilan untuk membuat sebuah perjanjian yang baru antara umat manusia dengan Tuhan.
Pelayanan tarian adalah cara melayani Tuhan melalui tarian.
Artinya seorang penari bukanlah menjadi artis yang ingin untuk dilayani daripada melayani.
Tetapi prinsip adalah semakin diangkat menjadi pemimpin, maka semakin besar tanggung jawab untuk melayani saudara-saudara.
Setiap gerakan adalah bahasa tubuh yang mengkomunikasikan setiap pesan.
Di dalam konteks tarian, setiap gerakan harus menyampaikan makna yang dapat dimengerti oleh orang yang melihatnya.
Related Results
TARIAN SAJOMOANE
TARIAN SAJOMOANE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna simbolik dan nili-nilai yang terkandung didalam tarian sajomoane.Untuk menganalisis data dalam penelitian ini me...
Tarian Tebe dalam Perspektif Teologi Publik: Makna Teologis Solidaritas dan Penerimaan terhadap Liyan
Tarian Tebe dalam Perspektif Teologi Publik: Makna Teologis Solidaritas dan Penerimaan terhadap Liyan
Tarian Tebe, sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Belu, tidak hanya merepresentasikan ekspresi estetika seni, tetapi juga memuat dimensi sosi...
Pembentukan Hidup Rohani terhadap Karakter Calon Guru Pendidikan Agama Katolik
Pembentukan Hidup Rohani terhadap Karakter Calon Guru Pendidikan Agama Katolik
Tujuan penelitian adalah mengetahui unsur pembentukan kehidupan rohani yang terimplementasikan terhadap karakter calon guru PAK. Bentuk penelitian kualitatif menggunakan teknik pe...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Memasyarakatkan Tarian Wisisi: Sebuah Upaya Mengolahragakan Masyarakat Melalui Kearifan Lokal Papua
Memasyarakatkan Tarian Wisisi: Sebuah Upaya Mengolahragakan Masyarakat Melalui Kearifan Lokal Papua
Papua memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan salah satunya adalah tarian wasisi. Namun, seiring kemajuan jaman atau modernisasi, pengetahuan masyarakat tentang tarian ini sem...
TARIAN DADAS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN ANAK PADA SANGGAR IGAL JUE PALANGKA RAYA
TARIAN DADAS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN ANAK PADA SANGGAR IGAL JUE PALANGKA RAYA
Problems discussed by Dadas Dance in Forming Disciplinary Character of Children in Jgal Palangka Raya Studio Igal. This study aims to determine the Dadas Dance in the Formation of ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

