Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KLIEN REHABILITASI SOSIAL NARKOBA DI YAYASAN GENNESA BANYUWANGI

View through CrossRef
Drugs are a massive problem and difficult to eradicate. One of the government's efforts related to the handling of drug rehabilitation in Indonesia is to synergize with the community to form a Compulsory Reporting Recipient Institution that can handle medical rehabilitation and social rehabilitation for addicts and victims of drug abuse. Therefore, this study aims to determine therapeutic communication to drug rehabilitation clients at the Gennesa Banyuwangi Foundation and how the therapeutic communication strategy carried out by addiction counselors successfully handles drug rehabilitation client problems along with client handling programs carried out at the Gennesa Banyuwangi Foundation. The approach used is descriptive qualitative by conducting in-depth interviews with client informants and addiction counselors. The results of this study are (1) the social rehabilitation developed is that Gennesa is a home that is always ready to accept clients to carry out garbage disposal activities. The family climate created will facilitate smooth therapeutic communication for clients (2) the success of therapeutic communication depends on a harmonious relationship between addiction counselors and clients. The more open the client is to the addiction counselor, the faster the problem solving will be, thus accelerating the client's rehabilitation process, and (3) the programs developed in dealing with the problems of drug rehabilitation patients are inpatient, outpatient and after care with the hope that the client can go through the stages of social rehabilitation to completion. Narkoba menjadi masalah yang massif dan sulit berantas. Salah satu upaya pemerintah berkaitan dengan penanganan rehabilitasi narkoba di Indonesia adalah bersinergi dengan masyarakat membentuk Institusi Penerima Wajib Lapor yang dapat menangani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial pada pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi terapeutik pada klien rehabilitas narkoba di Yayasan Gennesa Banyuwangi dan bagaimanakah strategi komunikasi teraputik yang dilakukan konselor adiksi berhasil menangani masalah klien rehabilitasi narkoba beserta program penanganan klien yang dilakukan di Yayasan Gennesa Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan klien dan konselor adiksi yang berada di Yayasan Hasil penelitian ini adalah (1) rehabilitasi sosial yang dikembangkan adalah Gennesa adalah rumah yang selalu siap menerima klien untuk melakukan aktiivitas buang sampah. Iklim kekeluargaan yang diciptakan akan memudahkan kelancaran komunikasi terapiutik bagi klien (2) keberhasilan komunikasi terapiutik tergantung dari hubungan yang harmonis antara konselor adiksi dan klien. Semakin terbuka klien kepada konselor adiksi maka penyelesaian masalah akan semakin cepat sehingga mempercepat proses rehabilitasi pada klien, dan (3) Program-program yang dikembangkan dalam menangani masalah pasien rehabilitasi narkoba yaitu rawat inap, rawat jalan dan after care dengan harapan, klien dapat melalui tahapan rehabilitasi social hingga tuntas.
Universitas Muhammadiyah Jember
Title: KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KLIEN REHABILITASI SOSIAL NARKOBA DI YAYASAN GENNESA BANYUWANGI
Description:
Drugs are a massive problem and difficult to eradicate.
One of the government's efforts related to the handling of drug rehabilitation in Indonesia is to synergize with the community to form a Compulsory Reporting Recipient Institution that can handle medical rehabilitation and social rehabilitation for addicts and victims of drug abuse.
Therefore, this study aims to determine therapeutic communication to drug rehabilitation clients at the Gennesa Banyuwangi Foundation and how the therapeutic communication strategy carried out by addiction counselors successfully handles drug rehabilitation client problems along with client handling programs carried out at the Gennesa Banyuwangi Foundation.
The approach used is descriptive qualitative by conducting in-depth interviews with client informants and addiction counselors.
The results of this study are (1) the social rehabilitation developed is that Gennesa is a home that is always ready to accept clients to carry out garbage disposal activities.
The family climate created will facilitate smooth therapeutic communication for clients (2) the success of therapeutic communication depends on a harmonious relationship between addiction counselors and clients.
The more open the client is to the addiction counselor, the faster the problem solving will be, thus accelerating the client's rehabilitation process, and (3) the programs developed in dealing with the problems of drug rehabilitation patients are inpatient, outpatient and after care with the hope that the client can go through the stages of social rehabilitation to completion.
Narkoba menjadi masalah yang massif dan sulit berantas.
Salah satu upaya pemerintah berkaitan dengan penanganan rehabilitasi narkoba di Indonesia adalah bersinergi dengan masyarakat membentuk Institusi Penerima Wajib Lapor yang dapat menangani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial pada pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi terapeutik pada klien rehabilitas narkoba di Yayasan Gennesa Banyuwangi dan bagaimanakah strategi komunikasi teraputik yang dilakukan konselor adiksi berhasil menangani masalah klien rehabilitasi narkoba beserta program penanganan klien yang dilakukan di Yayasan Gennesa Banyuwangi.
Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan klien dan konselor adiksi yang berada di Yayasan Hasil penelitian ini adalah (1) rehabilitasi sosial yang dikembangkan adalah Gennesa adalah rumah yang selalu siap menerima klien untuk melakukan aktiivitas buang sampah.
Iklim kekeluargaan yang diciptakan akan memudahkan kelancaran komunikasi terapiutik bagi klien (2) keberhasilan komunikasi terapiutik tergantung dari hubungan yang harmonis antara konselor adiksi dan klien.
Semakin terbuka klien kepada konselor adiksi maka penyelesaian masalah akan semakin cepat sehingga mempercepat proses rehabilitasi pada klien, dan (3) Program-program yang dikembangkan dalam menangani masalah pasien rehabilitasi narkoba yaitu rawat inap, rawat jalan dan after care dengan harapan, klien dapat melalui tahapan rehabilitasi social hingga tuntas.

