Javascript must be enabled to continue!
TAHAPAN PEKERJAAN STABILITAS LERENG DENGAN RETAINING WALL PADA PROYEK X
View through CrossRef
Slope stability is a crucial aspect in geotechnical engineering, especially in construction projects involving sloping land. This research addresses the slope stability stage with the application of a retaining wall, a structure that serves to prevent soil displacement and landslides. Slope modeling was performed using PLAXIS 8.6 software. For a slope with a grading of 1H:1.5V, a safety factor of 1.1760 was obtained. To improve stability, the slope was cut to 1H:1V, which gave a safety factor of 1.3720, which is considered safe only for temporary conditions. Furthermore, a temporary drainage system was implemented prior to retaining wall construction using bored piles designed to reach the andesite soil layer. After re-modeling the safety factor increased to 1.5258, indicating a suitable condition for the long term. The process ended with backfilling and implementation of a permanent drainage system. Based on Bowles (1993) and SNI 8460:2017 standards, the minimum safety factor for construction is 1.25 for minimum conditions and 1.3 for temporary conditions, and 1.5 for permanent conditions. The results showed that the application of retaining walls can significantly improve slope stability.
ABSTRAK
Stabilitas lereng merupakan aspek krusial dalam rekayasa geoteknik, terutama dalam proyek konstruksi yang melibatkan lahan miring. Penelitian ini membahas tahapan stabilitas lereng dengan penggunaan retaining wall, sebuah struktur yang berfungsi untuk mencegah pergeseran tanah dan longsor. Permodelan lereng dilakukan menggunakan perangkat lunak PLAXIS 8.6. Untuk lereng dengan kemiringan 1H:1.5V, menghasilkan faktor keamanan sebesar 1.1760. Untuk meningkatkan stabilitas, dilakukan pemotongan lereng menjadi 1H:1V, yang memberikan faktor keamanan 1.3720, yang dinilai aman hanya untuk kondisi sementara. Selanjutnya, sistem drainase sementara diterapkan sebelum konstruksi retaining wall menggunakan bored pile yang dirancang untuk mencapai lapisan tanah andesit. Setelah dilakukan pemodelan ulang faktor keamanan meningkat menjadi 1.5258, menunjukkan kondisi yang sesuai untuk jangka panjang. Proses diakhiri dengan backfilling dan penerapan sistem drainase permanen. Berdasarkan standar Bowles (1993) dan SNI 8460:2017, faktor keamanan minimum untuk konstruksi adalah 1.25 untuk kondisi minimum dan 1.3 untuk kondisi sementara, serta 1.5 untuk kondisi permanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan retaining wall dapat meningkatkan stabilitas lereng secara signifikan.
Title: TAHAPAN PEKERJAAN STABILITAS LERENG DENGAN RETAINING WALL PADA PROYEK X
Description:
Slope stability is a crucial aspect in geotechnical engineering, especially in construction projects involving sloping land.
This research addresses the slope stability stage with the application of a retaining wall, a structure that serves to prevent soil displacement and landslides.
Slope modeling was performed using PLAXIS 8.
6 software.
For a slope with a grading of 1H:1.
5V, a safety factor of 1.
1760 was obtained.
To improve stability, the slope was cut to 1H:1V, which gave a safety factor of 1.
3720, which is considered safe only for temporary conditions.
Furthermore, a temporary drainage system was implemented prior to retaining wall construction using bored piles designed to reach the andesite soil layer.
After re-modeling the safety factor increased to 1.
5258, indicating a suitable condition for the long term.
The process ended with backfilling and implementation of a permanent drainage system.
Based on Bowles (1993) and SNI 8460:2017 standards, the minimum safety factor for construction is 1.
25 for minimum conditions and 1.
3 for temporary conditions, and 1.
5 for permanent conditions.
The results showed that the application of retaining walls can significantly improve slope stability.
ABSTRAK
Stabilitas lereng merupakan aspek krusial dalam rekayasa geoteknik, terutama dalam proyek konstruksi yang melibatkan lahan miring.
Penelitian ini membahas tahapan stabilitas lereng dengan penggunaan retaining wall, sebuah struktur yang berfungsi untuk mencegah pergeseran tanah dan longsor.
Permodelan lereng dilakukan menggunakan perangkat lunak PLAXIS 8.
6.
Untuk lereng dengan kemiringan 1H:1.
5V, menghasilkan faktor keamanan sebesar 1.
1760.
Untuk meningkatkan stabilitas, dilakukan pemotongan lereng menjadi 1H:1V, yang memberikan faktor keamanan 1.
3720, yang dinilai aman hanya untuk kondisi sementara.
Selanjutnya, sistem drainase sementara diterapkan sebelum konstruksi retaining wall menggunakan bored pile yang dirancang untuk mencapai lapisan tanah andesit.
Setelah dilakukan pemodelan ulang faktor keamanan meningkat menjadi 1.
5258, menunjukkan kondisi yang sesuai untuk jangka panjang.
Proses diakhiri dengan backfilling dan penerapan sistem drainase permanen.
Berdasarkan standar Bowles (1993) dan SNI 8460:2017, faktor keamanan minimum untuk konstruksi adalah 1.
25 untuk kondisi minimum dan 1.
3 untuk kondisi sementara, serta 1.
5 untuk kondisi permanen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan retaining wall dapat meningkatkan stabilitas lereng secara signifikan.
Related Results
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Abstract. Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical proper...
Analisis Estimasi Penyelesaian Proyek Konstruksi terhadap Waktu dan Biaya
Analisis Estimasi Penyelesaian Proyek Konstruksi terhadap Waktu dan Biaya
Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi, sehingga sering terjadi keterlambatan penyelesaian proyek maupun pembengkakan biaya akibat sistem ma...
Aplikasi Metode Earned Value Management Proyek Warehouse
Aplikasi Metode Earned Value Management Proyek Warehouse
Earned Value Management (EVM) adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk mengukur dan mengelola kinerja proyek dengan membandingkan nilai sebenarnya yang telah dikerjakan dengan ...
Analisis Penyebab Kelongsoran Lereng JLS LOT 3 Menggunakan Metode Elemen Hingga
Analisis Penyebab Kelongsoran Lereng JLS LOT 3 Menggunakan Metode Elemen Hingga
Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 3 Pantai Serang - Sumbersih, Blitar, Jawa Timur, terjadi pekerjaan galian yang membentuk sebuah lereng pada STA 1+050 - 1+150. Pada bulan...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ
Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ
Abstrak. Penambangan terbuka memiliki risiko ketidakstabilan massa batuan, sehingga analisis kestabilan lereng menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis sert...
Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Probabilistik Simulasi Monte Carlo pada Disposal PT. XYZ
Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Probabilistik Simulasi Monte Carlo pada Disposal PT. XYZ
Abstract. PT. XYZ is a company engaged in coal mining where there is a disposal which will be subject to a geotechnical review to analyze the stability of the slopes at the disposa...
EVALUASI KINERJA WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK GEDUNG X MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS - MRK
EVALUASI KINERJA WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK GEDUNG X MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS - MRK
Pembangunan Proyek Gedung X dijadwalkan selesai dalam waktu 16 bulan atau 70 minggu. Namun proyek ini mengalami penambahan waktu pelaksanaan menjadi 27 bulan atau 118 minggu dengan...

