Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN GEOGRID DAN BRONJONG

View through CrossRef
Lokasi penelitian ini berada Purwakarta dimana lokasi konstruksi peternakan ini berada tepat di tepi lereng tebing. Kondisi stabilitas lereng pada lokasi penelitian ini tidak stabil, hal ini dikarenakan pada saat masa konstruksi tanah dan bangunan tersebut amblas dan terjadi kelongsoran. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan perkuatan lereng untuk meningkatkan daya dukungnya. Analisis yang pertama dilakukan yaitu dengan mengecek apakah lereng tersebut aman atau tidak dengan menggunakan software berbasis Limit Equilibrium Method (LEM) dimana dihasilkan nilai Safety Factor (SF) sebesar 1,06 yaitu kurang dari 1,5 dari SF rencana. Berdasarkan analisis tersebut diperlukan alternatif metode perkuatan lereng, metode perkuatan lereng yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan alternatif pertama dengan menggunakan material geogrid, alternatif kedua dengan material bronjong dan alternatif ketiga yaitu kombinasi keduanya. Alternatif pertama yaitu perencanaan geogrid dilakukan dengan menghitung kebutuhan yang akan dipasang dimana dihasilkan Tipe geogrid Biaxial Geogrid 200/50 F dengan nilai Ultimate Tensile Strength (MD/CM) sebesar 200/50 kN/m dengan jarak pemasangan 0,5 meter dengan nilai MR komulatif sebesar 2,512.820513 kN/m sebanyak empat lapisan dengan total panjang geogrid yang dibutuhkan sebesar 10,8791 m. Alternatif kedua yaitu dengan material bronjong yang dianalisis dengan software dihasilkan nilai safety factor sebesar 0,20 sehingga kurang aman. Alternatif yang ketiga yaitu dengan menggunakan kombinasi kedua nya dimodelkan dengan software dihasilkan deformasi sebesar 0,07127 meter. Pemilihan analisis perhitungan dari ketiga alternatif tersebut dihasilkan alternatif yang ketiga yaitu dengan kombinasi kedua material geogrid dan bronjong.
Title: ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN GEOGRID DAN BRONJONG
Description:
Lokasi penelitian ini berada Purwakarta dimana lokasi konstruksi peternakan ini berada tepat di tepi lereng tebing.
Kondisi stabilitas lereng pada lokasi penelitian ini tidak stabil, hal ini dikarenakan pada saat masa konstruksi tanah dan bangunan tersebut amblas dan terjadi kelongsoran.
Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan perkuatan lereng untuk meningkatkan daya dukungnya.
Analisis yang pertama dilakukan yaitu dengan mengecek apakah lereng tersebut aman atau tidak dengan menggunakan software berbasis Limit Equilibrium Method (LEM) dimana dihasilkan nilai Safety Factor (SF) sebesar 1,06 yaitu kurang dari 1,5 dari SF rencana.
Berdasarkan analisis tersebut diperlukan alternatif metode perkuatan lereng, metode perkuatan lereng yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan alternatif pertama dengan menggunakan material geogrid, alternatif kedua dengan material bronjong dan alternatif ketiga yaitu kombinasi keduanya.
Alternatif pertama yaitu perencanaan geogrid dilakukan dengan menghitung kebutuhan yang akan dipasang dimana dihasilkan Tipe geogrid Biaxial Geogrid 200/50 F dengan nilai Ultimate Tensile Strength (MD/CM) sebesar 200/50 kN/m dengan jarak pemasangan 0,5 meter dengan nilai MR komulatif sebesar 2,512.
820513 kN/m sebanyak empat lapisan dengan total panjang geogrid yang dibutuhkan sebesar 10,8791 m.
Alternatif kedua yaitu dengan material bronjong yang dianalisis dengan software dihasilkan nilai safety factor sebesar 0,20 sehingga kurang aman.
Alternatif yang ketiga yaitu dengan menggunakan kombinasi kedua nya dimodelkan dengan software dihasilkan deformasi sebesar 0,07127 meter.
Pemilihan analisis perhitungan dari ketiga alternatif tersebut dihasilkan alternatif yang ketiga yaitu dengan kombinasi kedua material geogrid dan bronjong.

Related Results

Studi Karakteristik Mekanik Kawat Bronjong Untuk Menahan Sedimen
Studi Karakteristik Mekanik Kawat Bronjong Untuk Menahan Sedimen
Kawat bronjong dapat dipergunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi, salah satunya yaitu dapat digunakan untuk membuat check dam yang berfungsi untuk menahan atau menangkap sedim...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ANALISA PERKUATAN LERENG PADA TANAH LUNAK YANG DIPENGARUHI OLEH KEMIRINGAN LERENG DAN JUMLAH LAPIS GEOTEKSTIL
ANALISA PERKUATAN LERENG PADA TANAH LUNAK YANG DIPENGARUHI OLEH KEMIRINGAN LERENG DAN JUMLAH LAPIS GEOTEKSTIL
Kondisi lereng dengan beban yang besar dan kemiringan yang curam dapat menyebabkan terjadinya kelongsoran sehingga diperlukan suatu perkuatan lereng, salah satunya dengan menggunak...
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Abstract. Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical proper...
Identifikasi potensi longsoran lereng pada kuari batugamping menggunakan analisis kinematika
Identifikasi potensi longsoran lereng pada kuari batugamping menggunakan analisis kinematika
Kestabilan lereng adalah faktor penting pada pekerjaan penambangan kuari karena berkaitan dengan keamanan dan keselamatan pekerja dan peralatan. Kestabilan lereng dipengaruhi oleh ...
Analisis Stabilitas Lereng Bendungan 1 Tujuh Bukit Tumpang Pitu Banyuwangi
Analisis Stabilitas Lereng Bendungan 1 Tujuh Bukit Tumpang Pitu Banyuwangi
Keberhasilan operasional sebuah bendungan sangat dipengaruhi oleh stabilitas lereng dan keamanan terhadap rembesan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas lereng dan keam...
PREDIKSI KELONGSORAN LERENG ALAM TANGSE-GEUMPANG DALAM PERSPEKTIF GEOTEKNIK
PREDIKSI KELONGSORAN LERENG ALAM TANGSE-GEUMPANG DALAM PERSPEKTIF GEOTEKNIK
Hujan deras yang terjadi di bulan Nopember 2016 telah menyebabkan longsor lereng alam dan terputusnya jalan raya yang menghubungkan Tangse dan Geumpang. Labilnya tanah lereng alam ...
PROBABILITAS KERUNTUHAN DAN REKOMENDASI PERKUATAN TEBING SPILLWAY Di BENDUNGAN AMERORO SULAWESI TENGGARA
PROBABILITAS KERUNTUHAN DAN REKOMENDASI PERKUATAN TEBING SPILLWAY Di BENDUNGAN AMERORO SULAWESI TENGGARA
Lereng merupakan galian terbuka yang memiliki kerentanan tinggi di dunia konstruksi terutama bendungan. Konstruksi galian pada litologi metamorf menjadi tantangan besar dalam menja...

Back to Top