Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fatwa Sesat Syiah dan Legitimasi Kekerasan

View through CrossRef
Abstract Recently, Shi’a-Sunni’s controversy in Indonesia increase dramatically as occurring as geo-political clash in the Middle East, particularly between Saudi Arabia and Iran. The culmination of Indonesian Shi’a’s conflict is assigned by expulsion several communities from their home and village. Afterward, that’s discrimination is legitimated by the book of MUI entitled Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia. This article aims to review the book’s contents by using linguistic philosophy in form of Stephen Toulmin’s theory of argumentation. Stephen Toulmin is professor of Linguistic Philosophy Studies at Cambridge University. He develops six concepts for examine argumentation namely data, claim, warrants, backing, qualifier and rebuttal. Dialectically, its six concepts is related each other to form an argumentation. A good argumentation, as Toulmin’s opinion, is arranged from factual and objective data, supported by strong warrants and backing, truthful qualifier, and can defend from rebuttal. As one of result, this research shows that the correlation between data and claim in MUI’s book categorized as unilateral fact that produces negative issues and impacts to discriminative action for Shi’a community.   Keywords: Indonesian Shi’a, Stephen Toulmin, Theory of Argument Abstrak Perdebatan mengenai Syiah di Indonesia meningkat seiring dengan meruncingnya kontestasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya  yang diwakili oleh Saudi Arabia dan Iran. Konflik Syiah di Indonesia mencapai puncaknya ditandai dengan pengusiran sebagian kelompok Syiah dari tempat tinggal dan kampung halamannya. Perbuatan diskriminatif atas komunitas Syiah itu kemudian mendapatkan legitimasi dengan terbit dan beredarnya buku atas nama MUI pusat yang berjudul Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia. Artikel ini hendak meninjau ulang bangunan wacana dalam buku tersebut dengan perspektif filsafat linguistik, tepatnya menggunakan teori argumentasi yang digagas oleh Stephen Toulmin. Sebuah wacana argumentatif dapat disebut baik, menurut Toulmin, apabila data yang disajikan merupakan fakta bersifat objektif yang didukung oleh warrant dan backing yang kuat, jujur atas qualifier, serta dapat mempertahankan diri dari rebuttal. Salah satu kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara data dan claim  dalam buku MUI tentang Syiah dikategorikan sebagai fakta sepihak yang melahirkan isu negatif dan dapat berimplikasi pada sikap diskriminatif terhadap komunitas syiah.         Kata Kunci: Syiah Indonesia, Stephen Toulmin, Teori Argumentasi.
Title: Fatwa Sesat Syiah dan Legitimasi Kekerasan
Description:
Abstract Recently, Shi’a-Sunni’s controversy in Indonesia increase dramatically as occurring as geo-political clash in the Middle East, particularly between Saudi Arabia and Iran.
The culmination of Indonesian Shi’a’s conflict is assigned by expulsion several communities from their home and village.
Afterward, that’s discrimination is legitimated by the book of MUI entitled Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia.
This article aims to review the book’s contents by using linguistic philosophy in form of Stephen Toulmin’s theory of argumentation.
Stephen Toulmin is professor of Linguistic Philosophy Studies at Cambridge University.
He develops six concepts for examine argumentation namely data, claim, warrants, backing, qualifier and rebuttal.
Dialectically, its six concepts is related each other to form an argumentation.
A good argumentation, as Toulmin’s opinion, is arranged from factual and objective data, supported by strong warrants and backing, truthful qualifier, and can defend from rebuttal.
As one of result, this research shows that the correlation between data and claim in MUI’s book categorized as unilateral fact that produces negative issues and impacts to discriminative action for Shi’a community.
   Keywords: Indonesian Shi’a, Stephen Toulmin, Theory of Argument Abstrak Perdebatan mengenai Syiah di Indonesia meningkat seiring dengan meruncingnya kontestasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya  yang diwakili oleh Saudi Arabia dan Iran.
Konflik Syiah di Indonesia mencapai puncaknya ditandai dengan pengusiran sebagian kelompok Syiah dari tempat tinggal dan kampung halamannya.
Perbuatan diskriminatif atas komunitas Syiah itu kemudian mendapatkan legitimasi dengan terbit dan beredarnya buku atas nama MUI pusat yang berjudul Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia.
Artikel ini hendak meninjau ulang bangunan wacana dalam buku tersebut dengan perspektif filsafat linguistik, tepatnya menggunakan teori argumentasi yang digagas oleh Stephen Toulmin.
Sebuah wacana argumentatif dapat disebut baik, menurut Toulmin, apabila data yang disajikan merupakan fakta bersifat objektif yang didukung oleh warrant dan backing yang kuat, jujur atas qualifier, serta dapat mempertahankan diri dari rebuttal.
Salah satu kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara data dan claim  dalam buku MUI tentang Syiah dikategorikan sebagai fakta sepihak yang melahirkan isu negatif dan dapat berimplikasi pada sikap diskriminatif terhadap komunitas syiah.
        Kata Kunci: Syiah Indonesia, Stephen Toulmin, Teori Argumentasi.

Related Results

Prosedur Istinbat dan Pewartaan Fatwa Ajaran Sesat di Negeri Kedah: Satu Tinjauan
Prosedur Istinbat dan Pewartaan Fatwa Ajaran Sesat di Negeri Kedah: Satu Tinjauan
The preservation and strengthening of the faith of Muslims can be solved through the legitimacy of the law and the preaching of the deviant teachings of fatwa in the attempt to cur...
Fatwa Perspektif Al-Shatibi
Fatwa Perspektif Al-Shatibi
The purpose of this research is to find out Al-Shatibi's fatwa perspective. This research uses a type of library research. The research carried out is descriptive in nature where t...
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “mem...
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
Tulisan ini menjelaskan tentang subtansi kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional dan penerapan kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional. Maka ada 96 fatw...
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penel...
Analisis Keputusan Fatwa Tempatan Sewaktu Pandemik Covid-19 Menurut Kerangka Al-Tarakhkus Fi Al-Fatwa
Analisis Keputusan Fatwa Tempatan Sewaktu Pandemik Covid-19 Menurut Kerangka Al-Tarakhkus Fi Al-Fatwa
Pandemik Coronavirus Disease (COVID-19) telah mendatangkan impak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, politik dan juga urusan keagamaan. Kegiatan ibadat yang melibatkan ...
Penyeragaman Fatwa Berhubung Isu-Isu Wakaf di Malaysia: Satu Sorotan Awal
Penyeragaman Fatwa Berhubung Isu-Isu Wakaf di Malaysia: Satu Sorotan Awal
 Waqf is a part of the field in Islamic jurisprudence related to economic affairs of Muslims. It is derived from hadith of Ibn Umar that Prophet Muhammad (pbuh) ordered to invest t...
FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) TENTANG BERPEDOMAN DALAM BERMEDIA SOSIAL
FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) TENTANG BERPEDOMAN DALAM BERMEDIA SOSIAL
Fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 sebagai pedoman dalam penggunaan media sosial bagi Masyarakat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara mendalam eksistensi F...

Back to Top