Javascript must be enabled to continue!
Perilaku Phubbing Mahasiswa: Mempengaruhi Kohesivitas Kelompok?
View through CrossRef
Abstract. Students can use gadgets to make daily activities or affairs easier. However, in reality, there are a number of students who use gadgets unwisely, which causes disruption in their daily lives. This behavior is called by experts as phubbing (phone- snubbing) behavior. This phubbing behavior can be found anywhere. One of the phubbing behaviors that can be found in students is when students are gathering or carrying out organizational activities. In organizations, there is group cohesiveness, where this cohesiveness plays a very important role in a group or organization in achieving a goal. The aim of this research is to find out the relationship between group cohesiveness and student phubbing behavior in organizations. The research method in this research uses quantitative methods using the Correlation Analysis Test. Data collection techniques include questionnaires, interviews and literature studies. The results of this research show that there is a relationship between the dimensions of social power, the dimensions of unity in the group, and the dimensions of attractiveness and phubbing behavior. Relationship results are included in the low category. This is because many respondents answered neutrally in the questionnaire about phubbing that was given, the reason being that using gadgets has become a habit in everyday life, they get bored, and they often open gadgets because they are spontaneous when a notification comes in from the gadget. Negative results were obtained, which means that group cohesiveness increases, so phubbing behavior decreases. This phubbing can be a breaking factor in group cohesiveness.
Abstrak. Mahasiswa bisa memanfaatkan gadget untuk mempermudah kegiatan atau urusan dalam sehari-hari. Namun pada kenyataannya, ada sejumlah mahasiswa yang menggunakan gadget dengan tidak bijak, yang mengakibatkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Perilaku ini disebut oleh para ahli sebagai perilaku phubbing (phone-snubbing). Perilaku phubbing ini bisa ditemukan di mana saja. Salah satu perilaku phubbing yang bisa ditemukan pada mahasiswa yaitu ketika mahasiswa sedang berkumpul atau melakukan kegiatan keorganisasian. Dalam organisasi adanya kohesivitas kelompok yang dimana kohesivitas ini sangat berperan penting dalam kelompok atau organisasi dalam mencapai suatu tujuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hubungan kohesivitas kelompok dengan perilaku phubbing mahasiswa di organisasi. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Uji Analisis Korelasional. Teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menujukkan terdapat hubungan antara dimensi kekuatan sosial, dimensi kesatuan dalam kelompok, dan dimensi daya tarik dengan perilaku phubbing. Hasil hubungan termasuk ke dalam kategori rendah. Hal ini dikarenakan banyaknya responden yang menjawab netral pada angket tentang phubbing yang diberikan, alasannya karena penggunaan gadget sudah menjadi suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bosan, dan seringnya membuka gadget karena bentuk spontan ketika ada notifikasi yang masuk dari gadget. Didapatkan hasil negatif yang artinya kohesivitas kelompok naik maka perilaku phubbing menjadi rendah. Phubbing ini bisa menjadi salah satu faktor pemecah dalam kohesivitas kelompok.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Perilaku Phubbing Mahasiswa: Mempengaruhi Kohesivitas Kelompok?
Description:
Abstract.
Students can use gadgets to make daily activities or affairs easier.
However, in reality, there are a number of students who use gadgets unwisely, which causes disruption in their daily lives.
This behavior is called by experts as phubbing (phone- snubbing) behavior.
This phubbing behavior can be found anywhere.
One of the phubbing behaviors that can be found in students is when students are gathering or carrying out organizational activities.
In organizations, there is group cohesiveness, where this cohesiveness plays a very important role in a group or organization in achieving a goal.
The aim of this research is to find out the relationship between group cohesiveness and student phubbing behavior in organizations.
The research method in this research uses quantitative methods using the Correlation Analysis Test.
Data collection techniques include questionnaires, interviews and literature studies.
The results of this research show that there is a relationship between the dimensions of social power, the dimensions of unity in the group, and the dimensions of attractiveness and phubbing behavior.
Relationship results are included in the low category.
This is because many respondents answered neutrally in the questionnaire about phubbing that was given, the reason being that using gadgets has become a habit in everyday life, they get bored, and they often open gadgets because they are spontaneous when a notification comes in from the gadget.
Negative results were obtained, which means that group cohesiveness increases, so phubbing behavior decreases.
