Javascript must be enabled to continue!
Analisis Karakteristik Harmonisa Pada Sistem Elektrikal Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 2
View through CrossRef
Beban non-linier secara masif digunakan pada berbagai industri termasuk pembangkit tenaga listrik. Penggunaan beban non-linier banyak digunakan karena memiliki efisiensi energi yang tinggi, namun berdampak lainnya timbulnya harmonisa pada sisi sumber sistem kelistrikan. Salah satunya pada Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok blok 2 berlokasi di kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia menggunakan konverter AC/DC tiga fasa gelombang penuh untuk sistem DC power sebagai sumber daya utama pada peralatan DC pembangkit. Dikarenakan permintaan suplai daya DC yang tinggi, sehingga diperlukan pengoperasian konverter AC/DC tiga fasa gelombang penuh dengan kapasitas yang besar. Harmonisa yang ditimbulkan memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung dari jenis beban non-linier yang digunakan. Maka dari itu, diperlukan kajian pemodelan sistem elektrikal dan beban-beban non-linier untuk mengetahui karakteristik dan nilai harmonisa pada sistem elektrikal pembangkit tersebut. Hasil ini akan dibandingkan dengan standar IEEE 519-1992.
Hasil pendekatan ekivalen menunjukkan bahwa penggunaan konverter tersebut membangkitkan harmonisa arus pada sisi sumber dengan orde ganjil selain kelipatan tiga yang memiliki magnitudo arus harmonisa yang besar. Lalu, berdasarkan pendekatan ekivalen sistem elektrikal dengan simulasi Matlab didapatkan THDI pada busbar 400V Essential Service PDC 4 sebagai titik sambung bersama sebesar 16,65%, sedangkan melalui simulasi Psim didapatkan THDI sebesar 21,47%. Lalu, THDI pada busbar 400V Auxilliary Power Panel 11B berdasarkan Matlab sebesar 41,25% dan 42,23% pada Psim. Hasil simulasi ini melewati persentase standar harmonisa yang diizinkan oleh IEEE 519 - 1992. Harmonisa ini memberikan dampak negatif seperti pembebanan lebih pada motor-motor induksi, kabel dan transformator sehingga temperatur berlebih pada alat dan penurunan life time. Lalu dampak harmonisa arus juga menimbulkan rugi-rugi daya listrik pemakaian sendiri pada peralatan auxilliary pembangkit yang terbuang dalam bentuk panas.
Kata Kunci : Harmonisa, beban non-linear, Konverter AC/DC, IEEE 519-1992, THD.
Politeknik Negeri Bandung
Title: Analisis Karakteristik Harmonisa Pada Sistem Elektrikal Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 2
Description:
Beban non-linier secara masif digunakan pada berbagai industri termasuk pembangkit tenaga listrik.
Penggunaan beban non-linier banyak digunakan karena memiliki efisiensi energi yang tinggi, namun berdampak lainnya timbulnya harmonisa pada sisi sumber sistem kelistrikan.
Salah satunya pada Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok blok 2 berlokasi di kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia menggunakan konverter AC/DC tiga fasa gelombang penuh untuk sistem DC power sebagai sumber daya utama pada peralatan DC pembangkit.
Dikarenakan permintaan suplai daya DC yang tinggi, sehingga diperlukan pengoperasian konverter AC/DC tiga fasa gelombang penuh dengan kapasitas yang besar.
Harmonisa yang ditimbulkan memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung dari jenis beban non-linier yang digunakan.
Maka dari itu, diperlukan kajian pemodelan sistem elektrikal dan beban-beban non-linier untuk mengetahui karakteristik dan nilai harmonisa pada sistem elektrikal pembangkit tersebut.
Hasil ini akan dibandingkan dengan standar IEEE 519-1992.
Hasil pendekatan ekivalen menunjukkan bahwa penggunaan konverter tersebut membangkitkan harmonisa arus pada sisi sumber dengan orde ganjil selain kelipatan tiga yang memiliki magnitudo arus harmonisa yang besar.
