Javascript must be enabled to continue!
Kajian Kriminologi Tindakan Hate Speech Akun Fufufafa dan Penerapan Hukum Pidana
View through CrossRef
Abstract. The advancement of information and communication technology has given rise to the cyber era, transforming the way society interacts, including how individuals express their opinions on social media. This has given rise to the phenomenon of hate speech, often conveyed anonymously and with serious psychological and social impacts. Although hate speech is regulated under the UU ITE and KUHP (UU No. 1 Tahun 2024), law enforcement against hate speech, such as in the case of the anonymous account "Fufufafa," still face significant challenges. Therefore, there is a need for stronger regulations, public education, and improved coordination among law enforcement agencies. This research uses a qualitative method with descriptive analysis through a criminological approach, particularly Differential Association Theory. The analysis was conducted to determine the factors causing the perpetrator of the "Fufufafa" account to commit hate speech on social media and to understand the implementation of applicable criminal law regulations regarding hate speech cases by the "Fufufafa" account on social media.
Abstrak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memunculkan era cyber yang mengubah cara masyarakat berinteraksi, termasuk dalam menyampaikan pendapat di media sosial. Hal ini memunculkan fenomena hate speech, yaitu ujaran kebencian yang sering disampaikan secara anonim dan berdampak serius secara psikologis maupun sosial. Meskipun telah diatur dalam UU ITE dan KUHP yang baru (UU No. 1 Tahun 2024), penegakan hukum terhadap hate speech, seperti pada kasus akun anonim “Fufufafa”, masih menghadapi tantangan sehingga diperlukan penguatan regulasi, edukasi masyarakat, dan koordinasi antarpenegak hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskripstif melalui pendekatan kriminologi, khususnya Teori Asosiasi Diferensial. Analisis dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab pelaku akun “Fufufafa” melakukan tindakan hate speech di media sosial serta mengetahui implementasi aturan hukum pidana yang berlaku terhadap kasus hate speech oleh akun "Fufufafa" di media sosial.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Kajian Kriminologi Tindakan Hate Speech Akun Fufufafa dan Penerapan Hukum Pidana
Description:
Abstract.
The advancement of information and communication technology has given rise to the cyber era, transforming the way society interacts, including how individuals express their opinions on social media.
This has given rise to the phenomenon of hate speech, often conveyed anonymously and with serious psychological and social impacts.
Although hate speech is regulated under the UU ITE and KUHP (UU No.
1 Tahun 2024), law enforcement against hate speech, such as in the case of the anonymous account "Fufufafa," still face significant challenges.
Therefore, there is a need for stronger regulations, public education, and improved coordination among law enforcement agencies.
This research uses a qualitative method with descriptive analysis through a criminological approach, particularly Differential Association Theory.
The analysis was conducted to determine the factors causing the perpetrator of the "Fufufafa" account to commit hate speech on social media and to understand the implementation of applicable criminal law regulations regarding hate speech cases by the "Fufufafa" account on social media.
Abstrak.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memunculkan era cyber yang mengubah cara masyarakat berinteraksi, termasuk dalam menyampaikan pendapat di media sosial.
Hal ini memunculkan fenomena hate speech, yaitu ujaran kebencian yang sering disampaikan secara anonim dan berdampak serius secara psikologis maupun sosial.
Meskipun telah diatur dalam UU ITE dan KUHP yang baru (UU No.
1 Tahun 2024), penegakan hukum terhadap hate speech, seperti pada kasus akun anonim “Fufufafa”, masih menghadapi tantangan sehingga diperlukan penguatan regulasi, edukasi masyarakat, dan koordinasi antarpenegak hukum.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskripstif melalui pendekatan kriminologi, khususnya Teori Asosiasi Diferensial.
Analisis dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab pelaku akun “Fufufafa” melakukan tindakan hate speech di media sosial serta mengetahui implementasi aturan hukum pidana yang berlaku terhadap kasus hate speech oleh akun "Fufufafa" di media sosial.
Related Results
POLITIK HUKUM PIDANA ADAT DALAM PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA INDONESIA
POLITIK HUKUM PIDANA ADAT DALAM PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA INDONESIA
Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalis apakah hukumpidana adat memiliki urgensi untuk diadopsi ke dalam hukum pidana nasional danpengaturan hukum ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pidana Perubahan Pidana Mati Menjadi Pidana Penjara Melalui Pemidanaan Secara Alternatif Mati Sebagai Pidana Alternatif: Merubah Penjatuhan Pidana Mati Menjadi Pidana Penjara
Pidana Perubahan Pidana Mati Menjadi Pidana Penjara Melalui Pemidanaan Secara Alternatif Mati Sebagai Pidana Alternatif: Merubah Penjatuhan Pidana Mati Menjadi Pidana Penjara
Hukum pidana di Indonesia masih memberlakukan pidana mati. Politik hukum Pemeritah Indonesia berpengaruh pada penjatuhan dan/atau eksekusi pidana mati. Pemerintah Indonesia saat i...
Vihapuheen kohteet ja teemat sekä lajit ja muodot ennen ja nyt
Vihapuheen kohteet ja teemat sekä lajit ja muodot ennen ja nyt
Tässä artikkelissa on analysoitu vihapuheen olemusta ja puhunnan muotoja 1930- ja 2000-luvuilla. Tavoitteena on ollut etsiä niitä yhtäläisyyksiä ja eroja, joita kahdella eri aikaka...
RESTORATIVE JUSTICE PEMBAHARUAN HUKUM ACARA PIDANA
RESTORATIVE JUSTICE PEMBAHARUAN HUKUM ACARA PIDANA
Secara sejarah, upaya alternatif dalam menyelesaikan perkara pidana telah ada sejak zaman penjajahan Belanda, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Contohnya terlihat dalam Pasal 82 Ki...
KEBIJAKAN SANKSI PIDANA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA
KEBIJAKAN SANKSI PIDANA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA
Sanksi pidana bertujuan memberi penderitaan istimewa (Bijzonder leed) kepada pelanggar supaya ia merasakan akibat perbuatannya. Selain ditujukan pada pengenaan penderitaan terhadap...
KEBIJAKAN KRIMINALISASI DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM TINDAK PIDANA FISKAL
KEBIJAKAN KRIMINALISASI DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM TINDAK PIDANA FISKAL
Tindak pidana fiskal adalah perbuatan tertentu di bidang fiskal yang diberi sanksipidana. Peraturan perundang-undangan di bidang fiskal memuat tindak pidana fiskal yangmerupakan su...
ATURAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL DALAM PELANGGARAN KEJAHATAN GENOSIDA
ATURAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL DALAM PELANGGARAN KEJAHATAN GENOSIDA
Dalam hukum pidana internasional, belum banyak orang mengetahui tentang hal ini. Ada yang mengatakan bahwa selain masih kurangnya referensi tentang hukum pidana internasional, juga...

