Javascript must be enabled to continue!
Living Hadis Dalam Pemberdayaan Masyarakat: Studi Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan
View through CrossRef
Studi ini dilatari masalah pengelolaan sampah di Indonesia dan perlunya inspirasi gerakan dakwah pemberdayaan masyarakat untuk turut mengelola sampah. Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan merupakan contoh gerakan yang berhasil mewujudkan living hadis dalam suatu dakwah pemberdayaan untuk pengelolaan sampah yang sinergis dengan pemberdayaan sosial dan spiritual. Minimnya kajian living hadis yang berbentuk dakwah pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekologi, sosial dan spritiual, menjadikan fenomena ini menarik dikaji. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan living hadis dalam tinjauan dakwah pemberdayaan dari Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan. Studi ini menggunakan metode kualitatif-deksriptif dan pendekatan kepustakaan untuk mendeskripsikan living hadis Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan dengan tinjauan unsur-unsur khas dakwah pemberdayaan masyarakat. Ditemukan bahwa gerakan ini berangkat dari pemahaman hadis-hadis tentang sedekah dan kebersihan lingkungan seperti yang terdapat pada hadis Bukhari, Muslim dan Tirmidzi. Pemahaman hadis-hadis itu melandasi perumusan tujuan, obyek, materi berbentuk rincian program gerakan sedekah sampah, serta melandasi pendekatan dakwah pemberdayaan khususnya aspek pemungkinan dan penguatan. Karakter dakwah pemberdayaan menjadikan masyarakat juga turut dilibatkan sebagai subyek dakwah, metode dakwah ditekankan pada dialog serta partisipasi bersama. Untuk pendekatan dakwah pemberdayaan berupa penyokongan dan pemeliharaan secara teknis tidak didasarkan dari pemahaman hadis secara langsung, namun dirumuskan sesuai kebutuhan agar living hadis yang diharapkan dapat terwujud.
Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Hadid
Title: Living Hadis Dalam Pemberdayaan Masyarakat: Studi Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan
Description:
Studi ini dilatari masalah pengelolaan sampah di Indonesia dan perlunya inspirasi gerakan dakwah pemberdayaan masyarakat untuk turut mengelola sampah.
Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan merupakan contoh gerakan yang berhasil mewujudkan living hadis dalam suatu dakwah pemberdayaan untuk pengelolaan sampah yang sinergis dengan pemberdayaan sosial dan spiritual.
Minimnya kajian living hadis yang berbentuk dakwah pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekologi, sosial dan spritiual, menjadikan fenomena ini menarik dikaji.
Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan living hadis dalam tinjauan dakwah pemberdayaan dari Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan.
Studi ini menggunakan metode kualitatif-deksriptif dan pendekatan kepustakaan untuk mendeskripsikan living hadis Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan dengan tinjauan unsur-unsur khas dakwah pemberdayaan masyarakat.
Ditemukan bahwa gerakan ini berangkat dari pemahaman hadis-hadis tentang sedekah dan kebersihan lingkungan seperti yang terdapat pada hadis Bukhari, Muslim dan Tirmidzi.
Pemahaman hadis-hadis itu melandasi perumusan tujuan, obyek, materi berbentuk rincian program gerakan sedekah sampah, serta melandasi pendekatan dakwah pemberdayaan khususnya aspek pemungkinan dan penguatan.
Karakter dakwah pemberdayaan menjadikan masyarakat juga turut dilibatkan sebagai subyek dakwah, metode dakwah ditekankan pada dialog serta partisipasi bersama.
Untuk pendekatan dakwah pemberdayaan berupa penyokongan dan pemeliharaan secara teknis tidak didasarkan dari pemahaman hadis secara langsung, namun dirumuskan sesuai kebutuhan agar living hadis yang diharapkan dapat terwujud.
Related Results
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...