Related Results

PELATIHAN BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN
PELATIHAN BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN
Menurut UU No. 22 Tahun 1997, Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau ...
PELAYANAN REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KABUPATEN KEDIRI
PELAYANAN REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KABUPATEN KEDIRI
Pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di kabupaten Kediri, dalam mengatasi pecandu narkotika, meski ada hambatan yang dihadapi, terutama masalah sarana dan prasarana reha...
Hubungan Komunikasi Terapeutik Bidan Dengan Kecemasan Ibu Bersalin Di Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala Tahun 2021
Hubungan Komunikasi Terapeutik Bidan Dengan Kecemasan Ibu Bersalin Di Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala Tahun 2021
Persalinan merupakan salah satu masa yang cukup berat bagi ibu. Proses persalinan layaknya sebuah pertaruhan hidup dan mati seorang ibu. Rasa cemas, panik, dan takut yang melanda d...
makalah jenis jenis narkoba-vania
makalah jenis jenis narkoba-vania
BAB 1PENDAHULUANA.Latar BelakangNarkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya BNN (2006). Narkoba pada awalnya digunakan untuk keperluan medis, p...
Jenis Jenis Narkoba (Andriany Putri)
Jenis Jenis Narkoba (Andriany Putri)
BAB 1PENDAHULUANA.Latar BelakangNarkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya BNN (2006). Narkoba pada awalnya digunakan untuk keperluan medis, p...
PERANAN DINAS SOSIAL DALAM MEREHABILITASI PEMERLU PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KOTA MEDAN
PERANAN DINAS SOSIAL DALAM MEREHABILITASI PEMERLU PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KOTA MEDAN
Kesejahteraan sosial merupakan hal yang ingin dicapai setiap individu, sampai dengan saat ini kesejahteraan belum merata dirasakan oleh setiap masyarakat di Indonesia, di Kota Meda...
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN REHABILITASI NARKOBA FAN CAMPUS BOGOR
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN REHABILITASI NARKOBA FAN CAMPUS BOGOR
ABSTRAK Narkoba atau yang biasa disebut napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Para pecandu narkoba tidak dapat mengendalikan dirinya se...

Back to Top