Javascript must be enabled to continue!
SEJARAH UANG REPUBLIK INDONESIA BANTEN (URIDAB) (1945-1949)
View through CrossRef
AbstrakSetelah Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, di Serang Banten terdapat dua peristiwa penting, yaitu revolusi sosial dan tempat pencetakan uang daerah untuk Banten. Tahun 1947, di Serang, tentara Belanda di bawah naungan Pasukan Sekutu melakukan blokade darat dan laut. Pemerintahan di Serang pun putus komunikasi dengan Pemerintah RI yang berada di Yogyakarta. Agar perekonomian di Serang tetap berjalan, pemerintah pusat mengizinkan daerah Banten untuk mencetak uang daerah sendiri bernama Uang Republik Indonesia Daerah Banten (URIDAB). Menjadi pertanyaan tersendiri mengapa Serang Banten dipercaya oleh pemeritah pusat untuk mencetak uang dan mengapa pasukan Belanda melakukan blokade ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengapa Serang Banten dipercaya oleh pemerintah pusat untuk mencetak uang sendiri, adakah hubungannya antara URIDAB dan revolusi sosial. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Melalui hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pencetakan uang daerah di Banten diawali dengan perpindahan ibu kota RI dari Jakarta ke Yogyakarta. Belanda yang datang ke Indonesia dengan cara membonceng NICA melakukan kekacauan, penyerangan, dan memblokade ekonomi. Daerah-daerah yang lokasinya jauh dengan ibu kota RI sangat kesulitan berkomunikasi, sehingga pemerintah pusat yang berkedudukan di Yogyakarta memberikan wewenang kepada Residen Banten Achmad Chatib untuk mencetak mata uang sendiri dengan nama URIDAB kepanjangan dari Uang Republik Indonesia Daerah Banten. AbstractThere were two important things that happened in Serang (Banten) after the Indonesian independence was proclaimed on August 17, 1945: social revolution, and printing of money for Banten. In 1947 the Dutch army under the protection of the Allies blockaded either land and sea, cutting off communications between central (Yogyakarta) and regional (Serang) government. The central government in Yogyakarta gave permission to Serang to print money so that economic activity could still be running. The money was called URIDAB (Uang Republik Indonesia Daerah Banten, or the money of the Republic of Indonesia in Banten). The research questions are why central government gave permission to Banten to print money and why the Dutch army blockaded the economy. To answer these questions the author conducted histoy methods: heuristic, critique, interpretation, and historiography. Research finds that when the capital of Indonesia moved from Jakarta to Yogyakarta during the Dutch military aggression, communications were cut off and it was difficult for central government in Yogyakarta to make contact to regional governments. Therefore, the central government authorized the Resident of Banten, Achmad Chatib, to print its own money.
Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat
Title: SEJARAH UANG REPUBLIK INDONESIA BANTEN (URIDAB) (1945-1949)
Description:
AbstrakSetelah Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, di Serang Banten terdapat dua peristiwa penting, yaitu revolusi sosial dan tempat pencetakan uang daerah untuk Banten.
Tahun 1947, di Serang, tentara Belanda di bawah naungan Pasukan Sekutu melakukan blokade darat dan laut.
Pemerintahan di Serang pun putus komunikasi dengan Pemerintah RI yang berada di Yogyakarta.
Agar perekonomian di Serang tetap berjalan, pemerintah pusat mengizinkan daerah Banten untuk mencetak uang daerah sendiri bernama Uang Republik Indonesia Daerah Banten (URIDAB).
Menjadi pertanyaan tersendiri mengapa Serang Banten dipercaya oleh pemeritah pusat untuk mencetak uang dan mengapa pasukan Belanda melakukan blokade ekonomi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengapa Serang Banten dipercaya oleh pemerintah pusat untuk mencetak uang sendiri, adakah hubungannya antara URIDAB dan revolusi sosial.
Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
Melalui hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pencetakan uang daerah di Banten diawali dengan perpindahan ibu kota RI dari Jakarta ke Yogyakarta.
Belanda yang datang ke Indonesia dengan cara membonceng NICA melakukan kekacauan, penyerangan, dan memblokade ekonomi.
Daerah-daerah yang lokasinya jauh dengan ibu kota RI sangat kesulitan berkomunikasi, sehingga pemerintah pusat yang berkedudukan di Yogyakarta memberikan wewenang kepada Residen Banten Achmad Chatib untuk mencetak mata uang sendiri dengan nama URIDAB kepanjangan dari Uang Republik Indonesia Daerah Banten.
AbstractThere were two important things that happened in Serang (Banten) after the Indonesian independence was proclaimed on August 17, 1945: social revolution, and printing of money for Banten.
In 1947 the Dutch army under the protection of the Allies blockaded either land and sea, cutting off communications between central (Yogyakarta) and regional (Serang) government.
The central government in Yogyakarta gave permission to Serang to print money so that economic activity could still be running.
The money was called URIDAB (Uang Republik Indonesia Daerah Banten, or the money of the Republic of Indonesia in Banten).
The research questions are why central government gave permission to Banten to print money and why the Dutch army blockaded the economy.
To answer these questions the author conducted histoy methods: heuristic, critique, interpretation, and historiography.
Research finds that when the capital of Indonesia moved from Jakarta to Yogyakarta during the Dutch military aggression, communications were cut off and it was difficult for central government in Yogyakarta to make contact to regional governments.
Therefore, the central government authorized the Resident of Banten, Achmad Chatib, to print its own money.
Related Results
SEJARAH SOSIAL KABUPATEN LEBAK
SEJARAH SOSIAL KABUPATEN LEBAK
AbstrakTulisan mengenai Sejarah Sosial Daerah Kabupaten Lebak menggambarkan kehidupan masyarakat yang mencakup aspek geografi, pemerintahan, penduduk, budaya sinkretisme dan masyar...
Community Group-Based Tourism Development Model: Banten Lama Tourism Area
Community Group-Based Tourism Development Model: Banten Lama Tourism Area
Tourism development in Banten Lama area has highly made significant progress after the Banten Provincial Government revitalized Banten Lama area with a budget of 80 billion in 2018...
ANALISIS SUBSTANSI PIDANA UANG PENGGANTI DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
ANALISIS SUBSTANSI PIDANA UANG PENGGANTI DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 menyebut...
Analisis Stabilitas Fiat Money dalam Inflasi dampaknya bagi pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung
Analisis Stabilitas Fiat Money dalam Inflasi dampaknya bagi pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung
Abstrak . Fluktuasi nilai tukar sangat mempengaruhi daya beli barang dan jasa. Keterkaitan antara nilai tukar dan inflasi akan lebih terlihat saat menggunakan uang fiat. Penggunaan...
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Banten is one of the provinces in Indonesia. It is located in the westernmost of Java. Art Movement in Banten is not as famous as Jakarta, Yogyakarta, nor Bali. Being an Artist is ...
UANG DALAM PERPEKTIF ISLAM
UANG DALAM PERPEKTIF ISLAM
Sejarah uang memberikan pemahaman mendalam tentang evolusi dan kebutuhan manusia dalam memfasilitası pertukaran barang dan jasa. Sebelum ditemukannya uang, sistem barter digunakan,...
PELAKSANAAN PIDANA UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DI KEJAKSAAN NEGERI KENDARI
PELAKSANAAN PIDANA UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DI KEJAKSAAN NEGERI KENDARI
Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi selain dibekali ancaman pidana pokok juga dapat dijatuhi pidana tambahan, salah satu bentuknya adalah pembayaran uang pengganti. E...
ZAKAT UANG ELEKTRONIK
ZAKAT UANG ELEKTRONIK
Uang elektronik merupakan alat pembayaran yang diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit, kemudian nilai uang tersebut disimpan s...

