Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PRODUK HASIL KOMBINASI PROSES PENGELASAN DAN PERLAKUAN PANAS ALUMINIUM 6061
View through CrossRef
Sering kali di industri suatu komponen atau struktur dari logam aluminium (aluminium alloys) harusmengalami proses manufaktur pengelasan (welding) sebagai salah satu metode penyambungan logam (metaljoining) dan perlakuan panas (heat treatment) untuk memperoleh atau mengubah sifat tertentu dari logamtersebut, karena itu perlu dilakukan analisis terhadap kombinasi kedua proses tersebut. Penelitian inibertujuan mengetahui pengaruh kombinasi pengelasan dan perlakuan panas terhadap sifat mekanik(mechanical properties) logam aluminium.Material teknik yang digunakan adalah logam aluminium 6061, proses pengelasan yang dilakukanadalah tungsten inert gas (TIG welding) atau GTAW (Gas Tungsten Arc Welding), proses perlakuan panasyang dilakukan adalah aging (precipitation hardening/ strengthening), pengujian yang dilaksanakan adalahpengujian tarik (tensile/tension test) dan pengujian kekerasan (hardness test).Kekuatan logam rata-rata setelah dilakukan proses pengelasan adalah 28,5 Kgf/mm2 artinya logamini mampu menahan beban hingga sebesar itu tanpa mengalami perpatahan (fracture), sedangkan kekuatanlogam lasan setelah dilakukan proses perlakuan panas rata-rata meningkat menjadi 48,7 Kgf/mm2. Secaraumum nilai kekerasan logam berbanding lurus dengan kekuatannya sehingga kekerasan logam lasan setelahdilakukan proses perlakuan panas juga meningkat. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalahbahwa proses perlakuan panas artificial aging pada hasil proses pengelasan logam aluminium secara umumakan meningkatkan sifat mekanik.
Title: ANALISIS PRODUK HASIL KOMBINASI PROSES PENGELASAN DAN PERLAKUAN PANAS ALUMINIUM 6061
Description:
Sering kali di industri suatu komponen atau struktur dari logam aluminium (aluminium alloys) harusmengalami proses manufaktur pengelasan (welding) sebagai salah satu metode penyambungan logam (metaljoining) dan perlakuan panas (heat treatment) untuk memperoleh atau mengubah sifat tertentu dari logamtersebut, karena itu perlu dilakukan analisis terhadap kombinasi kedua proses tersebut.
Penelitian inibertujuan mengetahui pengaruh kombinasi pengelasan dan perlakuan panas terhadap sifat mekanik(mechanical properties) logam aluminium.
Material teknik yang digunakan adalah logam aluminium 6061, proses pengelasan yang dilakukanadalah tungsten inert gas (TIG welding) atau GTAW (Gas Tungsten Arc Welding), proses perlakuan panasyang dilakukan adalah aging (precipitation hardening/ strengthening), pengujian yang dilaksanakan adalahpengujian tarik (tensile/tension test) dan pengujian kekerasan (hardness test).
Kekuatan logam rata-rata setelah dilakukan proses pengelasan adalah 28,5 Kgf/mm2 artinya logamini mampu menahan beban hingga sebesar itu tanpa mengalami perpatahan (fracture), sedangkan kekuatanlogam lasan setelah dilakukan proses perlakuan panas rata-rata meningkat menjadi 48,7 Kgf/mm2.
Secaraumum nilai kekerasan logam berbanding lurus dengan kekuatannya sehingga kekerasan logam lasan setelahdilakukan proses perlakuan panas juga meningkat.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalahbahwa proses perlakuan panas artificial aging pada hasil proses pengelasan logam aluminium secara umumakan meningkatkan sifat mekanik.
Related Results
STUDI PENGARUH PREHEAT DAN POST HEAT TERHADAP SIFAT MEKANIK ALUMINIUM 6061 DENGAN PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS
STUDI PENGARUH PREHEAT DAN POST HEAT TERHADAP SIFAT MEKANIK ALUMINIUM 6061 DENGAN PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS
Teknologi produksi dengan menggunakan bahan baku logam, teknik penyambungan logam dengan pengelasan merupakan proses pengerjaan yang memegang peranan yang sangat penting. Salah sat...
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Penstock pipe adalah inti dari proses pengaliran air bertekanan dari bendungan sampai ke turbin, sehingga diperlukan hasil sambungan pengelasan yang baik tanpa cacat las di daerah ...
Perubahan Nilai Kekuatan Tarik Pada Hasil Pengelasan Friction Stir Welding Aluminium 2024 - T3 Yang Menggunakan Perlakuan Transient Thermal
Perubahan Nilai Kekuatan Tarik Pada Hasil Pengelasan Friction Stir Welding Aluminium 2024 - T3 Yang Menggunakan Perlakuan Transient Thermal
<p><em>Paduan aluminium seri 2xxx merupakan paduan Al-Cu dengan sifat mekanis yang cukup tinggi, yaitu tegangan tarik maksimum 470 MPa dan tegangan luluh 280 MPa. Padua...
Pengaruh Arus Listrik Spot Welding KW14-1031 Terhadap Kekuatan Geser Pada Baja St42
Pengaruh Arus Listrik Spot Welding KW14-1031 Terhadap Kekuatan Geser Pada Baja St42
Teknologi pengelasan tidak hanya digunakan untuk memproduksi tetapi berfungsi juga sebagai reparasi dari semua alat-alat yang terbuat dari logam. Pengelasan titik (spot welding) me...
Kualitas Produk Peralatan Pertanian Hasil Tempa Panas Pengrajin Pande Besi Melalui Penerapan Desain Dapur Perlakuan Panas Model Tutup
Kualitas Produk Peralatan Pertanian Hasil Tempa Panas Pengrajin Pande Besi Melalui Penerapan Desain Dapur Perlakuan Panas Model Tutup
Abstract
The problems encountered by artisan blacksmiths based on the field study results: unable to detect incineration temperature of wood charcoal in the crucibles, crusts...
Terapan Metode Pengelasan Dasar GMAW Gasless untuk Peningkatan Keterampilan Masyarakat Dusun Kayang Makmur, Desa Bader, Kabupaten Madiun
Terapan Metode Pengelasan Dasar GMAW Gasless untuk Peningkatan Keterampilan Masyarakat Dusun Kayang Makmur, Desa Bader, Kabupaten Madiun
Abstrak
Masyarakat Dusun Kayang Makmur sebagian besar telah menggunakan peralatan pertanian yang terbuat dari baja. Alat pertanian tersebut dibutuhkan perawatan dan perbaikan...
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
Hasil pengelasan yang baik merupakan tujuan utama dari proses pengelasan. Banyak terjadi hasil pengelasan yang kurang baik seperti cacat-cacat las, kekuatan yang dihasilkan kurang ...
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) MELALUI PERLAKUAN KOLKHISIN DAN LAMA PERENDAMAN
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) MELALUI PERLAKUAN KOLKHISIN DAN LAMA PERENDAMAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perubahan fenotifik tanaman kacang hijau. Tujuan akhir adalah untuk melihat perubahan-perubahan genetik akibat pemberian bahan kolkhi...

