Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan organoleptik yoghurt yang dibuat menggunakan kultur yoghurt dan jenis susu yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Bertempat di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Timor Kefamenanu (untuk pengujian organoleptik yoghurt) dan di Laboratorium Kimia Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang (untuk pengujian pH, kadar asam laktat, kadar protein dan kadar lemak). Dalam penelitian ini menggunakan jenis susu segar, susu UTH (Ultra High Temperature) dan susu bubuk. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan sehingga ada 9 unit percobaan sampel. Perlakuan terdiri dari R0= susu segar, R1= susu UHT dan R2= susu bubuk. Berdasarkan hasil analisis statistik bahwa penggunaan jenis susu yang berbeda menunjukkan signifikan atau terjadi perbedaan yang nyata (P<0,05). Penggunaan jenis susu segar dapat memberikan warna yoghurt yang baik yaitu sebesar 1,77 yang menunjukkan yoghurt tersebut berwarna putih kekuningan. Aroma yoghurt yang terbaik terdapat pada jenis susu UHT yaitu sebesar 2,74 yang menunjukkan yoghurt tersebut beraroma khas. Tekstur yoghurt terbaik terdapat pada jenis susu UHT yaitu sebesar 2,30 yang menunjukkan yoghurt tersebut bertekstur agak kental. Tingkat keasaman yoghurt yang terbaik terdapat pada jenis susu UHT yaitu sebesar 3,04 yang menunjukkan yoghurt tersebut memiliki tingkat keasaman yang asam. Tingkat kesukaan yoghurt yang baik terdapat pada jenis susu bubuk sebesar 2,37 yang menunjukkan bahwa yoghurt tersebut memiliki tingkat kesukaan yang suka. pH yoghurt yang terbaik pada jenis susu UHT yaitu sebesar 4.16. Kadar asam laktat yang terbaik pada jenis susu bubuk yaitu sebesar 0.78%. Kadar protein yang terbaik pada jenis susu segar yaitu sebesar 2.86% dan kadar lemak yoghurt yang terbaik pada jenis susu bubuk 0.30%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis susu UHT adalah jenis susu yang lebih baik digunakan dalam pembuatan yoghurt dibandingkan dengan jenis susu segar dan susu bubuk yang ditinjau dari aroma, tekstur, tingkat keasaman, pH dan kadar protein.
Title: Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan organoleptik yoghurt yang dibuat menggunakan kultur yoghurt dan jenis susu yang berbeda.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2020.
Bertempat di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Timor Kefamenanu (untuk pengujian organoleptik yoghurt) dan di Laboratorium Kimia Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang (untuk pengujian pH, kadar asam laktat, kadar protein dan kadar lemak).
Dalam penelitian ini menggunakan jenis susu segar, susu UTH (Ultra High Temperature) dan susu bubuk.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan sehingga ada 9 unit percobaan sampel.
Perlakuan terdiri dari R0= susu segar, R1= susu UHT dan R2= susu bubuk.
Berdasarkan hasil analisis statistik bahwa penggunaan jenis susu yang berbeda menunjukkan signifikan atau terjadi perbedaan yang nyata (P<0,05).
Penggunaan jenis susu segar dapat memberikan warna yoghurt yang baik yaitu sebesar 1,77 yang menunjukkan yoghurt tersebut berwarna putih kekuningan.
Aroma yoghurt yang terbaik terdapat pada jenis susu UHT yaitu sebesar 2,74 yang menunjukkan yoghurt tersebut beraroma khas.
Tekstur yoghurt terbaik terdapat pada jenis susu UHT yaitu sebesar 2,30 yang menunjukkan yoghurt tersebut bertekstur agak kental.
Tingkat keasaman yoghurt yang terbaik terdapat pada jenis susu UHT yaitu sebesar 3,04 yang menunjukkan yoghurt tersebut memiliki tingkat keasaman yang asam.
Tingkat kesukaan yoghurt yang baik terdapat pada jenis susu bubuk sebesar 2,37 yang menunjukkan bahwa yoghurt tersebut memiliki tingkat kesukaan yang suka.
pH yoghurt yang terbaik pada jenis susu UHT yaitu sebesar 4.
16.
Kadar asam laktat yang terbaik pada jenis susu bubuk yaitu sebesar 0.
78%.
Kadar protein yang terbaik pada jenis susu segar yaitu sebesar 2.
86% dan kadar lemak yoghurt yang terbaik pada jenis susu bubuk 0.
30%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis susu UHT adalah jenis susu yang lebih baik digunakan dalam pembuatan yoghurt dibandingkan dengan jenis susu segar dan susu bubuk yang ditinjau dari aroma, tekstur, tingkat keasaman, pH dan kadar protein.

Related Results

Studi Literatur: Aplikasi dan Fungsi Porang (Amorphophallus Oncophyllus) dalam Frozen Yoghurt
Studi Literatur: Aplikasi dan Fungsi Porang (Amorphophallus Oncophyllus) dalam Frozen Yoghurt
Abstract — Frozen yoghurt is a frozen desserts made with yoghurt and quite similar to ice cream but low in calorie, which cointains milk, sweetener, stabilizers, emulsifier, and la...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Pengendalian Mutu Bahan Baku Susu Segar pada Koperasi Peternakan Sapi Perah XYZ
Analisis Pengendalian Mutu Bahan Baku Susu Segar pada Koperasi Peternakan Sapi Perah XYZ
Pengendalian mutu susu merupakan faktor penting agar mutu susu yang dihasilkan dapat meningkatkan harga susu dan terhindar dari kerusakan dan penyimpangan dari standar yang ditentu...
Perbedaan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Susu Sapi Murni dan Susu Sapi Bubuk
Perbedaan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Susu Sapi Murni dan Susu Sapi Bubuk
Abstract: Saliva is a complex oral fluid consisting of a mixture of secretion of the major and minor salivary glands in the oral mucosa with a normal pH of 5.6-7.0. There are sever...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...
PENGUJIAN MUTU SUSU SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) MENGGUNAKAN METODE ENZIMATIK DAN MIKROSKOPIK DI CV. MILKINDO BERKA ABADI
PENGUJIAN MUTU SUSU SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) MENGGUNAKAN METODE ENZIMATIK DAN MIKROSKOPIK DI CV. MILKINDO BERKA ABADI
Milk quality testing is a crucial aspect in the dairy industry, conducted through two main approaches: enzymatic testing, specifically the reduction power test, and microscopic exa...
Analisis Penerimaan Yoghurt Sari Almond dengan Penambahan Kurma
Analisis Penerimaan Yoghurt Sari Almond dengan Penambahan Kurma
The purpose of this study was to determine the acceptance of almond extract yoghurt mixed with dates. This research was divided into 3 stages. The first stage included preparing in...

Back to Top