Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PERBEDAAN TIPE BELITAN TERHADAP HARMONISA DISTRIBUSI MMF CELAH UDARA MOTOR INDUKSI

View through CrossRef
Motor induksi merupakan salah satu motor listrik yang luas penggunaannya. Dalam kondisi tertentu motor induksi tak jarang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh beban berlebih, hubung singkat di dalam kumparan, maupun kondisi lingkungan yang membuat motor induksi bekerja diluar batas kemampuannya. Salah satu akibat dari kerusakan pada motor induksi adalah kondisi kumparan yang tidak memungkinkan untuk digunakan lagi sehingga harus dilakukan rewinding. Setiap tipe belitan stator motor induksi akan menghasilkan distribusi magnetomotive force (MMF) pada celah udara yang berbeda. MMF yang dihasilkan terdiri dari komponen fundamental dan komponen harmonisanya. Jumlah komponen harmonisa pada distribusi MMF celah udara menimbulkan torsi parasit yang akan berpengaruh pada unjuk kerja motor induksi. Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian perbandingan bentuk distribusi MMF celah udara terhadap dua tipe belitan yang berbeda yakni terbagi-screw (Motor A) dan terpusat-terditribusi (Motor B) pada motor induksi 1 fasa dengan kapasitas 1 kW 1000 rpm. Dari analisis harmonisa dan berbeban Motor A memiliki komponen harmonisa lebih tinggi dibanding Motor B sehingga Motor B memiliki peforma yang baik dalam hal torsi sebesar 4,608 Nm dibanding Motor A sebesar 3,37 Nm.
Title: PENGARUH PERBEDAAN TIPE BELITAN TERHADAP HARMONISA DISTRIBUSI MMF CELAH UDARA MOTOR INDUKSI
Description:
Motor induksi merupakan salah satu motor listrik yang luas penggunaannya.
Dalam kondisi tertentu motor induksi tak jarang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh beban berlebih, hubung singkat di dalam kumparan, maupun kondisi lingkungan yang membuat motor induksi bekerja diluar batas kemampuannya.
Salah satu akibat dari kerusakan pada motor induksi adalah kondisi kumparan yang tidak memungkinkan untuk digunakan lagi sehingga harus dilakukan rewinding.
Setiap tipe belitan stator motor induksi akan menghasilkan distribusi magnetomotive force (MMF) pada celah udara yang berbeda.
MMF yang dihasilkan terdiri dari komponen fundamental dan komponen harmonisanya.
Jumlah komponen harmonisa pada distribusi MMF celah udara menimbulkan torsi parasit yang akan berpengaruh pada unjuk kerja motor induksi.
Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian perbandingan bentuk distribusi MMF celah udara terhadap dua tipe belitan yang berbeda yakni terbagi-screw (Motor A) dan terpusat-terditribusi (Motor B) pada motor induksi 1 fasa dengan kapasitas 1 kW 1000 rpm.
Dari analisis harmonisa dan berbeban Motor A memiliki komponen harmonisa lebih tinggi dibanding Motor B sehingga Motor B memiliki peforma yang baik dalam hal torsi sebesar 4,608 Nm dibanding Motor A sebesar 3,37 Nm.

Related Results

Mycophenolate Mofetil Use for Inflammatory Bowel Disease
Mycophenolate Mofetil Use for Inflammatory Bowel Disease
Mycophenolate Mofetil (MMF) is a prodrug that gets converted to mycophenolic acid (MPA). MPA inhibits the Akt/mTOR and STAT5 pathways and has a reversible cytostatic effect on T an...
ANALISIS FINITE ELEMENT PENGARUH LEBAR CELAH UDARA TERHADAP PEFORMA MOTOR INDUKSI SATU FASA
ANALISIS FINITE ELEMENT PENGARUH LEBAR CELAH UDARA TERHADAP PEFORMA MOTOR INDUKSI SATU FASA
Motor induksi merupakan motor listrik yang luas penggunaannya khususnya pada industri. Seringkali industri yang terletak jauh di pedalaman, bila terjadi kerusakan pada motor induks...
Mycophenolate Mofetil (MMF)-Induced Colitis
Mycophenolate Mofetil (MMF)-Induced Colitis
Abstract Introduction MMF is an immunosuppressive drug frequently used for graft-versus-host disease (GVHD) prophylaxis and management. MMF-induced co...
Analisis Karakteristik Harmonisa Pada Sistem Elektrikal Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 2
Analisis Karakteristik Harmonisa Pada Sistem Elektrikal Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 2
Beban non-linier secara masif digunakan pada berbagai industri termasuk pembangkit tenaga listrik. Penggunaan beban non-linier banyak digunakan karena memiliki efisiensi energi yan...
Non-Hermitian mode management in optical fibers and waveguides
Non-Hermitian mode management in optical fibers and waveguides
(English) This thesis uncovers a novel approach to tailoring optical beam transformations in GRaded INdex (GRIN) MultiMode Fibers (MMFs) through non-Hermitian mode management. Rece...
PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA PADA PENGEMBANGAN INSTALASI TENAGA DAN INSTALASI PENERANGAN DI BENGKEL LISTRIK
PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA PADA PENGEMBANGAN INSTALASI TENAGA DAN INSTALASI PENERANGAN DI BENGKEL LISTRIK
Abstract The use of an induction motor in an electrical power generation system is needed where the usefulness of an induction motor is as driving. Constraints on the ...

Back to Top