Javascript must be enabled to continue!
Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. c. Groenen OFM)
View through CrossRef
Buku ini terbagi menjadi dua bagian besar, bagian pertama menguraikan beberapa hal yang bersangkutan dengan seluruh perjanjian baru. Secara umum isi, corak ciri dan latar belakang perjanjian baru di perkenalkan. Dalam perjanjian baru itu terkumpul 27 krangan. Semua karangan itu, masing-masing dengan caranya sendiri, berbicara tentang Yesus kristus, namun didalamnya juga tercantum beberapa hal mengenai mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Karangan-karangan yang terkumpul dalam perjanjian baru tidak sama corak cirinya. Sebaliknya, karangan-karangan itu sangat berbeda satu sama lain.Bagian kedua mengupas hal-hal yang bersangkutan dengan tiap karangan yang terkumpul dalam perjanjian baru. Karangan-karangan sebanyak 27 yang terkempul dalam perjanjian baru disusun menurut urutan tertentu. Tulisan-tulisan itu membentuk beberapa kelompok tersendiri. Tetapi urutan itu tidak menurut urutannya dalam waktu. Berarti : karangan pertama dalam perjajian baru tidak menunjuk bahwa juga tulis paling dahulu dan mejadikarangan paling tua. Begitu pula halnya dengan karangan kedua, ketiga dan seterusnya. Merek ayang mengumpulkan karangan-karangan itu menjadi satu buku, berpegang pada suatu kaidah lain. Karangan terakhir dalam perjanjian baru, malah dalam seluruh Alkitab, lain lagi sifatnya. kitab Terakhir itu cukup tebal dan diberi judul : wahyu yohanes. Kitab itu terarah ke masa depan, masa terakhir, sedangkan semua karanan lain mengenai masa yang lampau atau masa sekarang (waktu ditulis).
Title: Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. c. Groenen OFM)
Description:
Buku ini terbagi menjadi dua bagian besar, bagian pertama menguraikan beberapa hal yang bersangkutan dengan seluruh perjanjian baru.
Secara umum isi, corak ciri dan latar belakang perjanjian baru di perkenalkan.
Dalam perjanjian baru itu terkumpul 27 krangan.
Semua karangan itu, masing-masing dengan caranya sendiri, berbicara tentang Yesus kristus, namun didalamnya juga tercantum beberapa hal mengenai mereka yang percaya kepada Yesus Kristus.
Karangan-karangan yang terkumpul dalam perjanjian baru tidak sama corak cirinya.
Sebaliknya, karangan-karangan itu sangat berbeda satu sama lain.
Bagian kedua mengupas hal-hal yang bersangkutan dengan tiap karangan yang terkumpul dalam perjanjian baru.
Karangan-karangan sebanyak 27 yang terkempul dalam perjanjian baru disusun menurut urutan tertentu.
Tulisan-tulisan itu membentuk beberapa kelompok tersendiri.
Tetapi urutan itu tidak menurut urutannya dalam waktu.
Berarti : karangan pertama dalam perjajian baru tidak menunjuk bahwa juga tulis paling dahulu dan mejadikarangan paling tua.
Begitu pula halnya dengan karangan kedua, ketiga dan seterusnya.
Merek ayang mengumpulkan karangan-karangan itu menjadi satu buku, berpegang pada suatu kaidah lain.
Karangan terakhir dalam perjanjian baru, malah dalam seluruh Alkitab, lain lagi sifatnya.
kitab Terakhir itu cukup tebal dan diberi judul : wahyu yohanes.
Kitab itu terarah ke masa depan, masa terakhir, sedangkan semua karanan lain mengenai masa yang lampau atau masa sekarang (waktu ditulis).
Related Results
Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. C Groenen OFM)
Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. C Groenen OFM)
Nama Buku Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru .merupakan salah satu buku yang di karang atau disusun oleh, Dr. C Groenen OFM .buku ini memberikan informasi desariah saja maka, cuku...
Realiasi Hukum Perjanjian Dalam Dinamika Hukum Di Indonesia
Realiasi Hukum Perjanjian Dalam Dinamika Hukum Di Indonesia
Perjanjian merupakan kebutuhan masyarakat dalam upaya meningkatkan kebutuhan di bidang ekonomi. Perjanjian termasuk salah satu hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk melakuk...
SIKAP INDONESIA TERHADAP PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG DIBUAT PEMERINTAH BELANDA
SIKAP INDONESIA TERHADAP PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG DIBUAT PEMERINTAH BELANDA
Untuk meneliti kedudukan dari perjanjian-perjanjian Internasional yang dibuat Pemerintah Belanda dan dinyatakan juga berlaku bagi wilayah Hindia Belanda dan sikap Indonesia terhada...
Kepastian Hukum Perjanjian Lisan Arisan Online dalam Perspektif Hukum Perdata
Kepastian Hukum Perjanjian Lisan Arisan Online dalam Perspektif Hukum Perdata
Perjanjian online secara lisan sangat beresiko terjadinya pelanggaran karena anggota yang ikut bisa saja lupa jumlah uang akan dibayarkan, dan aturan lain yang dibuat secara lisan ...
PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI HAK ATAS TANAH
PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI HAK ATAS TANAH
Perjanjian Pengikatan Jual Beli merupakan perjanjian yang lahir dari adanya sifat terbuka yang ada pada KUHPerdata Buku III. Sifat terbuka disini memberikan kebebasan yang seluaslu...
Konsep Dosa dalam Perjanjian Lama dan Hubungannya dengan Konsep Perjanjian
Konsep Dosa dalam Perjanjian Lama dan Hubungannya dengan Konsep Perjanjian
Abstract. This article discusses the relationship between the concept of sin in the Old Testament and the concept of the covenant. The thesis of this article is that the concept of...
REDISIGN TATA LETAK BUKU PADA PERPUSTAKAAN SMA BINA SATRIA MEGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI
REDISIGN TATA LETAK BUKU PADA PERPUSTAKAAN SMA BINA SATRIA MEGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI
Perpustakaan adalah praktik yang penting untuk memastikan bahwa perpustakaan tetap relevan, efisien, dan berfungsi dengan baik. Tata letak buku yang baik menciptakan pengalaman pen...
Analisis Yuridis Kekuatan Hukum Perjanjian Lisan Dalam Hubungan Hukum
Analisis Yuridis Kekuatan Hukum Perjanjian Lisan Dalam Hubungan Hukum
The agreement is one of the legal relations that is often carried out in social life in society. An agreement according to Article 1313 of the Civil Code is an act by which a perso...

