Javascript must be enabled to continue!
Hubungan antara Persepsi Remaja terhadap Perilaku Phubbing Orang Tua dengan Kesejahteraan Subjektif Remaja
View through CrossRef
Abstrack. The spread of gadgets and Indonesian government policies have encouraged more and more people to use the internet, supporting the development of technology in Bandung City from 2015 until now in its community governance has created the phenomenon of phubbing, where parents' attention to gadgets is greater than attention to their children.forming subjective interpretations, where children feel neglected because parents prefer gadgets. The impact of parental phubbing affects children's psychological and cognitive mechanisms in the perception of disinterest and difficulty building relationships between parents and students. This is negative because the relationship between parents and adolescents is one source of family experience that is strongly correlated to be a major contribution to children's well-being. This study aims to see the description of the contribution of parental phubbing with subjective well-being (SWB) in Bandung City, aged 12-16 years (49.2% male students; 50.8% female students), with the majority coming from middle economic status families (78%), obtained through cluster random sampling technique. The instruments used include Parental Phubbing Scale, Children's Worlds Subjective Well-Being Scale 5, and Children's Worlds Positive Affect Negative Affect Scale given through questionnaires (G-form). This analysis used frequencies, percentages, contigency tables, and compare means to compare respondent characteristics and parental phubbing levels; respondent characteristics and subjective well-being. The purpose of the analysis was to describe the profile of respondents and examine the relationship between demographic variables and the frequency of parental phubbing behavior. The results showed that students' SWB was significantly lower than average (M = 71.08; SD = 26.72) at (P<.01). The findings indicated that moderate levels of parental phubbing had little effect on SWB but increased students' negative feelings (R² CW-SWBS5 = 3.7%; R² CW-PANAS (NA)= 14.5%).
Abstrak. Penyebaran gadget dan kebijakan pemerintah Indonesia telah mendorong semakin banyak orang menggunakan internet, mendukung perkembangan teknologi pada Kota Bandung mulai 2015 hingga sekarang dalam tatakelola masyarakatnya telah menciptakan fenomena phubbing, di mana perhatian orang tua terhadap gadget lebih besar daripada perhatian kepada anak mereka.Membentuk interpretasi subjektif, dimana anak merasa diabaikan karena orang tua lebih menyukai gadget. Dampak parental phubbing ini mempengaruhi mekanisme psikologis dan kognitif anak dalam persepsi ketidaktertarikan dan kesulitan membangun hubungan antara orang tua dan siswa. Hal ini menjadi negatif dikarenakan hubungan orang tua dan remaja menjadi salah satu sumber pengalaman keluarga yang berkorelasi kuat menjadi sumbangan besar pada kesejahteraan anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kontribusi parental phubbing dengan kesejahteraan subjektif di Kota Bandung, berusia 12-16 tahun (49.2% siswa laki-laki; 50.8% siswa perempuan), dengan mayoritas berasal dari keluarga berstatus ekonomi menengah (78%), diperoleh melalui Teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Parental Phubbing Scale, Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale 5, dan Children’s Worlds Positive Affect Negative Affect Scale yang diberikan melalui kuisioner (G-form). Analisis ni menggunakan frekuensi, presentase, table kontigensi, dan compare means untuk membandingkan karakteristik responden dan tingkat parental phubbing; karakteristik responden dan kesejahteraan subjektif. Tujuan analisis adalah untuk menggambarkan profil responden dan menguji hubungan antara variable demografis dengan frekuensi perilaku parental phubbing. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesejahteraan subjektif siswa signifikan lebih rendah dari rata-rata (M = 71.08; SD = 26.72) pada (P<.01). Temuan ini menunjukan bahwa parental phubbing dalam tingkat sedang memiliki pengaruh kecil terhadap kesejahteraan subjektif tetapi meningkatkan perasaan negatif siswa (R² CW-SWBS5 = 3.7%; R² CW-PANAS (NA)= 14.5%).
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan antara Persepsi Remaja terhadap Perilaku Phubbing Orang Tua dengan Kesejahteraan Subjektif Remaja
Description:
Abstrack.
The spread of gadgets and Indonesian government policies have encouraged more and more people to use the internet, supporting the development of technology in Bandung City from 2015 until now in its community governance has created the phenomenon of phubbing, where parents' attention to gadgets is greater than attention to their children.
forming subjective interpretations, where children feel neglected because parents prefer gadgets.
The impact of parental phubbing affects children's psychological and cognitive mechanisms in the perception of disinterest and difficulty building relationships between parents and students.
This is negative because the relationship between parents and adolescents is one source of family experience that is strongly correlated to be a major contribution to children's well-being.
This study aims to see the description of the contribution of parental phubbing with subjective well-being (SWB) in Bandung City, aged 12-16 years (49.
2% male students; 50.
8% female students), with the majority coming from middle economic status families (78%), obtained through cluster random sampling technique.
The instruments used include Parental Phubbing Scale, Children's Worlds Subjective Well-Being Scale 5, and Children's Worlds Positive Affect Negative Affect Scale given through questionnaires (G-form).
