Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimalisasi Data Gayaberat untuk Pemodelan Struktur Geologi Bawah Permukaan Daerah Kepulauan Sabu-Raijua, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

View through CrossRef
Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang merupakan daerah frontier meliputi sepertiga luas cekungan sedimen di Indonesia. Namun sampai dengan saat ini hanya beberapa cekungan sedimen yang berproduksi. Kendala yang dihadapi di daerah frontier adalah ketersediaan dan kualitas data yang kurang memadai. Data gayaberat dapat dijadikan solusi alternatif dalam memberikan gambaran awal kondisi bawah permukaan di daerah frontier. Analisis lanjut dilakukan dengan mengkompilasi land gravity data (onshore) dengan topex free air gravity data yang dikoreksi menjadi anomali bouguer untuk mengungkap daerah offshore, penerapan metode Second Vertical Derivative (SVD) untuk mendelineasi struktur geologi dan metode Euler 3D Deconvolution dalam memperkirakan kedalaman sumber anomali gayaberat yang umumnya dilakukan dengan analisis spektral. Hasil penelitian menunjukkan adanya anomali gayaberat tinggi yang diinterpretasikan sebagai prismatic body di bawah Pulau Sabu "“ Raijua. Prismatic body diduga terbentuk karena terdapat dua arah tegasan yang hampir saling tegak lurus, yaitu arah baratdaya "“ timurlaut dan arah tenggara "“ baratlaut di sekitar Scott Plateau. Tegasan baratdaya "“ timurlaut mensesarkan Savu Thrust di sebelah timurlaut daerah penelitian. Metode Euler 3D Deconvolution memberikan informasi kedalaman yang mendekati hasil estimasi kedalaman analisis spektral dengan disertai informasi posisi lateralnya. Kedalaman sumber berdasarkan Euler bervariasi dari 2.4 Km "“ 7 Km, sedangkan kedalaman berdasarkan analisis spektral pada kisaran 2 Km "“ 6 Km. Pemodelan 2.5D dilakukan berdasarkan data gayaberat dengan 3 unit lapisan yaitu air laut (seabed), lapisan sedimen, dan lapisan batuan alas yang diduga berupa Thrust Fold Australian Continental Margin. Pemodelan struktur geologi bawah permukaan memperlihatkan pola struktur naik yang mendorong lapisan di atasnya (uplifted) hingga memunculkan daratan Pulau Sabu "“ Raijua.Kata kunci: Gayaberat, prisma akresi, sabu "“ raijua, struktur, uplift.
Tanjungpura University
Title: Optimalisasi Data Gayaberat untuk Pemodelan Struktur Geologi Bawah Permukaan Daerah Kepulauan Sabu-Raijua, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Description:
Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang merupakan daerah frontier meliputi sepertiga luas cekungan sedimen di Indonesia.
Namun sampai dengan saat ini hanya beberapa cekungan sedimen yang berproduksi.
Kendala yang dihadapi di daerah frontier adalah ketersediaan dan kualitas data yang kurang memadai.
Data gayaberat dapat dijadikan solusi alternatif dalam memberikan gambaran awal kondisi bawah permukaan di daerah frontier.
Analisis lanjut dilakukan dengan mengkompilasi land gravity data (onshore) dengan topex free air gravity data yang dikoreksi menjadi anomali bouguer untuk mengungkap daerah offshore, penerapan metode Second Vertical Derivative (SVD) untuk mendelineasi struktur geologi dan metode Euler 3D Deconvolution dalam memperkirakan kedalaman sumber anomali gayaberat yang umumnya dilakukan dengan analisis spektral.
Hasil penelitian menunjukkan adanya anomali gayaberat tinggi yang diinterpretasikan sebagai prismatic body di bawah Pulau Sabu "“ Raijua.
Prismatic body diduga terbentuk karena terdapat dua arah tegasan yang hampir saling tegak lurus, yaitu arah baratdaya "“ timurlaut dan arah tenggara "“ baratlaut di sekitar Scott Plateau.
Tegasan baratdaya "“ timurlaut mensesarkan Savu Thrust di sebelah timurlaut daerah penelitian.
Metode Euler 3D Deconvolution memberikan informasi kedalaman yang mendekati hasil estimasi kedalaman analisis spektral dengan disertai informasi posisi lateralnya.
Kedalaman sumber berdasarkan Euler bervariasi dari 2.
4 Km "“ 7 Km, sedangkan kedalaman berdasarkan analisis spektral pada kisaran 2 Km "“ 6 Km.
Pemodelan 2.
5D dilakukan berdasarkan data gayaberat dengan 3 unit lapisan yaitu air laut (seabed), lapisan sedimen, dan lapisan batuan alas yang diduga berupa Thrust Fold Australian Continental Margin.
Pemodelan struktur geologi bawah permukaan memperlihatkan pola struktur naik yang mendorong lapisan di atasnya (uplifted) hingga memunculkan daratan Pulau Sabu "“ Raijua.
Kata kunci: Gayaberat, prisma akresi, sabu "“ raijua, struktur, uplift.

