Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
View through CrossRef
Abstract. Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical properties. The geotechnical study carried out is by analyzing slides on production slopes, the analytical method used in the analysis of landslides on slopes is the kinematic method, analysis with this method uses rock mass parameters, discontinuity planes, and production slope geometry as input. The overall slope stability analysis using the Finite Element Method (FEM) shows the overall slope is in a stable condition seen from the value of the Safety Factor (FK) which is 1.26. For single slope stability analysis, the slope is modeled with three variations of slope and three variations of height to determine the minimum limit of optimal slope geometry. For slopes with optimal conditions compared to the other two variations of angles, namely slopes with a slope of 50° and a maximum height of 10 m with an SRF of > 1.25 which is used as an optimal slope recommendation, the slope with that slope if modeled with several variations in height, namely 5 m has an SRF of 2.02, a height of 10 m has an SRF of 1.48, and a height of 15 m has an SRF of 1.28, which shows the three variations in height using a slope of 50° have an FK value > 1.25, whereas if the height is made to exceed the limit a height of 15 m, the slope has the potential for landslides.
Abstrak. Pengumpulan data studi geoteknik meliputi pemetaan geoteknik, pengamatan model longsoran yang dapat terjadi, dan melakukan sampling untuk pengujian sifat fisik dan sifat mekanik. Kajian geoteknik yang dilakukan adalah dengan menganalisis kelongsoran pada lereng produksi, metode analisis yang digunakan dalam analisis longsoran pada lereng adalah metode kinematik, analisis dengan metode ini menggunakan input parameter massa batuan, bidang diskontinuitas, dan geometri lereng produksi. Analisis kestabilan lereng keseluruhan menggunakan Finite Element Method (FEM) menunjukan lereng keseluruhan dalam kondisi stabil dilihat dari nilai Faktor Keamanan (FK) yang didapatkan sebesar 1,26. Untuk analisis kestabilan lereng tunggal lereng dimodelkan dengan tiga variasi kemiringan dan tiga variasi ketinggian untuk mengetahui batas minimum geometri lereng yang optimal. Untuk lereng dengan kondisi yang optimal dibandingkan dua variasi sudut yang lain adalah lereng dengan kemiringan 50° dan tinggi maksimum 10 m dengan SRF sebesar >1,25 yang dijadikan sebagai rekomendasi lereng yang optimal, lereng dengan kemiringan tersebut jika dimodelkan dengan beberapa variasi ketinggian yaitu 5 m memiliki SRF sebesar 2,02 , ketinggian 10 m memiliki SRF 1,48, dan ketinggian 15 m memiliki SRF sebesar 1,28, yang menunjukan ketiga variasi ketinggian dengan menggunakan kemiringan 50° memiliki nilai FK >1,25, sedangkan jika ketinggian dibuat melebihi batas ketinggian 15 m maka lereng berpotensi longsor.
Title: Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Description:
Abstract.
Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical properties.
The geotechnical study carried out is by analyzing slides on production slopes, the analytical method used in the analysis of landslides on slopes is the kinematic method, analysis with this method uses rock mass parameters, discontinuity planes, and production slope geometry as input.
The overall slope stability analysis using the Finite Element Method (FEM) shows the overall slope is in a stable condition seen from the value of the Safety Factor (FK) which is 1.
26.
For single slope stability analysis, the slope is modeled with three variations of slope and three variations of height to determine the minimum limit of optimal slope geometry.
For slopes with optimal conditions compared to the other two variations of angles, namely slopes with a slope of 50° and a maximum height of 10 m with an SRF of > 1.
25 which is used as an optimal slope recommendation, the slope with that slope if modeled with several variations in height, namely 5 m has an SRF of 2.
02, a height of 10 m has an SRF of 1.
48, and a height of 15 m has an SRF of 1.
28, which shows the three variations in height using a slope of 50° have an FK value > 1.
25, whereas if the height is made to exceed the limit a height of 15 m, the slope has the potential for landslides.
Abstrak.
Pengumpulan data studi geoteknik meliputi pemetaan geoteknik, pengamatan model longsoran yang dapat terjadi, dan melakukan sampling untuk pengujian sifat fisik dan sifat mekanik.
Kajian geoteknik yang dilakukan adalah dengan menganalisis kelongsoran pada lereng produksi, metode analisis yang digunakan dalam analisis longsoran pada lereng adalah metode kinematik, analisis dengan metode ini menggunakan input parameter massa batuan, bidang diskontinuitas, dan geometri lereng produksi.
