Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KOMPARATIF PENGATURAN PENGAKUAN, PENGUKURAN, DAN PENGUNGKAPAN NILAI WAJAR DALAM PELAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN PSAK 113
View through CrossRef
Perkembangan standar akuntansi di Indonesia mencerminkan kebutuhan yang meningkat akan informasi keuangan yang relevan, andal, dan dapat diperbandingkan antarentitas serta antarperiode pelaporan. Pengukuran nilai wajar muncul sebagai konsep utama dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan, karena menyediakan perspektif berbasis pasar yang mencerminkan kondisi ekonomi aset dan liabilitas secara lebih aktual dibandingkan biaya historis. PSAK 113 tentang Pengukuran Nilai Wajar, yang menggantikan PSAK 68, menetapkan kerangka pengaturan yang lebih komprehensif dengan penegasan konsep nilai wajar, panduan teknis, serta kewajiban pengungkapan yang diperluas. Penelitian ini melakukan analisis komparatif atas pengaturan pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan nilai wajar dalam pelaporan keuangan sebelum dan sesudah penerapan PSAK 113, dengan IFRS 13 sebagai acuan internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, menelaah PSAK 68, PSAK 113, dan literatur akademik yang relevan untuk mengidentifikasi perbedaan kerangka konseptual, teknik pengukuran, dan praktik pengungkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSAK 113 mempertegas nilai wajar sebagai harga keluar (exit price) berbasis pasar, memperkuat pendekatan pengukuran melalui metode pasar, biaya, dan pendapatan, serta memperluas kewajiban pengungkapan, khususnya untuk pengukuran berbasis input Level 3. Perbaikan ini meningkatkan konsistensi, transparansi, dan keterbandingan pelaporan keuangan, serta memungkinkan pengguna laporan keuangan mengambil keputusan ekonomi yang lebih tepat. Temuan penelitian juga menekankan pentingnya pertimbangan profesional dan penerapan teknik pengukuran yang tepat, yang memiliki implikasi bagi penyusun dan pengguna laporan keuangan. Secara keseluruhan, PSAK 113 menyelaraskan praktik akuntansi Indonesia dengan standar internasional dan meningkatkan relevansi serta keandalan informasi nilai wajar dalam laporan keuangan.
Kata Kunci: Nilai Wajar, PSAK 113, Analisis Komparatif, Pengukuran Nilai Wajar, Pelaporan Keuangan.
Title: ANALISIS KOMPARATIF PENGATURAN PENGAKUAN, PENGUKURAN, DAN PENGUNGKAPAN NILAI WAJAR DALAM PELAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN PSAK 113
Description:
Perkembangan standar akuntansi di Indonesia mencerminkan kebutuhan yang meningkat akan informasi keuangan yang relevan, andal, dan dapat diperbandingkan antarentitas serta antarperiode pelaporan.
Pengukuran nilai wajar muncul sebagai konsep utama dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan, karena menyediakan perspektif berbasis pasar yang mencerminkan kondisi ekonomi aset dan liabilitas secara lebih aktual dibandingkan biaya historis.
PSAK 113 tentang Pengukuran Nilai Wajar, yang menggantikan PSAK 68, menetapkan kerangka pengaturan yang lebih komprehensif dengan penegasan konsep nilai wajar, panduan teknis, serta kewajiban pengungkapan yang diperluas.
Penelitian ini melakukan analisis komparatif atas pengaturan pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan nilai wajar dalam pelaporan keuangan sebelum dan sesudah penerapan PSAK 113, dengan IFRS 13 sebagai acuan internasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, menelaah PSAK 68, PSAK 113, dan literatur akademik yang relevan untuk mengidentifikasi perbedaan kerangka konseptual, teknik pengukuran, dan praktik pengungkapan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSAK 113 mempertegas nilai wajar sebagai harga keluar (exit price) berbasis pasar, memperkuat pendekatan pengukuran melalui metode pasar, biaya, dan pendapatan, serta memperluas kewajiban pengungkapan, khususnya untuk pengukuran berbasis input Level 3.
Perbaikan ini meningkatkan konsistensi, transparansi, dan keterbandingan pelaporan keuangan, serta memungkinkan pengguna laporan keuangan mengambil keputusan ekonomi yang lebih tepat.
Temuan penelitian juga menekankan pentingnya pertimbangan profesional dan penerapan teknik pengukuran yang tepat, yang memiliki implikasi bagi penyusun dan pengguna laporan keuangan.
Secara keseluruhan, PSAK 113 menyelaraskan praktik akuntansi Indonesia dengan standar internasional dan meningkatkan relevansi serta keandalan informasi nilai wajar dalam laporan keuangan.
Kata Kunci: Nilai Wajar, PSAK 113, Analisis Komparatif, Pengukuran Nilai Wajar, Pelaporan Keuangan.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Analisa PSAK 112 Tentang Pengakuan, Pengukuran, Penyajian, Serta Pengungkapan Aset Wakaf
Analisa PSAK 112 Tentang Pengakuan, Pengukuran, Penyajian, Serta Pengungkapan Aset Wakaf
The theory used in this research is PSAK 112. The problem in this research is that waqf asset management arrangements should be in accordance with PSAK 112 as effectively carried o...
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN SYARIAH DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI SERBA USAHA (KSU) BMT AL-IQTISHADY
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN SYARIAH DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI SERBA USAHA (KSU) BMT AL-IQTISHADY
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan PSAK 101, PSAK 102, dan PSAK 105 tentang pembiayaan murabahah pada koperasi serba usaha BMT. Penelitian ini menggunakan ...
Analisis Dampak Sebelum dan Sesudah Penerapan PSAK 72 terhadap Kinerja Keuangan
Analisis Dampak Sebelum dan Sesudah Penerapan PSAK 72 terhadap Kinerja Keuangan
Abstract. The drop in income at one of the property issuers, namely, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) or Triniti Land, which is one of the companies listed on the Indonesia ...
Analisis kepatuhan pelaporan keuangan Dana Pensiun Karyawan Taspen terhadap PSAK 226 Dan Ketentuan OJK
Analisis kepatuhan pelaporan keuangan Dana Pensiun Karyawan Taspen terhadap PSAK 226 Dan Ketentuan OJK
Purpose – This study aims to analyze the level of compliance of Taspen Employee Pension Fund’s financial reporting with PSAK 226 and OJK provisions for the 2022–2023 period.Methods...
Implementasi Pengukuran Nilai Wajar pada Pelaporan Keuangan di Indonesia
Implementasi Pengukuran Nilai Wajar pada Pelaporan Keuangan di Indonesia
Jurnal ini menganalisis implementasi pengukuran nilai wajar dalam pelaporan keuangan di Indonesia. Pengukuran nilai wajar merupakan konsep yang digunakan untuk menentukan nilai sua...
PRINSIP AKUNTABILITAS DALAM IMPLEMENTASI PSAK 109 PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN ENREKANG
PRINSIP AKUNTABILITAS DALAM IMPLEMENTASI PSAK 109 PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN ENREKANG
Akuntabilitas merupakan salah satu elemen tersirat dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 109 tentang akuntansi zakat, infak dan sedekah.PSAK 109 ini menjadi pedo...
PENERAPAN PSAK 22 KOMBINASI BISNIS TERHADAP LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PENERAPAN PSAK 22 KOMBINASI BISNIS TERHADAP LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 22 tentang Kombinasi Bisnis terhadap laporan keuangan konsolidasian melalui metod...