Lalu, berdasarkan pendekatan ekivalen sistem elektrikal dengan simulasi Matlab didapatkan THDI pada busbar 400V Essential Service PDC 4 sebagai titik sambung bersama sebesar 16,65%, sedangkan melalui simulasi Psim didapatkan THDI sebesar 21,47%.
Lalu, THDI pada busbar 400V Auxilliary Power Panel 11B berdasarkan Matlab sebesar 41,25% dan 42,23% pada Psim.
Hasil simulasi ini melewati persentase standar harmonisa yang diizinkan oleh IEEE 519 - 1992.
Harmonisa ini memberikan dampak negatif seperti pembebanan lebih pada motor-motor induksi, kabel dan transformator sehingga temperatur berlebih pada alat dan penurunan life time.
Lalu dampak harmonisa arus juga menimbulkan rugi-rugi daya listrik pemakaian sendiri pada peralatan auxilliary pembangkit yang terbuang dalam bentuk panas.
Kata Kunci : Harmonisa, beban non-linear, Konverter AC/DC, IEEE 519-1992, THD.
Related Results
ASSOCIATION OF THE SERUM LEVELS OF C-REACTIVE PROTEIN WITH ITS GENE POLYMORPHISMS AND ACUTE CORONARY SYNDROME
ASSOCIATION OF THE SERUM LEVELS OF C-REACTIVE PROTEIN WITH ITS GENE POLYMORPHISMS AND ACUTE CORONARY SYNDROME
Objectives
To investigate the association of the serum levels of CRP with its gene polymorphisms and the risk of ACS in Chinese Han population in Sunan region.
...
Perbaikan Keandalan PLTU Tembilahan dengan Penambahan Kapasitas Pembangkit
Perbaikan Keandalan PLTU Tembilahan dengan Penambahan Kapasitas Pembangkit
Untuk memastikan keandalan sistem pembangkit yang baik, adanya unit pembangkit yang beroperasi atau cadangan daya yang memadai di sistem pembangkit sangatlah penting. Ketersediaan ...
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Energi listrik merupakan salah satu jenis energi yang paling banyak digunakan dalam aktivitas manusia sehari-hari. pemenuhan kebutuhan energi listrik dapat meningkatkan kesejahtera...
KONSERVASI DAN PEMBERDAYAAN PENGELOLAAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF PLTS, PLTMH DI KECAMATAN BULANGO ULU KABUPATEN BONE BOLANGO, GORONTALO
KONSERVASI DAN PEMBERDAYAAN PENGELOLAAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF PLTS, PLTMH DI KECAMATAN BULANGO ULU KABUPATEN BONE BOLANGO, GORONTALO
Desa Pilolaheya dan Desa Suka Makmur telah memiliki sistem pembangkit listrik terbarukan yaitu PLTS terdapat di desa Pilolaheya dan PLTMH di desa Suka Makmur. Sistem pembangkit yan...
ANALISA EXERGI SISTEM KOGENERASI SIKLUS KOMBINASI
ANALISA EXERGI SISTEM KOGENERASI SIKLUS KOMBINASI
Salah satu sektor pemakai terbesar energi fosil adalah Pusat Listrik Tenaga Gas, sehingga optimalisasi konservasi energi pada pusat listrik ini menjadi signifikan. Untuk mengetahui...
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off-Grid dengan Proteksi Baterai
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off-Grid dengan Proteksi Baterai
Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok bagi keperluan rumah tangga, namun banyak daerah di Indonesia yang masih belum terakses listrik PLN. Untuk menghasilkan listrik dapat dilakuka...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisa Keekonomian dan Optimalisasi Sistem Pembangkit Listrik Hybrid Tenaga Diesel, Tenaga Surya dan Tenaga Hydrogen pada Pulau Sebesi Provinsi Lampung
Analisa Keekonomian dan Optimalisasi Sistem Pembangkit Listrik Hybrid Tenaga Diesel, Tenaga Surya dan Tenaga Hydrogen pada Pulau Sebesi Provinsi Lampung
Pulau Sebesi di Provinsi Lampung saat ini masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk kebutuhan energinya, dengan beban rata-rata sebesar 100 kW dan biaya poko...

