Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI

View through CrossRef
Gayaberat dan anomalinya, sebagai parameter penting dari gaya di permukaan Bumi, merupakan hal yang erat kaitannya dengan Geoid. Geoid itu sendiri merupakan sebuah pilar dalam ilmu Geodesi dan fungsi utamanya adalah sebagai referensi vertikal di sebuah wilayah. Pengukuran gayaberat, khususnya di lautan, merupakan sebuah proses yang seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit, selain itumemiliki ketelitian yang tidak cukup baikdibandingkan dengan pengukuran gayaberat di daratan. Di sisi lain, sejak tahun 1990 sebuah teknologi satelit yang disebutaltimetri berkembang dengan cukup pesat dan mampu menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan nilai gayaberat di laut lepas. Salah satu dari satelit altimetri adalah Cryosat-2 yang memiliki beberapa jenis pengamatan (misi), salah satunya adalah misi geodetik yang melintasi Bumi dengan resolusi yang lebihbaik dibanding dengan misi lainnya. Indonesia sendiri sudah mengembangkan model gayaberat regional bernama INAGEOID2020 dengan 2 versi: v1.0 dan yang terbaru, v2.0. Model gayaberat ini masih bisa diperbaiki dan ditingkatkan sebagai bagian dari usaha untuk memenuhi syarat dari Kebijakan Satu Peta(KSP)sesuai amanat undang-undang. Salah satu lokasi penting dari Indonesia adalah pulau Sumatera, yang menjadi lokasi dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan estimasi anomali gayaberat dari satelit Cryosat-2 dan memvalidasinya dengan data pembanding. Penelitian ini menggunakan data tinggi muka air laut (sea surface height–SSH) Cryosat-2 dengan pendekatan remove-compute-restore (RCR) untuk mendapatkan nilai anomali gayaberat, yang lalu dibandingkan dengan model global Sandwell v.31.1 dan beberapa data survey shipborne. Proses RCR ini mempermudah perhitungan secara inversi menuju anomali gayaberat, dengan hasil yang ada di rentang ± 200 mgal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil estimasi gayaberat dari Cryosat-2 di perairan Pulau Sumatera memiliki nilai Root Mean Square Error(RMSE)~11 mgal dibandingkan dengan model gayaberat global dan shipborne.Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi untuk menggunakan data altimetri misi geodetik sebagai tambahan data masukan untuk pengembangan model geoid regional sebuah negara memiliki peluang yang baik. Selain itu, hasil anomali gayaberat dapat mengidentifikasi keberadaan sesar yang kemungkinan berpotensi menimbulkan gempa di perairan Sumatera.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS
Title: PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI
Description:
Gayaberat dan anomalinya, sebagai parameter penting dari gaya di permukaan Bumi, merupakan hal yang erat kaitannya dengan Geoid.
Geoid itu sendiri merupakan sebuah pilar dalam ilmu Geodesi dan fungsi utamanya adalah sebagai referensi vertikal di sebuah wilayah.
Pengukuran gayaberat, khususnya di lautan, merupakan sebuah proses yang seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit, selain itumemiliki ketelitian yang tidak cukup baikdibandingkan dengan pengukuran gayaberat di daratan.
Di sisi lain, sejak tahun 1990 sebuah teknologi satelit yang disebutaltimetri berkembang dengan cukup pesat dan mampu menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan nilai gayaberat di laut lepas.
Salah satu dari satelit altimetri adalah Cryosat-2 yang memiliki beberapa jenis pengamatan (misi), salah satunya adalah misi geodetik yang melintasi Bumi dengan resolusi yang lebihbaik dibanding dengan misi lainnya.
Indonesia sendiri sudah mengembangkan model gayaberat regional bernama INAGEOID2020 dengan 2 versi: v1.
0 dan yang terbaru, v2.
Model gayaberat ini masih bisa diperbaiki dan ditingkatkan sebagai bagian dari usaha untuk memenuhi syarat dari Kebijakan Satu Peta(KSP)sesuai amanat undang-undang.
Salah satu lokasi penting dari Indonesia adalah pulau Sumatera, yang menjadi lokasi dari penelitian ini.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan estimasi anomali gayaberat dari satelit Cryosat-2 dan memvalidasinya dengan data pembanding.
Penelitian ini menggunakan data tinggi muka air laut (sea surface height–SSH) Cryosat-2 dengan pendekatan remove-compute-restore (RCR) untuk mendapatkan nilai anomali gayaberat, yang lalu dibandingkan dengan model global Sandwell v.
31.
1 dan beberapa data survey shipborne.
Proses RCR ini mempermudah perhitungan secara inversi menuju anomali gayaberat, dengan hasil yang ada di rentang ± 200 mgal.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil estimasi gayaberat dari Cryosat-2 di perairan Pulau Sumatera memiliki nilai Root Mean Square Error(RMSE)~11 mgal dibandingkan dengan model gayaberat global dan shipborne.
Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi untuk menggunakan data altimetri misi geodetik sebagai tambahan data masukan untuk pengembangan model geoid regional sebuah negara memiliki peluang yang baik.
Selain itu, hasil anomali gayaberat dapat mengidentifikasi keberadaan sesar yang kemungkinan berpotensi menimbulkan gempa di perairan Sumatera.