Related Results

PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI
PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI
Gayaberat dan anomalinya, sebagai parameter penting dari gaya di permukaan Bumi, merupakan hal yang erat kaitannya dengan Geoid. Geoid itu sendiri merupakan sebuah pilar dalam ilmu...
TIPOLOGI ARSITEKTUR RUMAH SABU (AMMU HAWU), SEBUAH PENDEKATAN DESKRIPTIF ANTROPOLOGIS
TIPOLOGI ARSITEKTUR RUMAH SABU (AMMU HAWU), SEBUAH PENDEKATAN DESKRIPTIF ANTROPOLOGIS
Abstract: The architecture of the house of Sabu (ammu hawu) is one of the riches of vernacular architecture that still exists in East Nusa Tenggara and is well preserved by the eth...
INTERPRETASI ANOMALI GAYABERAT PERAIRAN KEPULAUAN KAI DAN SEKITARNYA, MALUKU
INTERPRETASI ANOMALI GAYABERAT PERAIRAN KEPULAUAN KAI DAN SEKITARNYA, MALUKU
Penelitian gayaberat laut telah dilakukan di perairan Kepulauan Kai dan sekitarnya pada tahun 2018 dengan menggunakan kapal survei Geomarin 3. Tujuan penelitian adalah untuk memper...
Interpretasi Geologi Cekungan Singkawang, Kalimantan Barat, Berdasarkan Analisis Data Gayaberat dan Seismik
Interpretasi Geologi Cekungan Singkawang, Kalimantan Barat, Berdasarkan Analisis Data Gayaberat dan Seismik
Cekungan Singkawang merupakan salah satu cekungan sedimen di Indonesia yang belum dieksplorasi secara optimal. Cekungan ini berumur Pra-Tersier dan secara ekonomis belum cukup terb...
Potensi Geologi Daerah Banten dan Sekitarnya Berdasarkan Analisis Data Anomali Gayaberat
Potensi Geologi Daerah Banten dan Sekitarnya Berdasarkan Analisis Data Anomali Gayaberat
Potensi geologi daerah Banten dan sekitarnya dianalisis berdasarkan interpretasi anomali gayaberat, baik potensi positif (sumberdaya mineral) maupun potensi negatif (kebencanaan ge...
KORELASI CEKUNGAN KETUNGAU DAN MELAWI BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
KORELASI CEKUNGAN KETUNGAU DAN MELAWI BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
Cekungan Ketungau dan cekungan Melawi mempunyai karakter batuannya yang berbeda, sehingga dalam kajian ini mencoba untuk dianalisis berdasarkan nilai-nilai rapat massa batuannya. P...
Kedudukan Anak Luar Kawin (Bui Pa Kepue) Menurut Hukum Adat Sabu Di Kecamatan Sabu Timur Kabupaten Sabu Raijua
Kedudukan Anak Luar Kawin (Bui Pa Kepue) Menurut Hukum Adat Sabu Di Kecamatan Sabu Timur Kabupaten Sabu Raijua
Kedudukan anak luar kawin diatur oleh berbagai latar belakang hukum salah satunya ialah hukum adat. Dalam suatu kelompok masyarakat atau suku tentu memiliki hukum yang tidak tertul...
FILOSOFI BANGUNAN RUMAH ADAT KOMUNITAS SABU (AMMU AE NGA RUKOKO DO HAWU)
FILOSOFI BANGUNAN RUMAH ADAT KOMUNITAS SABU (AMMU AE NGA RUKOKO DO HAWU)
Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan makna dari Filosofi Bangunan Rumah Adat Komunitas Sabu (ammu ae  nga rukoko do Hawu) Di Sabu, Desa Ledeana Kecamatan Sabu Barat Kabupa...

Back to Top