Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ
View through CrossRef
Abstrak. Penambangan terbuka memiliki risiko ketidakstabilan massa batuan, sehingga analisis kestabilan lereng menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis serta sifat fisik dan mekanik batuan penyusun lereng, sekaligus merekomendasikan geometri lereng yang stabil berdasarkan faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran. Data sifat fisik (densitas natural dan saturated) dan sifat mekanik (kohesi dan sudut gesek dalam) dianalisis menggunakan Limit Equilibrium Method (LEM) dan Monte Carlo untuk probabilitas kelongsoran. Analisis dilakukan pada lereng tunggal dengan tinggi 5, 8, dan 10-meter serta kemiringan 40-60°, sedangkan lereng keseluruhan menggunakan sudut 20-50° pada berbagai elevasi. Untuk lereng timbunan, analisis mencakup tinggi 10-40 meter dengan kemiringan 19, 21, dan 23°. Hasilnya, geometri lereng tunggal yang direkomendasikan adalah sandstone (tinggi 8 m, sudut 55°), siltstone dan claystone (tinggi 10 m, sudut 45°), serta carbonaceous claystone dan coal (tinggi 10 m, sudut 60°). Geometri lereng keseluruhan yang disarankan meliputi sudut 35° untuk high wall dan low wall pit Selatan (elevasi 0 mdpl), 28° untuk high wall pit Utara (elevasi -30 mdpl), dan 32° untuk low wall pit Utara (elevasi -20 mdpl). Untuk lereng timbunan, direkomendasikan geometri dengan tinggi 40 meter dan sudut 21°. Analisis ini memberikan acuan penting bagi perencanaan tambang yang aman dan efisien.
Abstract. Open-pit coal mining poses risks of rock mass instability, necessitating slope stability analysis. This study aimed to evaluate rock types, physical and mechanical properties, and recommend slope geometries based on safety factors and failure probabilities. Data included rock densities, shear strength (cohesion and friction angle), and analyses using the Limit Equilibrium Method (LEM) and Monte Carlo Method. Single slope stability was analyzed for heights of 5, 8, and 10 meters with angles of 40-60°, while overall slope stability considered angles of 20-50° at varying elevations and heights. Disposal slope stability was examined for heights of 10-40 meters with slopes of 19, 21, and 23°. Recommendations include single slope geometries for sandstone (8 m height, 55° angle), siltstone and claystone (10 m height, 45° angle), and carbonaceous claystone and coal (10 m height, 60° angle). Overall slope recommendations are 35° for South pit high and low walls at 0 mdpl, 28° for North pit high wall at -30 mdpl, and 32° for North pit low wall at -20 mdpl. For disposal slopes, a geometry of 40 m height with a 21° angle is suggested.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ
Description:
Abstrak.
Penambangan terbuka memiliki risiko ketidakstabilan massa batuan, sehingga analisis kestabilan lereng menjadi krusial.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis serta sifat fisik dan mekanik batuan penyusun lereng, sekaligus merekomendasikan geometri lereng yang stabil berdasarkan faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran.
Data sifat fisik (densitas natural dan saturated) dan sifat mekanik (kohesi dan sudut gesek dalam) dianalisis menggunakan Limit Equilibrium Method (LEM) dan Monte Carlo untuk probabilitas kelongsoran.
Analisis dilakukan pada lereng tunggal dengan tinggi 5, 8, dan 10-meter serta kemiringan 40-60°, sedangkan lereng keseluruhan menggunakan sudut 20-50° pada berbagai elevasi.
Untuk lereng timbunan, analisis mencakup tinggi 10-40 meter dengan kemiringan 19, 21, dan 23°.
Hasilnya, geometri lereng tunggal yang direkomendasikan adalah sandstone (tinggi 8 m, sudut 55°), siltstone dan claystone (tinggi 10 m, sudut 45°), serta carbonaceous claystone dan coal (tinggi 10 m, sudut 60°).
