Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT

View through CrossRef
Pembukaan lokasi tambang memerlukan perencanaan dan perancangan tambang yang ekonomis. Rencana penambangan jangka panjang harus diuraikan ke dalam rencana penambangan jangka pendek yang memuat detil teknis setiap tahapan penambangan (mine sequences). Perencanaan tambang jangka panjang bertujuan menentukan batas penambangan, merancang open pit, menghitung volume overburden dan sumberdaya batubara yang akan ditambang, merancang disposal, dan merancang jalan tambang. Perencanaan tahapan penambangan bulanan yang diuraikan dalam tulisan ini bertujuan menentukan batas-batas penambangan agar perbandingan antara overburden dengan batubara (stripping ratio) setimbang pada angka ±8 dalam rangka menjaga kesetimbangan aliran dana. Rancangan akses jalan tambang ke setiap sequence harus dirancang untuk memastikan penambangan dapat dilakukan sesuai tahapan yang telah direncanakan.Model batubara yang diolah dari data log bor dikombinasikan dengan model topografi permukaan untuk menghitung sumberdaya batubara yang bisa ditambang sampai SR 8 sekaligus menentukan batas-batas penambangan dengan mempertimbangkan kriteria desain lereng pit yang aman secara geoteknik. Disposal dirancang berdasarkan kapasitas yang diperoleh dari hasil perhitungan volume overburden dan desain lereng disposal yang aman secara geoteknik. Tahapan penambangan bulanan disusun berdasarkan target penambangan 50,000 ton/bulan. Akses jalan tambang ke setiap sequence dirancang menurut batas-batas tahapan penambangan bulanan dan alat angkut yang akan melewatinya.Batas penambangan direncanakan sampai elevasi 22.15 mdpl, dengan panjang dan lebar 710 m x 253 m serta luas 15.11 Ha. Sumberdaya batubara yang bisa ditambang sebanyak 411,223.79 Metrik Ton (MT) dengan overburden 3,370,518.33 BCM. Umur tambang direncanakan 8 bulan dengan tahapan penambangan dimulai pada awal tahun 2016 dari sisi barat daya ke timur laut. Stripping ratio bulanan bervariasi antara 7.31 – 8.7.  Setiap sequence penambangan terdiri beberapa blok kerja (jenjang kerja) dengan ukuran panjang 100 m, lebar 50, dan tinggi 10 m. Lebar minimal pada jalan lurus adalah 8.92 m dan lebar jalan pada tikungan adalah 19.9 m. Rencana, rancangan, dan tahapan penambangan hasil penelitian ini dapat diterapkan pada tahun 2016 untuk memenuhi target penambangan 50,000 MT/bulan. Kata-kata kunci : Perencanaan tambang, perancangan tambang, tahapan penambangan
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT
Description:
Pembukaan lokasi tambang memerlukan perencanaan dan perancangan tambang yang ekonomis.
Rencana penambangan jangka panjang harus diuraikan ke dalam rencana penambangan jangka pendek yang memuat detil teknis setiap tahapan penambangan (mine sequences).
Perencanaan tambang jangka panjang bertujuan menentukan batas penambangan, merancang open pit, menghitung volume overburden dan sumberdaya batubara yang akan ditambang, merancang disposal, dan merancang jalan tambang.
Perencanaan tahapan penambangan bulanan yang diuraikan dalam tulisan ini bertujuan menentukan batas-batas penambangan agar perbandingan antara overburden dengan batubara (stripping ratio) setimbang pada angka ±8 dalam rangka menjaga kesetimbangan aliran dana.
Rancangan akses jalan tambang ke setiap sequence harus dirancang untuk memastikan penambangan dapat dilakukan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Model batubara yang diolah dari data log bor dikombinasikan dengan model topografi permukaan untuk menghitung sumberdaya batubara yang bisa ditambang sampai SR 8 sekaligus menentukan batas-batas penambangan dengan mempertimbangkan kriteria desain lereng pit yang aman secara geoteknik.
Disposal dirancang berdasarkan kapasitas yang diperoleh dari hasil perhitungan volume overburden dan desain lereng disposal yang aman secara geoteknik.
Tahapan penambangan bulanan disusun berdasarkan target penambangan 50,000 ton/bulan.
Akses jalan tambang ke setiap sequence dirancang menurut batas-batas tahapan penambangan bulanan dan alat angkut yang akan melewatinya.
Batas penambangan direncanakan sampai elevasi 22.
15 mdpl, dengan panjang dan lebar 710 m x 253 m serta luas 15.
11 Ha.
Sumberdaya batubara yang bisa ditambang sebanyak 411,223.
79 Metrik Ton (MT) dengan overburden 3,370,518.
33 BCM.
Umur tambang direncanakan 8 bulan dengan tahapan penambangan dimulai pada awal tahun 2016 dari sisi barat daya ke timur laut.
Stripping ratio bulanan bervariasi antara 7.
31 – 8.
7.
  Setiap sequence penambangan terdiri beberapa blok kerja (jenjang kerja) dengan ukuran panjang 100 m, lebar 50, dan tinggi 10 m.
Lebar minimal pada jalan lurus adalah 8.
92 m dan lebar jalan pada tikungan adalah 19.
9 m.
Rencana, rancangan, dan tahapan penambangan hasil penelitian ini dapat diterapkan pada tahun 2016 untuk memenuhi target penambangan 50,000 MT/bulan.
 Kata-kata kunci : Perencanaan tambang, perancangan tambang, tahapan penambangan.