This phubbing can be a breaking factor in group cohesiveness.
Abstrak.
Mahasiswa bisa memanfaatkan gadget untuk mempermudah kegiatan atau urusan dalam sehari-hari.
Namun pada kenyataannya, ada sejumlah mahasiswa yang menggunakan gadget dengan tidak bijak, yang mengakibatkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Perilaku ini disebut oleh para ahli sebagai perilaku phubbing (phone-snubbing).
Perilaku phubbing ini bisa ditemukan di mana saja.
Salah satu perilaku phubbing yang bisa ditemukan pada mahasiswa yaitu ketika mahasiswa sedang berkumpul atau melakukan kegiatan keorganisasian.
Dalam organisasi adanya kohesivitas kelompok yang dimana kohesivitas ini sangat berperan penting dalam kelompok atau organisasi dalam mencapai suatu tujuan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hubungan kohesivitas kelompok dengan perilaku phubbing mahasiswa di organisasi.
Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Uji Analisis Korelasional.
Teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, dan studi pustaka.
Hasil dari penelitian ini menujukkan terdapat hubungan antara dimensi kekuatan sosial, dimensi kesatuan dalam kelompok, dan dimensi daya tarik dengan perilaku phubbing.
Hasil hubungan termasuk ke dalam kategori rendah.
Hal ini dikarenakan banyaknya responden yang menjawab netral pada angket tentang phubbing yang diberikan, alasannya karena penggunaan gadget sudah menjadi suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bosan, dan seringnya membuka gadget karena bentuk spontan ketika ada notifikasi yang masuk dari gadget.
Didapatkan hasil negatif yang artinya kohesivitas kelompok naik maka perilaku phubbing menjadi rendah.
Phubbing ini bisa menjadi salah satu faktor pemecah dalam kohesivitas kelompok.
Related Results
Fenomena "Phubbing" pada Generasi Z di Social Media
Fenomena "Phubbing" pada Generasi Z di Social Media
Abstract. Smartphones are something that is inherent in every individual. Smartphone use is increasing from year to year. One of the social phenomena resulting from smartphone addi...
Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Phubbing pada Generasi Z
Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Phubbing pada Generasi Z
Abstract. Technological advancement has brought positive impacts, particularly in terms of easier access to information and communication. However, it has also led to new challenge...
Studi Komparatif Friend Phubbing berdasarkan Gender
Studi Komparatif Friend Phubbing berdasarkan Gender
Abstract. The phenomenon of phubbing is rampant along with technological developments that increasingly dominate human activities, including in friendship relationships. Individua...
Fenomena Phubbing: Suatu Degradasi Relasi Sosial Sebagai Dampak Media Sosial
Fenomena Phubbing: Suatu Degradasi Relasi Sosial Sebagai Dampak Media Sosial
Abstract—This study aims to find out about the phubbing phenomenon as a degradation of social relations as a result of social media. The term phubbing is an abbreviation of the wor...
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Perilaku Phubbing pada Mahasiswa STIPAK Malang Angkatan Tahun 2018-2019
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Perilaku Phubbing pada Mahasiswa STIPAK Malang Angkatan Tahun 2018-2019
Phubbing behavior is part of someone who is addicted to gadgets. The impact is the emergence of a sense of disregard for the people around them as well as for the environment. Alle...
Intervensi Psikoedukatif Untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Pada Kelompok Siswa SMP Negeri Di Manado
Intervensi Psikoedukatif Untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Pada Kelompok Siswa SMP Negeri Di Manado
Phubbing (phone snubbing) merupakan fenomena perilaku mengabaikan lawan bicara karena fokus pada ponsel yang semakin marak di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengev...
PERILAKU PHUBBING PADA GENERASI Z : MENGUJI PERAN KONTROL DIRI
PERILAKU PHUBBING PADA GENERASI Z : MENGUJI PERAN KONTROL DIRI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kontrol diri terhadap perilaku phubbing di kalangan generasi Z di Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan des...
Phubbing (phone + snubbing) research: a bibliometric science mapping of current and emerging trends
Phubbing (phone + snubbing) research: a bibliometric science mapping of current and emerging trends
Purpose
This study evaluates the knowledge structure of the phubbing (phone + snubbing) phenomenon in today's digitalized environment. Overreliance on smartphon...

