Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kemampuan Unit Koagulasi-Flokulasi untuk Menurunkan Total Fosfat dan COD dalam Pengolahan Air Sungai Menggunakan Koagulan Fe2(SO4)3 dan Al2(SO4)3

View through CrossRef
Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Namun, meningkatnya pencemaran akibat limbah domestik, industri, dan pertanian telah menyebabkan penurunan kualitas air sungai, termasuk Sungai Jagir yang merupakan bagian dari Sungai Brantas di Kota Surabaya. Sungai Jagir yang termasuk dalam bagian DAS Kali Surabaya menampung beban pencemaran domestik di sepanjang kali sebesar 75.48 ton per hari. Salah satu parameter utama pencemaran adalah tingginya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat, yang berkontribusi terhadap fenomena eutrofikasi dan peningkatan beban pencemar organik disebabkan oleh dekomposisi alga yang menurunkan kadar oksigen dalam perairan. .Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses koagulasi-flokulasi dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat dengan koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3 dan aluminium sulfat Al2(SO4)3. Proses pengolahan dilakukan dengan susunan reaktor koagulasi-flokulasi, lalu ke bak sedimentasi untuk diendapkan. Data yang diuji dan dianalisis meliputi sumber air baku meliputi air baku musim panas dan air baku musim hujan, jenis koagulan meliputi koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3  dan aluminium sulfat Al2(SO4)3, dan gradien kecepatan pada unit koagulasi meliputi 802,2  dan 701,48  . Analisis sampel parameter COD menggunakan metode spektrofotometer uv-vis dan parameter total fosfat menggunakan pada EPHA Method 365.3. Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter COD menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 22.03%, 30.51%, 60.7%, dan 68.4%. Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 65.40%, 70.48%, 83.3%, 88.1%. Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter total fosfat menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 73.18%, 80.16%, 54.36%, dan 59.22%. Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 94.87%, 97.58%, 96.15%, 96.77%. Kata Kunci: Koagulasi-Flokulasi, Chemical Oxygen Demand, Total Fosfat, Koagulan Fe2(SO4)3, Koagulan Al2(SO4)3
Universitas Andalas
Title: Kemampuan Unit Koagulasi-Flokulasi untuk Menurunkan Total Fosfat dan COD dalam Pengolahan Air Sungai Menggunakan Koagulan Fe2(SO4)3 dan Al2(SO4)3
Description:
Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia.
Namun, meningkatnya pencemaran akibat limbah domestik, industri, dan pertanian telah menyebabkan penurunan kualitas air sungai, termasuk Sungai Jagir yang merupakan bagian dari Sungai Brantas di Kota Surabaya.
Sungai Jagir yang termasuk dalam bagian DAS Kali Surabaya menampung beban pencemaran domestik di sepanjang kali sebesar 75.
48 ton per hari.
Salah satu parameter utama pencemaran adalah tingginya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat, yang berkontribusi terhadap fenomena eutrofikasi dan peningkatan beban pencemar organik disebabkan oleh dekomposisi alga yang menurunkan kadar oksigen dalam perairan.
.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses koagulasi-flokulasi dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat dengan koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3 dan aluminium sulfat Al2(SO4)3.
Proses pengolahan dilakukan dengan susunan reaktor koagulasi-flokulasi, lalu ke bak sedimentasi untuk diendapkan.
Data yang diuji dan dianalisis meliputi sumber air baku meliputi air baku musim panas dan air baku musim hujan, jenis koagulan meliputi koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3  dan aluminium sulfat Al2(SO4)3, dan gradien kecepatan pada unit koagulasi meliputi 802,2  dan 701,48  .
Analisis sampel parameter COD menggunakan metode spektrofotometer uv-vis dan parameter total fosfat menggunakan pada EPHA Method 365.
3.
Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter COD menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 22.
03%, 30.
51%, 60.
7%, dan 68.
4%.
Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 65.
40%, 70.
48%, 83.
3%, 88.
1%.
Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter total fosfat menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 73.
18%, 80.
16%, 54.
36%, dan 59.
22%.
Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 94.
87%, 97.
58%, 96.
15%, 96.
77%.
Kata Kunci: Koagulasi-Flokulasi, Chemical Oxygen Demand, Total Fosfat, Koagulan Fe2(SO4)3, Koagulan Al2(SO4)3.

Related Results

Aplikasi Reaktor Koagulasi-Flokulasi Berbiaya Murah untuk Menghasilkan Air Bersih yang Memenuhi Persyaratan Kesehatan
Aplikasi Reaktor Koagulasi-Flokulasi Berbiaya Murah untuk Menghasilkan Air Bersih yang Memenuhi Persyaratan Kesehatan
Penyediaan air bersih merupakan salah satu intervensi penting bagi kesehatan, perkembangan anak dan pembangunan berkelanjutan serta memiliki peranan penting dalam menurunkan angka ...
Kajian efisiensi proses koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan kulit singkong terhadap parameter pencemar limbah laundry
Kajian efisiensi proses koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan kulit singkong terhadap parameter pencemar limbah laundry
Kulit singkong memiliki potensi besar sebagai koagulan alami karena kandungan senyawa aktif seperti pati, selulosa, dan tanin. Kulit dalam lebih kaya akan pati, selulosa, dan hemis...
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK (GREY WATER) MENGGUNAKAN CANGKANG TIRAM (Saccostrea echinata) SEBAGAI BIOKOAGULAN
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK (GREY WATER) MENGGUNAKAN CANGKANG TIRAM (Saccostrea echinata) SEBAGAI BIOKOAGULAN
Pencemaran lingkungan diakibatkan oleh limbah domestik tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode dalam pengolahan limbah domestik Telah ba...
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI FITOREMEDIASI DAN KOAGULASI-FLOKULASI
PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI FITOREMEDIASI DAN KOAGULASI-FLOKULASI
Tahu merupakan salah satu makanan favorit Indonesia karena mudah diperoleh dan rasa yang enak. Sebagian industri tahu Indonesia adalah industri rumah tangga sehingga sisa produksi ...
Pemanfaatan Activated Carbon dalam Meningkatkan Fungsi Koagulan untuk Pengolahan POME (Palm Oil Mill Effluent)
Pemanfaatan Activated Carbon dalam Meningkatkan Fungsi Koagulan untuk Pengolahan POME (Palm Oil Mill Effluent)
POME adalah suspensi koloid yang mengandung 95-96% air, 0,6-0,7% minyak dan 4-5% lemak dan padatan total. Pengolahan limbah POME dilakukan pengembangan dengan metode gabungan adsor...
Analisis Kandungan Fosfat PO43 Dalam Air Sungai Secara Spektrofotometri Dengan Metode Biru-Molibdat
Analisis Kandungan Fosfat PO43 Dalam Air Sungai Secara Spektrofotometri Dengan Metode Biru-Molibdat
Fosfat terdapat dalam air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat organis. Keberadaan senyawa fosfat dalam air sangat berpengaruh terhadap keseimbang...
Optimasi Dosis Koagulan Untuk Pengolahan Air Sungai Suko
Optimasi Dosis Koagulan Untuk Pengolahan Air Sungai Suko
Sungai Suko, desa drono, kecamatan Ngawen, kabupaten Klaten, terletak di dekat jalan raya, pemukiman penduduk dan pabrik tahu, kemungkinan air mengalami pencemaran cukup tinggi, ya...

Back to Top