Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS FINITE ELEMENT PENGARUH LEBAR CELAH UDARA TERHADAP PEFORMA MOTOR INDUKSI SATU FASA

View through CrossRef
Motor induksi merupakan motor listrik yang luas penggunaannya khususnya pada industri. Seringkali industri yang terletak jauh di pedalaman, bila terjadi kerusakan pada motor induksi dilakukan perbaikan dengan cara replacement antara motor induksi yang satu dengan motor induksi yang lain dan hanya diperhatikan daya motor dan sistem tegangan yang digunakan, sehinga seringkali dimensinya juga tidak persis sama. Dengan adanya kegiatan replacement tersebut diduga motor induksi tersebut akan mengalami banyak perubahan khususnya lebar celah udaranya. Untuk menghindari nilai effisiensi yang rendah, faktor daya yang buruk, dan kerapatan torsi yang rendah maka jarak celah udara suatu motor induksi tidak dirancang terlalu lebar. Di sisi lain distorsi distribusi kerapatan fluks celah udara dapat diminimalkan dengan memperbesar jarak celah udara. Penelitian ini dilakukan pengikisan sedikit diameter rotor pada motor induksi satu fasa rotor sangkar 1 kW 1000 rpm sehingga lebar celah udara 3,5 mm (Rotor A), 2,5 mm (Rotor B), dan 4 mm (Rotor C). Melalui analisis Finite Element menggunakan software FEMM 4.2 didapatkan kerapatan fluks celah udara tertinggi pada Rotor A 0,456 T, Rotor B 0,634 T, Rotor C sebesar 0,399 T. Sedangkan daya output saat beban nominal masing-masing motor didapatkan 0,77 kW (Rotor A), 1,03 kW (Rotor B), dan 0,69 kW Rotor C).
Title: ANALISIS FINITE ELEMENT PENGARUH LEBAR CELAH UDARA TERHADAP PEFORMA MOTOR INDUKSI SATU FASA
Description:
Motor induksi merupakan motor listrik yang luas penggunaannya khususnya pada industri.
Seringkali industri yang terletak jauh di pedalaman, bila terjadi kerusakan pada motor induksi dilakukan perbaikan dengan cara replacement antara motor induksi yang satu dengan motor induksi yang lain dan hanya diperhatikan daya motor dan sistem tegangan yang digunakan, sehinga seringkali dimensinya juga tidak persis sama.
Dengan adanya kegiatan replacement tersebut diduga motor induksi tersebut akan mengalami banyak perubahan khususnya lebar celah udaranya.
Untuk menghindari nilai effisiensi yang rendah, faktor daya yang buruk, dan kerapatan torsi yang rendah maka jarak celah udara suatu motor induksi tidak dirancang terlalu lebar.
Di sisi lain distorsi distribusi kerapatan fluks celah udara dapat diminimalkan dengan memperbesar jarak celah udara.
Penelitian ini dilakukan pengikisan sedikit diameter rotor pada motor induksi satu fasa rotor sangkar 1 kW 1000 rpm sehingga lebar celah udara 3,5 mm (Rotor A), 2,5 mm (Rotor B), dan 4 mm (Rotor C).
Melalui analisis Finite Element menggunakan software FEMM 4.
2 didapatkan kerapatan fluks celah udara tertinggi pada Rotor A 0,456 T, Rotor B 0,634 T, Rotor C sebesar 0,399 T.
Sedangkan daya output saat beban nominal masing-masing motor didapatkan 0,77 kW (Rotor A), 1,03 kW (Rotor B), dan 0,69 kW Rotor C).

Related Results

PENGARUH PERBEDAAN TIPE BELITAN TERHADAP HARMONISA DISTRIBUSI MMF CELAH UDARA MOTOR INDUKSI
PENGARUH PERBEDAAN TIPE BELITAN TERHADAP HARMONISA DISTRIBUSI MMF CELAH UDARA MOTOR INDUKSI
Motor induksi merupakan salah satu motor listrik yang luas penggunaannya. Dalam kondisi tertentu motor induksi tak jarang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh beban berlebih, h...
Modifikasi Rewinding Motor Induksi Satu Fasa Menjadi Tiga Fasa untuk Meningkatkan Efisiensi Daya Lisrik
Modifikasi Rewinding Motor Induksi Satu Fasa Menjadi Tiga Fasa untuk Meningkatkan Efisiensi Daya Lisrik
Motor induksi banyak digunakan sebagai penggerak listrik, namun motor induksi satu fasa memiliki keterbatasan pada torsi dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ...
KARAKTERISTIK INGOT PADUAN U-Zr-Nb PASCA PROSES QUENCHING
KARAKTERISTIK INGOT PADUAN U-Zr-Nb PASCA PROSES QUENCHING
KARAKTERISTIK INGOT PADUAN U-Zr-Nb PASCA PROSES QUENCHING . Telah dilakukan percobaan perlakuan panas (quenching) paduan U-Zr-Nb  yang bervariasi komposisi Nb. Ingot paduan U-Zr-Nb...
ANALISA PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN SUDUT FASA PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA MENGGUNAKAN MATLAB
ANALISA PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN SUDUT FASA PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA MENGGUNAKAN MATLAB
Ketidakseimbangan sudut fasa akan mempengaruhi motor induksi . Pada kondisi ini dapat menyebabkan kecelakaan pada motor induksi yang membuat mesin menjadi cepat panas, sehingga men...
PENGARUH DIMENSI MAGNET PERMANEN NdFeB DAN JARAK CELAH UDARA TERHADAP KINERJA GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL SATU FASA
PENGARUH DIMENSI MAGNET PERMANEN NdFeB DAN JARAK CELAH UDARA TERHADAP KINERJA GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL SATU FASA
The purpose of this research is to know the influence of NdFeB permanent magnet dimensions and the distance of air gap on performance of single phase axial flux permanent mag...

Back to Top