Related Results

PEMUTAKHIRAN DIGITAL ELEVATION MODEL NASIONAL WILAYAH LAUT (Studi Kasus: Wilayah Perairan Aceh)
PEMUTAKHIRAN DIGITAL ELEVATION MODEL NASIONAL WILAYAH LAUT (Studi Kasus: Wilayah Perairan Aceh)
Badan Informasi Geospasial (BIG) telah mempublikasikan Seamless Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) pada tahun 2018. DEMNAS terdiri dari 2 model elevasi yaitu DEMNAS di wilay...
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...
INTERPRETASI ANOMALI GAYABERAT PERAIRAN KEPULAUAN KAI DAN SEKITARNYA, MALUKU
INTERPRETASI ANOMALI GAYABERAT PERAIRAN KEPULAUAN KAI DAN SEKITARNYA, MALUKU
Penelitian gayaberat laut telah dilakukan di perairan Kepulauan Kai dan sekitarnya pada tahun 2018 dengan menggunakan kapal survei Geomarin 3. Tujuan penelitian adalah untuk memper...
Karakter Tinggi Gelombang Laut di Laut Natuna Pada Periode Waktu ENSO (Tahun 2012 s/d 2022)
Karakter Tinggi Gelombang Laut di Laut Natuna Pada Periode Waktu ENSO (Tahun 2012 s/d 2022)
Laut Natuna merupakan jalur pelayaran internasional yang strategis yang menghubungkan Asia Timur dan Samudera Hindia. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam jalur pelayaran ...
Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Desa Tanailandu merupakan merupakan desa yang berada di Kabupaten Buton Tengah penghasil rumput laut. Rumput laut dikembangkan dengan memanfaatkan sepanjang Pantai desa oleh kelomp...
PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG KELAUTAN
PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG KELAUTAN
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana terjadinya pencemaran lingkungan laut di wilayah perairan Indonesia  dan bagaimana penanggulangan pencemaran lingk...
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Laut Tiongkok Selatan merupakan sengketa terpanas di abad ke-21, dimana Tiongkok, Amerika Serikat dan sebagian besar anggota ASEAN terlibat secara tak langsung. Adapun 3 (...
Kontribusi Citra Satelit Multiresolusi Tutupan Awan Minimum Akurasi Tinggi untuk Mendukung Ketersediaan Data Siap Pakai di Indonesia
Kontribusi Citra Satelit Multiresolusi Tutupan Awan Minimum Akurasi Tinggi untuk Mendukung Ketersediaan Data Siap Pakai di Indonesia
Pada orasi ini disampaikan state of the art tentang perkembangan, tantangan, penemuan, kontribusi dan hilirisasi citra satelit multiresolusi tutupan awan minimum akurasi tinggi unt...

Back to Top