Related Results

Penentuan rancangan dan rencana sekuen penambangan batubara di Pit Akbar PT Bhima Sakti Bersaudara
Penentuan rancangan dan rencana sekuen penambangan batubara di Pit Akbar PT Bhima Sakti Bersaudara
ABSTRAKPT Bhima Sakti Bersaudara (BSB) akan melakukan kegiatan operasi produksi penambangan Batubara di kecamatan Karang Intan. PT BSB memerlukan tahapan kegiatan penambangan batub...
PENJADWALAN PENAMBANGAN PADA BLOK KARET 5 PT SUMBER KURNIA BUANA
PENJADWALAN PENAMBANGAN PADA BLOK KARET 5 PT SUMBER KURNIA BUANA
PT Sumber Kurnia Buana memiliki wilayah izin penambangan PKP2B seluas 10,920 Ha. Ada penambang tanpa izin yang menambang di Blok Karet 5 yang baru diketahui setelah ditinggalkan ol...
Analisis dan evaluasi parameter kualitas batubara pada stock ROM dan crushing plant PT Jorong Barutama Greston
Analisis dan evaluasi parameter kualitas batubara pada stock ROM dan crushing plant PT Jorong Barutama Greston
Kualitas batubara merupakan parameter utama dalam menentukan sebuah kegiatan baik pengolahan maupun pemanfaatan bahan galian. Kualitas suatu batubara ini juga dapat ditentukan deng...
Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan
Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan
Tambang batubara di Indonesia umumnya melakukan kegiatannya dengan teknik penambangan terbuka. Permasalahan utama yang timbul di wilayah bekas tambang batubara adalah perubahan lin...
EKSTERNALITAS POSITIF TAMBANG BATUBARA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
EKSTERNALITAS POSITIF TAMBANG BATUBARA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kabupaten Kutai Kartanegara, Merupakan daerah yang memproduksi batubara terbanyak di Provinsi Kalimantan timur pada tahun 2017 di produksi perusahaan pemegang izin usaha pertambang...
PEMANFAATAN DRONE UNTUK MONITORING AKURASI PERENCANAAN TAMBANG BATUBARA TERBUKA
PEMANFAATAN DRONE UNTUK MONITORING AKURASI PERENCANAAN TAMBANG BATUBARA TERBUKA
ABSTRAK Pertambangan batubara di Indonesia telah mengalami pasang surut harga yang sangat fluktuatif sejak 2012. Hal tersebut berdampak langsung kepada para pelaku usaha pertambang...
Pit-1 Gene Expression in Human Pituitary Adenomas
Pit-1 Gene Expression in Human Pituitary Adenomas
The anterior pituitary-specific transcription factor Pit-1 (also known as GHF-1) was initially identified and cloned as a transactivator of the GH and PRL genes, and later as a reg...
Rancangan Teknis Penambangan Emas pada PT DEF di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat
Rancangan Teknis Penambangan Emas pada PT DEF di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat
Abstract. PT DEF is a mining industry company engaged in gold ore mining which has a mining area in Simpenan District, Sukabumi Regency, West Java Province. Observations were made ...

Back to Top