Analisis kestabilan lereng keseluruhan menggunakan Finite Element Method (FEM) menunjukan lereng keseluruhan dalam kondisi stabil dilihat dari nilai Faktor Keamanan (FK) yang didapatkan sebesar 1,26.
Untuk analisis kestabilan lereng tunggal lereng dimodelkan dengan tiga variasi kemiringan dan tiga variasi ketinggian untuk mengetahui batas minimum geometri lereng yang optimal.
Untuk lereng dengan kondisi yang optimal dibandingkan dua variasi sudut yang lain adalah lereng dengan kemiringan 50° dan tinggi maksimum 10 m dengan SRF sebesar >1,25 yang dijadikan sebagai rekomendasi lereng yang optimal, lereng dengan kemiringan tersebut jika dimodelkan dengan beberapa variasi ketinggian yaitu 5 m memiliki SRF sebesar 2,02 , ketinggian 10 m memiliki SRF 1,48, dan ketinggian 15 m memiliki SRF sebesar 1,28, yang menunjukan ketiga variasi ketinggian dengan menggunakan kemiringan 50° memiliki nilai FK >1,25, sedangkan jika ketinggian dibuat melebihi batas ketinggian 15 m maka lereng berpotensi longsor.
Related Results
Identifikasi potensi longsoran lereng pada kuari batugamping menggunakan analisis kinematika
Identifikasi potensi longsoran lereng pada kuari batugamping menggunakan analisis kinematika
Kestabilan lereng adalah faktor penting pada pekerjaan penambangan kuari karena berkaitan dengan keamanan dan keselamatan pekerja dan peralatan. Kestabilan lereng dipengaruhi oleh ...
SIMULASI KETEBALAN LUMPUR TERHADAP KESTABILAN LERENG AKTUAL DAN RENCANA DESAIN AKHIR PADA WASTE DUMP TAMBANG BATU HIJAU
SIMULASI KETEBALAN LUMPUR TERHADAP KESTABILAN LERENG AKTUAL DAN RENCANA DESAIN AKHIR PADA WASTE DUMP TAMBANG BATU HIJAU
Material-material yang terdapat pada waste dump mayoritas merupakan materialnon-ore (waste rock) dan ditempatkan juga material lumpur dibeberapa area. Lumpur merupakan tanah ekspan...
Analisis Kestabilan Lereng Highwall Tambang Batubara Pit X Pada Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan
Analisis Kestabilan Lereng Highwall Tambang Batubara Pit X Pada Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan
Penambangan batubara umumnya dilakukan dengan metode terbuka (open pit) sehingga terbentuk lereng disekitarnya. Kajian kestabilan lereng penting dilakukan untuk mengetahui nilai fa...
Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Probabilistik Simulasi Monte Carlo pada Disposal PT. XYZ
Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Probabilistik Simulasi Monte Carlo pada Disposal PT. XYZ
Abstract. PT. XYZ is a company engaged in coal mining where there is a disposal which will be subject to a geotechnical review to analyze the stability of the slopes at the disposa...
Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ
Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ
Abstrak. Penambangan terbuka memiliki risiko ketidakstabilan massa batuan, sehingga analisis kestabilan lereng menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis sert...
Analisa Kestabilan Lereng dan Pelaksanaan Bangunan Loading Ramp Pada Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit Kabupaten OKI Sumatera-Selatan
Analisa Kestabilan Lereng dan Pelaksanaan Bangunan Loading Ramp Pada Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit Kabupaten OKI Sumatera-Selatan
Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah merupakan komoditas strategis yang memiliki banyak kegunaan, sehingga sangat bernilai. Salah satunya adalah sebagai bahan bakar...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PROBABILITAS KERUNTUHAN DAN REKOMENDASI PERKUATAN TEBING SPILLWAY Di BENDUNGAN AMERORO SULAWESI TENGGARA
PROBABILITAS KERUNTUHAN DAN REKOMENDASI PERKUATAN TEBING SPILLWAY Di BENDUNGAN AMERORO SULAWESI TENGGARA
Lereng merupakan galian terbuka yang memiliki kerentanan tinggi di dunia konstruksi terutama bendungan. Konstruksi galian pada litologi metamorf menjadi tantangan besar dalam menja...

