Javascript must be enabled to continue!
Penerapan Data Mining Menggunakan Algoritma Apriori untuk Menentukan Pola Penyebab Gelandangan dan Pengemis
View through CrossRef
<p class="Judul2">Gelandangan dan pengemis salah satu masalah yang ada di daerah perkotaan, karena dapat mengganggu ketertiban umum, keamanan, stabilitas dan pembangunan kota. Upaya yang dilakukan saat ini masih fokus pada cara penanganan gelandangan dan pengemis, belum untuk pencegahan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menentukan pola usia gelandangan dan pengemis. Algoritma Apriori sebuah metode <em>Association Rule</em> dalam data mining untuk menentukan frequent itemset yang berfungsi membantu menemukan pola dalam sebuah data (<em>frequent pattern mining</em>). Perhitungan manual menggunakan algoritma apriori, menghasilkan pola kombinasi sebanyak 3 rules dengan nilai minimum <em>support</em> sebesar 30% dan nilai <em>confidence</em> tertinggi sebesar 100%. Pengujian penerapan Algoritma Apriori menggunakan aplikasi RapidMiner. RapidMiner salah satu software pengolahan data mining, diantaranya analisis teks, mengekstrak pola-pola dari data set dan mengkombinasikannya dengan metode statistika, kecerdasan buatan, dan database untuk mendapatkan informasi bermutu tinggi dari data yang diolah. Hasil pengujian menunjukkan perbandingan pola usia gelandangan dan pengemis yang berpotensi menjadi gelandangan dan pengemis. Berdasarkan hasil pengujian aplikasi RapidMiner dan hasil perhitungan manual Algoritma Apriori, dapat disimpulkan sesuai kriteria pengujian, bahiwa pola (rules) usia dan nilai confidence (c) hasil perhitungan manual Algoritma Apriori tidak mendekati nilai hasil pengujian menggunakan aplikasi RapidMiner, maka tingkat keakuratan pengujian rendah, yaitu 37.5 %.</p><p class="Judul2"> </p><p class="Judul2"><strong><em>Abstract </em></strong></p><p class="Judul2"><strong> </strong></p><p><em>Homeless and beggars are one of the problems in urban areas as they possibly disrupt public order, security, stability and urban development. The efforts conducted are still focusing on managing the existing homeless and beggars instead of preventing the potential ones. One of the methods used for solving this problem is Algoritma Apriori which determines the age pattern of homeless and beggars. Apriori Algorithm is an Association Rule method in data mining to determine frequent item set that serves to help in finding patterns in a data (frequent pattern mining). The manual calculation through Apriori Algorithm obtains combination pattern of 3 rules with a minimum support value of 30% and the highest confidence value of 100%. These patterns were refences for the incharged department in precaution action of homeless and beggars arising numbers. Apriori Algorithm testing uses the RapidMiner application which is one of data mining processing software, including text analysis, extracting patterns from data sets and combining them with statistical methods, artificial intelligence, and databases to obtain high quality information from processed data. Based on the results of the said testing, it can be concluded that the level of accuracy test is low, i.e. 37.5%.</em></p>
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Title: Penerapan Data Mining Menggunakan Algoritma Apriori untuk Menentukan Pola Penyebab Gelandangan dan Pengemis
Description:
<p class="Judul2">Gelandangan dan pengemis salah satu masalah yang ada di daerah perkotaan, karena dapat mengganggu ketertiban umum, keamanan, stabilitas dan pembangunan kota.
Upaya yang dilakukan saat ini masih fokus pada cara penanganan gelandangan dan pengemis, belum untuk pencegahan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menentukan pola usia gelandangan dan pengemis.
Algoritma Apriori sebuah metode <em>Association Rule</em> dalam data mining untuk menentukan frequent itemset yang berfungsi membantu menemukan pola dalam sebuah data (<em>frequent pattern mining</em>).
Perhitungan manual menggunakan algoritma apriori, menghasilkan pola kombinasi sebanyak 3 rules dengan nilai minimum <em>support</em> sebesar 30% dan nilai <em>confidence</em> tertinggi sebesar 100%.
Pengujian penerapan Algoritma Apriori menggunakan aplikasi RapidMiner.
RapidMiner salah satu software pengolahan data mining, diantaranya analisis teks, mengekstrak pola-pola dari data set dan mengkombinasikannya dengan metode statistika, kecerdasan buatan, dan database untuk mendapatkan informasi bermutu tinggi dari data yang diolah.
Hasil pengujian menunjukkan perbandingan pola usia gelandangan dan pengemis yang berpotensi menjadi gelandangan dan pengemis.
Berdasarkan hasil pengujian aplikasi RapidMiner dan hasil perhitungan manual Algoritma Apriori, dapat disimpulkan sesuai kriteria pengujian, bahiwa pola (rules) usia dan nilai confidence (c) hasil perhitungan manual Algoritma Apriori tidak mendekati nilai hasil pengujian menggunakan aplikasi RapidMiner, maka tingkat keakuratan pengujian rendah, yaitu 37.
