Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan antara Kualitas Attachment Orang Tua dengan Perilaku Phubbing pada Remaja

View through CrossRef
Hubungan antara Kualitas Attachment Orang Tua Dengan Perilaku Phubbing Pada Remaja. Perilaku phubbing merupakan kecenderungan individu untuk mengabaikan orang lain dalam interaksi tatap muka karena lebih memusatkan perhatian pada penggunaan smartphone. Fenomena ini semakin sering ditemukan pada remaja dan dapat berdampak pada kualitas hubungan sosial maupun hubungan dengan keluarga. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku phubbing adalah kualitas attachment orang tua, yaitu ikatan emosional yang ditandai dengan adanya kepercayaan, komunikasi yang baik, dan rendahnya keterasingan antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas attachment orang tua dengan perilaku phubbing pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 813 siswa kelas X dan XI SMA Negeri X. Sampel penelitian sebanyak 243 siswa dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Setelah proses screening dan penghapusan outlier, data yang dianalisis berasal dari 185 responden. Pengumpulan data menggunakan skala Perilaku Phubbing berdasarkan teori Karadağ et al. (2015) dan skala Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) dari Armsden dan Greenberg (1987). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kualitas attachment orang tua dengan perilaku phubbing pada remaja dengan nilai koefisien korelasi sebesar r=−0,157 dan nilai signifikansi sebesar p=0,033 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas attachment orang tua, maka semakin rendah perilaku phubbing pada remaja, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, orang tua disarankan meningkatkan kualitas komunikasi, kepercayaan, dan kedekatan emosional dengan remaja untuk meminimalkan kecenderungan perilaku phubbing.
Title: Hubungan antara Kualitas Attachment Orang Tua dengan Perilaku Phubbing pada Remaja
Description:
Hubungan antara Kualitas Attachment Orang Tua Dengan Perilaku Phubbing Pada Remaja.
Perilaku phubbing merupakan kecenderungan individu untuk mengabaikan orang lain dalam interaksi tatap muka karena lebih memusatkan perhatian pada penggunaan smartphone.
Fenomena ini semakin sering ditemukan pada remaja dan dapat berdampak pada kualitas hubungan sosial maupun hubungan dengan keluarga.
Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku phubbing adalah kualitas attachment orang tua, yaitu ikatan emosional yang ditandai dengan adanya kepercayaan, komunikasi yang baik, dan rendahnya keterasingan antara orang tua dan anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas attachment orang tua dengan perilaku phubbing pada remaja.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional.
Populasi penelitian berjumlah 813 siswa kelas X dan XI SMA Negeri X.
Sampel penelitian sebanyak 243 siswa dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling.
Setelah proses screening dan penghapusan outlier, data yang dianalisis berasal dari 185 responden.
Pengumpulan data menggunakan skala Perilaku Phubbing berdasarkan teori Karadağ et al.
(2015) dan skala Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) dari Armsden dan Greenberg (1987).
Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kualitas attachment orang tua dengan perilaku phubbing pada remaja dengan nilai koefisien korelasi sebesar r=−0,157 dan nilai signifikansi sebesar p=0,033 (p<0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas attachment orang tua, maka semakin rendah perilaku phubbing pada remaja, demikian pula sebaliknya.
Oleh karena itu, orang tua disarankan meningkatkan kualitas komunikasi, kepercayaan, dan kedekatan emosional dengan remaja untuk meminimalkan kecenderungan perilaku phubbing.

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Hubungan antara Persepsi Remaja terhadap Perilaku Phubbing Orang Tua dengan Kesejahteraan Subjektif Remaja
Hubungan antara Persepsi Remaja terhadap Perilaku Phubbing Orang Tua dengan Kesejahteraan Subjektif Remaja
Abstrack. The spread of gadgets and Indonesian government policies have encouraged more and more people to use the internet, supporting the development of technology in Bandung Cit...
Perilaku Phubbing Mahasiswa: Mempengaruhi Kohesivitas Kelompok?
Perilaku Phubbing Mahasiswa: Mempengaruhi Kohesivitas Kelompok?
Abstract. Students can use gadgets to make daily activities or affairs easier. However, in reality, there are a number of students who use gadgets unwisely, which causes disruption...
Fenomena "Phubbing" pada Generasi Z di Social Media
Fenomena "Phubbing" pada Generasi Z di Social Media
Abstract. Smartphones are something that is inherent in every individual. Smartphone use is increasing from year to year. One of the social phenomena resulting from smartphone addi...
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PHUBBING PADA REMAJA
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PHUBBING PADA REMAJA
Pada tahun 2019 sebanyak 3.706.811 orang Indonesia melakukan phubbing sehingga, Indonesia menempati urutan ke 11 sebagai negara dengan phubbing terbanyak di dunia (Cecilia, 2019). ...
Studi Komparatif Friend Phubbing berdasarkan Gender
Studi Komparatif Friend Phubbing berdasarkan Gender
Abstract. The phenomenon of phubbing is rampant along with technological developments that increasingly dominate human activities, including in friendship relationships.  Individua...
Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Phubbing pada Generasi Z
Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Phubbing pada Generasi Z
Abstract. Technological advancement has brought positive impacts, particularly in terms of easier access to information and communication. However, it has also led to new challenge...
Fenomena Phubbing: Suatu Degradasi Relasi Sosial Sebagai Dampak Media Sosial
Fenomena Phubbing: Suatu Degradasi Relasi Sosial Sebagai Dampak Media Sosial
Abstract—This study aims to find out about the phubbing phenomenon as a degradation of social relations as a result of social media. The term phubbing is an abbreviation of the wor...

Back to Top