Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perubahan Nilai Kekuatan Tarik Pada Hasil Pengelasan Friction Stir Welding Aluminium 2024 - T3 Yang Menggunakan Perlakuan Transient Thermal

View through CrossRef
<p><em>Paduan aluminium seri 2xxx merupakan paduan Al-Cu dengan sifat mekanis yang cukup tinggi, yaitu tegangan tarik maksimum 470 MPa dan tegangan luluh 280 MPa. Paduan aluminium ini merupakan paduan aluminium yang memiliki mampu las rendah sehingga salah satu metode untuk meningkatkan kekuatan las adalah dengan menerapkan proses pengelasan friction stir welding (FSW). Salah satu perlakuan yang tepat dalam pengelasan FSW pada aluminium adalah memberikan pemanasan lokal di daerah sekitar las, dengan posisi pemanas berada didepantool las atau perlakukan transient thermal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan nilai kekuatan tarik pada paduan aluminium dengan pengelasan FSW tanpa pemanas dan pengelasan FSW dengan tambahan pemanas (transient thermal). Metode Penelitian dilakukan dengan pengelasan paduan aluminium plat 2024-T3 menggunakan teknik FSW tanpa pemanas dan teknik FSW dengan perlakuan transient thermal. Perlakukan panas (transient thermal) dilakukan dengan meletakkan pemanas di depan tool las. Kecepatan pengelasan FSW ditentukan adalah 12 mm / menit dan 1200 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi ultimate tensile strength (σmax) diperoleh dari spesimen dengan las FSW tanpa perlakuan panas yaitu adalah 297,28 MPa. Perlakuan transient thermal dengan posisi heater di depan alur las menyebabkan penurunan nilai kekuatan tarik. Penurunan nilai tegangan tarik maksimum terjadi sekitar 32,2%, sedangkan nilai tegangan luluh terjadi penurunan dari spesimen tanpa pemanasan dengan spesimen yang menggunakan pemanasan (transient thermal) yaitu sebesar 32,5%. Hasil pengujian tarik juga menunjukkan bahwa terjadi patah getas dan lokasi patah berada pada daerah las.</em></p><strong><em>Kata Kunci :</em></strong><em> Aluminium, FSW, Transient Thermal, Uji Tarik</em>
Politeknik Negeri Semarang
Title: Perubahan Nilai Kekuatan Tarik Pada Hasil Pengelasan Friction Stir Welding Aluminium 2024 - T3 Yang Menggunakan Perlakuan Transient Thermal
Description:
<p><em>Paduan aluminium seri 2xxx merupakan paduan Al-Cu dengan sifat mekanis yang cukup tinggi, yaitu tegangan tarik maksimum 470 MPa dan tegangan luluh 280 MPa.
Paduan aluminium ini merupakan paduan aluminium yang memiliki mampu las rendah sehingga salah satu metode untuk meningkatkan kekuatan las adalah dengan menerapkan proses pengelasan friction stir welding (FSW).
Salah satu perlakuan yang tepat dalam pengelasan FSW pada aluminium adalah memberikan pemanasan lokal di daerah sekitar las, dengan posisi pemanas berada didepantool las atau perlakukan transient thermal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan nilai kekuatan tarik pada paduan aluminium dengan pengelasan FSW tanpa pemanas dan pengelasan FSW dengan tambahan pemanas (transient thermal).
Metode Penelitian dilakukan dengan pengelasan paduan aluminium plat 2024-T3 menggunakan teknik FSW tanpa pemanas dan teknik FSW dengan perlakuan transient thermal.
Perlakukan panas (transient thermal) dilakukan dengan meletakkan pemanas di depan tool las.
Kecepatan pengelasan FSW ditentukan adalah 12 mm / menit dan 1200 rpm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi ultimate tensile strength (σmax) diperoleh dari spesimen dengan las FSW tanpa perlakuan panas yaitu adalah 297,28 MPa.
Perlakuan transient thermal dengan posisi heater di depan alur las menyebabkan penurunan nilai kekuatan tarik.
Penurunan nilai tegangan tarik maksimum terjadi sekitar 32,2%, sedangkan nilai tegangan luluh terjadi penurunan dari spesimen tanpa pemanasan dengan spesimen yang menggunakan pemanasan (transient thermal) yaitu sebesar 32,5%.
Hasil pengujian tarik juga menunjukkan bahwa terjadi patah getas dan lokasi patah berada pada daerah las.
</em></p><strong><em>Kata Kunci :</em></strong><em> Aluminium, FSW, Transient Thermal, Uji Tarik</em>.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Analisis Kecepatan Putar, Durasi Gesek dan Tekanan Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan Gesek (Friction Welding)
Analisis Kecepatan Putar, Durasi Gesek dan Tekanan Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan Gesek (Friction Welding)
Pengelasan busur listrik elektroda terbungkus cocok digunakan untuk pelat-pelat datar. Namun untuk benda pejal sulit untuk dilakukan, apabila digunakan untuk benda pejal, maka, has...
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
Hasil pengelasan yang baik merupakan tujuan utama dari proses pengelasan. Banyak terjadi hasil pengelasan yang kurang baik seperti cacat-cacat las, kekuatan yang dihasilkan kurang ...
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Penstock pipe adalah inti dari proses pengaliran air bertekanan dari bendungan sampai ke turbin, sehingga diperlukan hasil sambungan pengelasan yang baik tanpa cacat las di daerah ...
ANALISIS SIFAT MEKANIS BAJA St.60 HASIL PENGELASAN FRICTION WELDING DENGAN VARIASI PENDINGIN
ANALISIS SIFAT MEKANIS BAJA St.60 HASIL PENGELASAN FRICTION WELDING DENGAN VARIASI PENDINGIN
Banyaknya komponen dalam industri manufaktur memerlukan penggunaan teknik pengelasan yang efektif dan efisien. Pengelasan gesekan adalah metode penyambungan benda padat di mana laj...
ANALISIS PRODUK HASIL KOMBINASI PROSES PENGELASAN DAN PERLAKUAN PANAS ALUMINIUM 6061
ANALISIS PRODUK HASIL KOMBINASI PROSES PENGELASAN DAN PERLAKUAN PANAS ALUMINIUM 6061
Sering kali di industri suatu komponen atau struktur dari logam aluminium (aluminium alloys) harusmengalami proses manufaktur pengelasan (welding) sebagai salah satu metode penyamb...
Pengaruh Media Pendingin Pasca Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik
Pengaruh Media Pendingin Pasca Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik
Pengelasan merupakan penyatuan dua buah logam atau lebih untuk membentuk suatu sambungan dengan cara melalui proses pemanasan. Sambungan pengelasan pada material juga berpengaruh p...

Back to Top