Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Interpretasi Geologi Cekungan Singkawang, Kalimantan Barat, Berdasarkan Analisis Data Gayaberat dan Seismik

View through CrossRef
Cekungan Singkawang merupakan salah satu cekungan sedimen di Indonesia yang belum dieksplorasi secara optimal. Cekungan ini berumur Pra-Tersier dan secara ekonomis belum cukup terbukti sebagai cekungan berpotensi minyak dan gas bumi, hal ini disebabkan masih sangat jarang data seismik dan belum adanya data pemboran. Namun demikian hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sistem petroleum cekungan Singkawang berdasarkan informasi geologi terdapat hal yang menarik, dimana Formasi Sungai betung dan Banan diduga sebagai batuan induk dan Formasi Pendawan sebagai reservoir dan tudung. Hal ini menandakan bahwa pada cekungan ini terdapat sistem petroleum yang aktif. Atas dasar ini akan dilakukan interpretasi geologi bawah permukaan berdasarkan data gayaberat dan seismik dengan tujuan untuk mendelineasi sub-cekungan sedimen, mengetahui konfigurasi batuan dasar, menginterpretasi pola struktur serta data seismik digunakan untuk mengetahui perlapisan formasi batuan sedimen. Analisis data gayaberat dilakukan menggunakan teknik analisis spectral, bandpass filter serta pemodelan 2D, sedangkan analisis data seismik dilakukan dengan cara picking horizon. Hasil analisis gayaberat menunjukkan bahwa pola sub-cekungan sedimen di daerah penelitian adalah sebanyak 7 sub-cekungan sedimen dengan ketebalan rata-rata berdasarkan analisis spectral adalah sebesar 2.26 Km. Pola kelurusan dan penyebaran sub-cekungan sedimen mempunyai arah relatif timur-barat. Berdasarkan hasil pemodelan 2 dimensi dapat di interpretasikan bahwa batuan dasar (basement) adalah batuan metamorfik dengan nilai densitas 2.75 gr/cc dan batuan sedimen dengan nilai densitas 2.3 gr/cc. Hasil interpretasi seismik menunjukkan bahwa di atas batuan dasar diendapkan Formasi Pendawan, Kayan dan Formasi Payak. Hasil delineasi sub-cekungan sedimen secara regional dan interpretasi data seismik diharapkan dapat bermanfaat untuk mengetahui pola rendahan (depocenter) dan tinggian (basement high), serta struktur dalam rangka untuk pengembangan rencana ekplorasi migas pada Cekungan Singkawang.Kata kunci: Gayaberat, Seismik, Pola struktur, Cekungan Singkawang
Title: Interpretasi Geologi Cekungan Singkawang, Kalimantan Barat, Berdasarkan Analisis Data Gayaberat dan Seismik
Description:
Cekungan Singkawang merupakan salah satu cekungan sedimen di Indonesia yang belum dieksplorasi secara optimal.
Cekungan ini berumur Pra-Tersier dan secara ekonomis belum cukup terbukti sebagai cekungan berpotensi minyak dan gas bumi, hal ini disebabkan masih sangat jarang data seismik dan belum adanya data pemboran.
Namun demikian hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sistem petroleum cekungan Singkawang berdasarkan informasi geologi terdapat hal yang menarik, dimana Formasi Sungai betung dan Banan diduga sebagai batuan induk dan Formasi Pendawan sebagai reservoir dan tudung.
Hal ini menandakan bahwa pada cekungan ini terdapat sistem petroleum yang aktif.
Atas dasar ini akan dilakukan interpretasi geologi bawah permukaan berdasarkan data gayaberat dan seismik dengan tujuan untuk mendelineasi sub-cekungan sedimen, mengetahui konfigurasi batuan dasar, menginterpretasi pola struktur serta data seismik digunakan untuk mengetahui perlapisan formasi batuan sedimen.
Analisis data gayaberat dilakukan menggunakan teknik analisis spectral, bandpass filter serta pemodelan 2D, sedangkan analisis data seismik dilakukan dengan cara picking horizon.
Hasil analisis gayaberat menunjukkan bahwa pola sub-cekungan sedimen di daerah penelitian adalah sebanyak 7 sub-cekungan sedimen dengan ketebalan rata-rata berdasarkan analisis spectral adalah sebesar 2.
26 Km.
Pola kelurusan dan penyebaran sub-cekungan sedimen mempunyai arah relatif timur-barat.
Berdasarkan hasil pemodelan 2 dimensi dapat di interpretasikan bahwa batuan dasar (basement) adalah batuan metamorfik dengan nilai densitas 2.
75 gr/cc dan batuan sedimen dengan nilai densitas 2.
3 gr/cc.
Hasil interpretasi seismik menunjukkan bahwa di atas batuan dasar diendapkan Formasi Pendawan, Kayan dan Formasi Payak.
Hasil delineasi sub-cekungan sedimen secara regional dan interpretasi data seismik diharapkan dapat bermanfaat untuk mengetahui pola rendahan (depocenter) dan tinggian (basement high), serta struktur dalam rangka untuk pengembangan rencana ekplorasi migas pada Cekungan Singkawang.
Kata kunci: Gayaberat, Seismik, Pola struktur, Cekungan Singkawang.

Related Results

INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
Cekungan Berau merupakan cekungan yang mempunyai potensi menghasilkan hidrokarbon seperti halnya cekungan Bintuni dan Salawati. Penelitian yang telah dilakukan pada cekungan ini um...
Potensi Geologi Daerah Banten dan Sekitarnya Berdasarkan Analisis Data Anomali Gayaberat
Potensi Geologi Daerah Banten dan Sekitarnya Berdasarkan Analisis Data Anomali Gayaberat
Potensi geologi daerah Banten dan sekitarnya dianalisis berdasarkan interpretasi anomali gayaberat, baik potensi positif (sumberdaya mineral) maupun potensi negatif (kebencanaan ge...
PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI
PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI
Gayaberat dan anomalinya, sebagai parameter penting dari gaya di permukaan Bumi, merupakan hal yang erat kaitannya dengan Geoid. Geoid itu sendiri merupakan sebuah pilar dalam ilmu...
COASTAL DYNAMICS OF SINGKAWANG, WEST KALIMANTAN
COASTAL DYNAMICS OF SINGKAWANG, WEST KALIMANTAN
Morphologically, Singkawang and adjacent area consist of zones beaches, undulating hills, and steep hills. Granitic rocks and alluvium as a based rock of Singkawang coasts. General...
APLIKASI METODE PSEUDO 3D SEISMIK DI CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA MENGGUNAKAN K.R. BARUNA JAYA II
APLIKASI METODE PSEUDO 3D SEISMIK DI CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA MENGGUNAKAN K.R. BARUNA JAYA II
ABSTRAK Tuntutan untuk mengikuti perkembangan kebutuhan industri migas menjadi motivasi dalam mengembangkan teknik penerapan dan aplikasi akuisisi seismik multichannel 2D. Pe...
INTERPRETASI ANOMALI GAYABERAT PERAIRAN KEPULAUAN KAI DAN SEKITARNYA, MALUKU
INTERPRETASI ANOMALI GAYABERAT PERAIRAN KEPULAUAN KAI DAN SEKITARNYA, MALUKU
Penelitian gayaberat laut telah dilakukan di perairan Kepulauan Kai dan sekitarnya pada tahun 2018 dengan menggunakan kapal survei Geomarin 3. Tujuan penelitian adalah untuk memper...

Back to Top