This analysis used frequencies, percentages, contigency tables, and compare means to compare respondent characteristics and parental phubbing levels; respondent characteristics and subjective well-being.
The purpose of the analysis was to describe the profile of respondents and examine the relationship between demographic variables and the frequency of parental phubbing behavior.
The results showed that students' SWB was significantly lower than average (M = 71.
08; SD = 26.
72) at (P<.
01).
The findings indicated that moderate levels of parental phubbing had little effect on SWB but increased students' negative feelings (R² CW-SWBS5 = 3.
7%; R² CW-PANAS (NA)= 14.
5%).
Abstrak.
Penyebaran gadget dan kebijakan pemerintah Indonesia telah mendorong semakin banyak orang menggunakan internet, mendukung perkembangan teknologi pada Kota Bandung mulai 2015 hingga sekarang dalam tatakelola masyarakatnya telah menciptakan fenomena phubbing, di mana perhatian orang tua terhadap gadget lebih besar daripada perhatian kepada anak mereka.
Membentuk interpretasi subjektif, dimana anak merasa diabaikan karena orang tua lebih menyukai gadget.
Dampak parental phubbing ini mempengaruhi mekanisme psikologis dan kognitif anak dalam persepsi ketidaktertarikan dan kesulitan membangun hubungan antara orang tua dan siswa.
Hal ini menjadi negatif dikarenakan hubungan orang tua dan remaja menjadi salah satu sumber pengalaman keluarga yang berkorelasi kuat menjadi sumbangan besar pada kesejahteraan anak.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kontribusi parental phubbing dengan kesejahteraan subjektif di Kota Bandung, berusia 12-16 tahun (49.
2% siswa laki-laki; 50.
8% siswa perempuan), dengan mayoritas berasal dari keluarga berstatus ekonomi menengah (78%), diperoleh melalui Teknik cluster random sampling.
Instrumen yang digunakan meliputi Parental Phubbing Scale, Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale 5, dan Children’s Worlds Positive Affect Negative Affect Scale yang diberikan melalui kuisioner (G-form).
Analisis ni menggunakan frekuensi, presentase, table kontigensi, dan compare means untuk membandingkan karakteristik responden dan tingkat parental phubbing; karakteristik responden dan kesejahteraan subjektif.
Tujuan analisis adalah untuk menggambarkan profil responden dan menguji hubungan antara variable demografis dengan frekuensi perilaku parental phubbing.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kesejahteraan subjektif siswa signifikan lebih rendah dari rata-rata (M = 71.
08; SD = 26.
72) pada (P<.
01).
Temuan ini menunjukan bahwa parental phubbing dalam tingkat sedang memiliki pengaruh kecil terhadap kesejahteraan subjektif tetapi meningkatkan perasaan negatif siswa (R² CW-SWBS5 = 3.
7%; R² CW-PANAS (NA)= 14.
5%).
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Perilaku Phubbing Mahasiswa: Mempengaruhi Kohesivitas Kelompok?
Perilaku Phubbing Mahasiswa: Mempengaruhi Kohesivitas Kelompok?
Abstract. Students can use gadgets to make daily activities or affairs easier. However, in reality, there are a number of students who use gadgets unwisely, which causes disruption...
Fenomena "Phubbing" pada Generasi Z di Social Media
Fenomena "Phubbing" pada Generasi Z di Social Media
Abstract. Smartphones are something that is inherent in every individual. Smartphone use is increasing from year to year. One of the social phenomena resulting from smartphone addi...
Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Phubbing pada Generasi Z
Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Phubbing pada Generasi Z
Abstract. Technological advancement has brought positive impacts, particularly in terms of easier access to information and communication. However, it has also led to new challenge...
Studi Komparatif Friend Phubbing berdasarkan Gender
Studi Komparatif Friend Phubbing berdasarkan Gender
Abstract. The phenomenon of phubbing is rampant along with technological developments that increasingly dominate human activities, including in friendship relationships. Individua...
Fenomena Phubbing: Suatu Degradasi Relasi Sosial Sebagai Dampak Media Sosial
Fenomena Phubbing: Suatu Degradasi Relasi Sosial Sebagai Dampak Media Sosial
Abstract—This study aims to find out about the phubbing phenomenon as a degradation of social relations as a result of social media. The term phubbing is an abbreviation of the wor...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesejahteraan Subjektif Caregiver Orang dengan Skizofrenia di Bantur Malang
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesejahteraan Subjektif Caregiver Orang dengan Skizofrenia di Bantur Malang
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang memerlukan caregiver. Perawatan orang dengan skizofrenia di rumah dapat menjadi beban bagi caregiver seperti kesulitan dalam menangan...
PERILAKU PHUBBING PADA GENERASI Z : MENGUJI PERAN KONTROL DIRI
PERILAKU PHUBBING PADA GENERASI Z : MENGUJI PERAN KONTROL DIRI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kontrol diri terhadap perilaku phubbing di kalangan generasi Z di Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan des...