5 %.
</p><p class="Judul2"> </p><p class="Judul2"><strong><em>Abstract </em></strong></p><p class="Judul2"><strong> </strong></p><p><em>Homeless and beggars are one of the problems in urban areas as they possibly disrupt public order, security, stability and urban development.
The efforts conducted are still focusing on managing the existing homeless and beggars instead of preventing the potential ones.
One of the methods used for solving this problem is Algoritma Apriori which determines the age pattern of homeless and beggars.
Apriori Algorithm is an Association Rule method in data mining to determine frequent item set that serves to help in finding patterns in a data (frequent pattern mining).
The manual calculation through Apriori Algorithm obtains combination pattern of 3 rules with a minimum support value of 30% and the highest confidence value of 100%.
These patterns were refences for the incharged department in precaution action of homeless and beggars arising numbers.
Apriori Algorithm testing uses the RapidMiner application which is one of data mining processing software, including text analysis, extracting patterns from data sets and combining them with statistical methods, artificial intelligence, and databases to obtain high quality information from processed data.
Based on the results of the said testing, it can be concluded that the level of accuracy test is low, i.
e.
37.
5%.
</em></p>.
Related Results
PEMBINAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM: (Studi Kasus Gelandangan dan Pengemis)
PEMBINAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM: (Studi Kasus Gelandangan dan Pengemis)
Fokus kajian ini dilatarbelakangi atas fenomena yang terjadi di wilayah perkotaan adalah hadirnya gelandangan dan pengemis. Tujuan penulisan kajian ini adalah untuk memperoleh gamb...
GELANDANGAN DAN PENGEMIS DALAM KONTEKS KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM
GELANDANGAN DAN PENGEMIS DALAM KONTEKS KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM
Terjadinya peningkatan jumlah gelandangan dan pengemis pada beberapa daerah di Indonesia melatarbelakangi kajian ini dibuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran ...
FENOMENA PENGEMIS DI KOTA MATARAM: STUDI KONSTRUKSI SOSIAL TENTANG STRATEGI BERTAHAN HIDUP PENGEMIS DI KECAMATAN SEKARBELA KOTA MATARAM
FENOMENA PENGEMIS DI KOTA MATARAM: STUDI KONSTRUKSI SOSIAL TENTANG STRATEGI BERTAHAN HIDUP PENGEMIS DI KECAMATAN SEKARBELA KOTA MATARAM
The study entitled “The Phenomenon of Beggars in the City of Mataram: Study of Social Construction on the Beggars Surviving Strategies in Sekarbela Subdistrict, Mataram City”. This...
Optimasi Aturan Asosiasi Transaksi Penjualan Obat Menggunakan Kombinasi Apriori dan Algoritma Genetika
Optimasi Aturan Asosiasi Transaksi Penjualan Obat Menggunakan Kombinasi Apriori dan Algoritma Genetika
Analisis pola transaksi dalam penjualan obat sangat penting untuk mengoptimalkan manajemen stok di apotek. Salah satu metode yang umum digunakan dalam data mining adalah algoritma ...
Efektivitas Organisasi dalam Pembinaan Gelandangan dan Pengemis di Kota Cilegon
Efektivitas Organisasi dalam Pembinaan Gelandangan dan Pengemis di Kota Cilegon
Kota Cilegon merupakan kota dengan permasalahan sosial yang kompleks termasuk meningkatnya jumlah gelandangan dan pengemis. Dinas Sosial Kota Cilegon sebagai instansi pemerintah me...
Peran Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis Untuk Memajukan Sektor Pariwisata (Studi Kasus: Kantor Satpol Pp Kota Denpasar)
Peran Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis Untuk Memajukan Sektor Pariwisata (Studi Kasus: Kantor Satpol Pp Kota Denpasar)
Sektor pariwisata merupakan sektor utama yang mempengaruhi pendapatan daerah Kota Denpasar. Salah satu permasalahan yang dapat mengganggu sektor pariwisata Kota Denpasar ialah gela...
KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PENANGANAN ANAK JALANAN DAN PENGEMIS PERSPEKTIF MAṢLAḤAH MURSALAH
KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PENANGANAN ANAK JALANAN DAN PENGEMIS PERSPEKTIF MAṢLAḤAH MURSALAH
Abstrak
Fenomena keberadaan anak jalanan di Kota Banda Aceh telah mulai dirasakan oleh masyarakat seperti ketidaknyamanan di jalan raya, mengganggu kenyamanan di jalan dan menjad...
Implementasi Kebijakan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2003 Tentang Larangan Gelandangan dan Pengemis Serta Praktek Susila dalam Rangka Penanganan Gelandangan di Kota Medan
Implementasi Kebijakan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2003 Tentang Larangan Gelandangan dan Pengemis Serta Praktek Susila dalam Rangka Penanganan Gelandangan di Kota Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan atau tantangan dalam implementasi kebijakan penanggulangan Gelandangan di Dinas Sosial Kota Medan. Penelitian ini menggunakan met...

