Javascript must be enabled to continue!
KOMBINASI KOTORAN BURUNG PUYUH, SUSU BUBUK AFKIR, DAN TAPIOKA TERFERMENTASI PADA MEDIA KULTIVASI CACING SUTERA (Tubifex sp)
View through CrossRef
Cacing sutera (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang banyak digunakan pada kegiatan pembenihan ikan. Cacing sutera ini mampu memberikan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan larva ikan dengan ukuran yang sesuai bukaan mulut larva dan bersifat atraktif. Namun, ketersediaan populasi cacing sutera sangatlah terbatas di alam dan membutuhkan pasokan cacing sutera dari kegiatan kultivasi cacing sutera. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi kotoran burung puyuh (K), susu bubuk afkir (S) dan tapioka (T) terfermentasi pada media kultivasi cacing sutera. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap Non-Faktorial dengan 4 (empat) taraf perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan. Taraf perlakuan penelitian terdiri atas A (K = 100%), B (K=50%, S=35%, T=15%), C (K=50%, S=25%, T=25%), D (K=50%, S=15%, T=35%). Tahapan penelitian terdiri atas persiapan bibit cacing sutera, aktivasi EM4 dalam fermentasi kombinasi kotoran burung puyuh, susu bubuk afkir, dan tapioka, persiapan media kultivasi cacing sutera, penebaran benih cacing sutera dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi, biomassa dan kandungan nutrisi serta rasio C/N terbaik diperoleh pada perlakuan C dengan puncak populasi 406 individu/wadah, biomassa 33,21 g/wadah, nutrisi protein dan lemak sebesar 51,7 ± 0,42% dan 14,56 ± 0,028%, dan rasio C/N 12,5:1. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah kombinasi kotoran burung puyuh 50%, susu bubuk afkir 25%, dan tapioka terfermentasi 25% memberikan nutrisi yang paling baik untuk kultivasi cacing sutera.
Universitas Mataram
Title: KOMBINASI KOTORAN BURUNG PUYUH, SUSU BUBUK AFKIR, DAN TAPIOKA TERFERMENTASI PADA MEDIA KULTIVASI CACING SUTERA (Tubifex sp)
Description:
Cacing sutera (Tubifex sp.
) merupakan pakan alami yang banyak digunakan pada kegiatan pembenihan ikan.
Cacing sutera ini mampu memberikan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan larva ikan dengan ukuran yang sesuai bukaan mulut larva dan bersifat atraktif.
Namun, ketersediaan populasi cacing sutera sangatlah terbatas di alam dan membutuhkan pasokan cacing sutera dari kegiatan kultivasi cacing sutera.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi kotoran burung puyuh (K), susu bubuk afkir (S) dan tapioka (T) terfermentasi pada media kultivasi cacing sutera.
Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap Non-Faktorial dengan 4 (empat) taraf perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan.
Taraf perlakuan penelitian terdiri atas A (K = 100%), B (K=50%, S=35%, T=15%), C (K=50%, S=25%, T=25%), D (K=50%, S=15%, T=35%).
Tahapan penelitian terdiri atas persiapan bibit cacing sutera, aktivasi EM4 dalam fermentasi kombinasi kotoran burung puyuh, susu bubuk afkir, dan tapioka, persiapan media kultivasi cacing sutera, penebaran benih cacing sutera dan pemeliharaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi, biomassa dan kandungan nutrisi serta rasio C/N terbaik diperoleh pada perlakuan C dengan puncak populasi 406 individu/wadah, biomassa 33,21 g/wadah, nutrisi protein dan lemak sebesar 51,7 ± 0,42% dan 14,56 ± 0,028%, dan rasio C/N 12,5:1.
Rekomendasi hasil penelitian ini adalah kombinasi kotoran burung puyuh 50%, susu bubuk afkir 25%, dan tapioka terfermentasi 25% memberikan nutrisi yang paling baik untuk kultivasi cacing sutera.
Related Results
Pakan dari Kotoran Sapi Terfermentasi pada Performa Ayam Kampung Unggul
Pakan dari Kotoran Sapi Terfermentasi pada Performa Ayam Kampung Unggul
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran sapi terfermentasi terhadap performa ayam kampung unggul balitbangtan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Ra...
PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH BURUNG PUYUH SECARA ANAEROB
PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH BURUNG PUYUH SECARA ANAEROB
Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternatif pemecahan masalah. Salah satunya dengan sistem biodigester anaerob, limbah petern...
Perbedaan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Susu Sapi Murni dan Susu Sapi Bubuk
Perbedaan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Susu Sapi Murni dan Susu Sapi Bubuk
Abstract: Saliva is a complex oral fluid consisting of a mixture of secretion of the major and minor salivary glands in the oral mucosa with a normal pH of 5.6-7.0. There are sever...
POTENSI LIMBAH SUSU BUBUK AFKIR SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN TERNAK: ARTIKEL REVIEW
POTENSI LIMBAH SUSU BUBUK AFKIR SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN TERNAK: ARTIKEL REVIEW
Pertumbuhan industri susu di Indonesia berdampak pada meningkatnya limbah susu bubuk, terutama produk yang telah kedaluwarsa atau afkir. Limbah ini, jika tidak dikelola dengan baik...
Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan organoleptik yoghurt yang dibuat menggunakan kultur yoghurt dan jenis susu yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksana...
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Permasalahan yang sering dihadapi dalam pembenihan ikan gurami adalah pertumbuhan ikan lambat dan penyediaan pakan ikan. Hal ini menjadi kendala dalam peningkatan produksi benih ik...
PENYULUHAN PARTISIPATIF BUDIDAYA CACING SUTERA (Tubifex sp.) DI KECAMATAN MANGUNJAYA KABUPATEN PANGANDARAN PARTICIPATIVE DISCUSSION OF SILK WASTE CULTURE (Tubifex sp.) IN MANGUNJAYA DISTRICT PANGANDARAN REGENCY
PENYULUHAN PARTISIPATIF BUDIDAYA CACING SUTERA (Tubifex sp.) DI KECAMATAN MANGUNJAYA KABUPATEN PANGANDARAN PARTICIPATIVE DISCUSSION OF SILK WASTE CULTURE (Tubifex sp.) IN MANGUNJAYA DISTRICT PANGANDARAN REGENCY
ABSTRAK Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran memiliki jumlah penduduk sebanyak 31.598 jiwa, dengan jumlah tersebut yang memiliki kegiatan budidaya ikan sebanyak 133 RTP yang...
Pengaruh Seleksi terhadap Sifat Reproduksi dan Produksi Puyuh (Coturnix coturnix japonica)
Pengaruh Seleksi terhadap Sifat Reproduksi dan Produksi Puyuh (Coturnix coturnix japonica)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh seleksi berdasarkan berat badan umur 4 mg terhadap sifat reproduksi dan produksi puyuh Generasi 1 dan Generasi 2. Penelitian in...

