Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Pengukuran Nilai Wajar pada Pelaporan Keuangan di Indonesia

View through CrossRef
Jurnal ini menganalisis implementasi pengukuran nilai wajar dalam pelaporan keuangan di Indonesia. Pengukuran nilai wajar merupakan konsep yang digunakan untuk menentukan nilai suatu aset atau kewajiban berdasarkan harga pasar yang adil dan objektif. Adopsi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mengacu pada International Financial Reporting Standards (IFRS) mendorong entitas di Indonesia untuk mempertimbangkan pengukuran nilai wajar dalam laporan keuangan mereka. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk memahami manfaat dan kekurangan pengukuran nilai wajar dalam pelaporan keuangan, serta dampaknya terhadap kualitas informasi laporan keuangan, analisis pekerjaan, dan pengambilan keputusan investasi. Metode yang digunakan dalam jurnal ini adalah telaah literatur, yang melibatkan pencarian berbagai sumber data menggunakan mesin pencari dengan kata kunci yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan nilai wajar dalam pelaporan keuangan di Indonesia masih terbatas, meskipun terdapat beberapa keunggulan seperti informasi yang lebih relevan, pembaruan informasi yang lebih cepat, dan pengakuan perubahan nilai aset dan kewajiban. Namun, terdapat pula tantangan seperti subjektivitas penilaian, keterbatasan data pasar, volatilitas pasar, dan penggunaan model dan metode penilaian yang kompleks. Meskipun demikian, penerapan pengukuran nilai wajar dapat meningkatkan transparansi laporan keuangan dan memberikan dasar yang lebih kuat untuk pengambilan keputusan bisnis.
Title: Implementasi Pengukuran Nilai Wajar pada Pelaporan Keuangan di Indonesia
Description:
Jurnal ini menganalisis implementasi pengukuran nilai wajar dalam pelaporan keuangan di Indonesia.
Pengukuran nilai wajar merupakan konsep yang digunakan untuk menentukan nilai suatu aset atau kewajiban berdasarkan harga pasar yang adil dan objektif.
Adopsi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mengacu pada International Financial Reporting Standards (IFRS) mendorong entitas di Indonesia untuk mempertimbangkan pengukuran nilai wajar dalam laporan keuangan mereka.
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk memahami manfaat dan kekurangan pengukuran nilai wajar dalam pelaporan keuangan, serta dampaknya terhadap kualitas informasi laporan keuangan, analisis pekerjaan, dan pengambilan keputusan investasi.
Metode yang digunakan dalam jurnal ini adalah telaah literatur, yang melibatkan pencarian berbagai sumber data menggunakan mesin pencari dengan kata kunci yang relevan.
Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan nilai wajar dalam pelaporan keuangan di Indonesia masih terbatas, meskipun terdapat beberapa keunggulan seperti informasi yang lebih relevan, pembaruan informasi yang lebih cepat, dan pengakuan perubahan nilai aset dan kewajiban.
Namun, terdapat pula tantangan seperti subjektivitas penilaian, keterbatasan data pasar, volatilitas pasar, dan penggunaan model dan metode penilaian yang kompleks.
Meskipun demikian, penerapan pengukuran nilai wajar dapat meningkatkan transparansi laporan keuangan dan memberikan dasar yang lebih kuat untuk pengambilan keputusan bisnis.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ANALISA PERFORMANCE MESIN PENGUPAS KAYU (ROTARY) PT. HENRISON IRIANA SORONG MENGGUNAKAN METODE INDEKS KAPABILITAS
ANALISA PERFORMANCE MESIN PENGUPAS KAYU (ROTARY) PT. HENRISON IRIANA SORONG MENGGUNAKAN METODE INDEKS KAPABILITAS
Artikel ini telah diterbitkan pada Prosiding Ini telah diterbitkan pada kegiatan Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) 5 2017 dengan No. ISSN2339-028XABSTRAK Penggunaan mes...
PERANAN PERBANKAN DALAM UPAYA MEMBANTU TUGAS PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK) MENCEGAH TERJADINYA PENCUCIAN UANG
PERANAN PERBANKAN DALAM UPAYA MEMBANTU TUGAS PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK) MENCEGAH TERJADINYA PENCUCIAN UANG
Pembentukan lembaga khusus yang menangani masalah pencucian uang di Indonesia diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pembe...
PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN GUNA MENCAPAI TUJUAN EKONOMIK
PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN GUNA MENCAPAI TUJUAN EKONOMIK
Pelaporan keuangan merupakan suatu struktur yang mengambarkan sebuah proses bagaimana informasi keuangan disediakan dan dilaporkan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang nan...
Literasi Keuangan Dan Resiliensi Keuangan Mahasiswa: Ditinjau Dari Perspektif Gender
Literasi Keuangan Dan Resiliensi Keuangan Mahasiswa: Ditinjau Dari Perspektif Gender
ini mahasiswa sangat aktif dalam penggunaan teknologi finansial baik sebagai alat pembayaran maupun sarana untuk berinvestasi. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan literasi dan res...

Back to Top