Geometri lereng keseluruhan yang disarankan meliputi sudut 35° untuk high wall dan low wall pit Selatan (elevasi 0 mdpl), 28° untuk high wall pit Utara (elevasi -30 mdpl), dan 32° untuk low wall pit Utara (elevasi -20 mdpl).
Untuk lereng timbunan, direkomendasikan geometri dengan tinggi 40 meter dan sudut 21°.
Analisis ini memberikan acuan penting bagi perencanaan tambang yang aman dan efisien.
Abstract.
Open-pit coal mining poses risks of rock mass instability, necessitating slope stability analysis.
This study aimed to evaluate rock types, physical and mechanical properties, and recommend slope geometries based on safety factors and failure probabilities.
Data included rock densities, shear strength (cohesion and friction angle), and analyses using the Limit Equilibrium Method (LEM) and Monte Carlo Method.
Single slope stability was analyzed for heights of 5, 8, and 10 meters with angles of 40-60°, while overall slope stability considered angles of 20-50° at varying elevations and heights.
Disposal slope stability was examined for heights of 10-40 meters with slopes of 19, 21, and 23°.
Recommendations include single slope geometries for sandstone (8 m height, 55° angle), siltstone and claystone (10 m height, 45° angle), and carbonaceous claystone and coal (10 m height, 60° angle).
Overall slope recommendations are 35° for South pit high and low walls at 0 mdpl, 28° for North pit high wall at -30 mdpl, and 32° for North pit low wall at -20 mdpl.
For disposal slopes, a geometry of 40 m height with a 21° angle is suggested.
Related Results
PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT
PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT
Pembukaan lokasi tambang memerlukan perencanaan dan perancangan tambang yang ekonomis. Rencana penambangan jangka panjang harus diuraikan ke dalam rencana penambangan jangka pendek...
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Abstract. Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical proper...
Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Probabilistik Simulasi Monte Carlo pada Disposal PT. XYZ
Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Probabilistik Simulasi Monte Carlo pada Disposal PT. XYZ
Abstract. PT. XYZ is a company engaged in coal mining where there is a disposal which will be subject to a geotechnical review to analyze the stability of the slopes at the disposa...
Analisis dan evaluasi parameter kualitas batubara pada stock ROM dan crushing plant PT Jorong Barutama Greston
Analisis dan evaluasi parameter kualitas batubara pada stock ROM dan crushing plant PT Jorong Barutama Greston
Kualitas batubara merupakan parameter utama dalam menentukan sebuah kegiatan baik pengolahan maupun pemanfaatan bahan galian. Kualitas suatu batubara ini juga dapat ditentukan deng...
Potensi dan probabilitas kelongsoran lereng tambang kuari batugamping di daerah Moramo Utara, Sulawesi Tenggara
Potensi dan probabilitas kelongsoran lereng tambang kuari batugamping di daerah Moramo Utara, Sulawesi Tenggara
Pemberaian fragmen batugamping pada tambang kuari dapat menyebabkan isu kestabilan lereng. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi longsoran dan menentukan besar probab...
Pit-1 Gene Expression in Human Pituitary Adenomas
Pit-1 Gene Expression in Human Pituitary Adenomas
The anterior pituitary-specific transcription factor Pit-1 (also known as GHF-1) was initially identified and cloned as a transactivator of the GH and PRL genes, and later as a reg...
EKSTERNALITAS POSITIF TAMBANG BATUBARA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
EKSTERNALITAS POSITIF TAMBANG BATUBARA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kabupaten Kutai Kartanegara, Merupakan daerah yang memproduksi batubara terbanyak di Provinsi Kalimantan timur pada tahun 2017 di produksi perusahaan pemegang izin usaha pertambang...
Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan
Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan
Tambang batubara di Indonesia umumnya melakukan kegiatannya dengan teknik penambangan terbuka. Permasalahan utama yang timbul di wilayah bekas tambang batubara adalah perubahan lin...

