Javascript must be enabled to continue!
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
View through CrossRef
Banten is one of the provinces in Indonesia. It is located in the westernmost of Java. Art Movement in Banten is not as famous as Jakarta, Yogyakarta, nor Bali. Being an Artist is not the most famous, not even an option for Banten's job or career. Being an artist in Banten is because the people are not familiar with the art, especially contemporary art. So being an artist in Banten means also being an educator for social change. Edi Bonetski and PengPeng, both are Banten born and raised artist, are trying to make an art movement in Banten. They are doing what I called "terror" in the two cities of Banten. Serang and Tangerang, through their artistic collaboration. The aim is to habituate people in Banten for seeing art. The more they make, the more people will get used to appreciate and live with art. They also made their artistic collaboration in the crowd area, so people can watch how art makes. This "terror" might be something common in Jakarta or Yogyakarta, but not in Banten. They change people's minds about art through their process demo and collaborate with anybody in the process. This practice is to engage people to learn art by doing an art activity. Pergerakan Seni dan Seniman di Banten Studi Kasus: Edi Bonetski X PengPeng ABSTRAK Banten adalah salah satu provinsi di Indonesia ysng terletak di paling barat Pulau Jawa. Gerakan Seni Rupa di Banten memang tidak terlalu terkenal dibanding Jakarta, Yogyakarta, atau Bali. Menjadi seniman bukanlah yang populerl, bahkan tidak menjadi pilihan pekerjaan atau karir di Banten. Perjuangan menjadi seniman di Banten disebabkan oleh masyarakat yang belum mengenal seni khususnya seni kontemporer. Menjadi seniman di Banten berarti juga sekaligus menjadi pendidik untuk perubahan sosial. Edi Bonetski dan PengPeng, merupakan dua seniman yang lahir dan besar di Banten, yang mencoba membuat gerakan seni di Banten. Mereka melakukan apa yang saya sebut dengan "teror" di dua kota Banten. Yakni Serang dan Tangerang, melalui kolaborasi seni mereka. Tujuannya adalah untuk membiasakan masyarakat Banten untuk melihat kesenian. Semakin banyak mereka membuat, semakin banyak orang yang terbiasa untuk mengapresiasi dan hidup dengan seni. Mereka juga berkolaborasi di area keramaian, sehingga masyarakat bisa menyaksikan bagaimana proses pembuatannya. "Teror" ini mungkin sudah biasa di Jakarta atau Yogyakarta, tapi tidak di Banten. Bagaimana mereka mengubah pikiran orang tentang seni melalui demo proses mereka, dan kolaborasi dengan siapa pun dalam prosesnya. Latihan ini mengajak masyarakat untuk belajar seni dengan melakukan aktivitas seni.
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Title: Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Description:
Banten is one of the provinces in Indonesia.
It is located in the westernmost of Java.
Art Movement in Banten is not as famous as Jakarta, Yogyakarta, nor Bali.
Being an Artist is not the most famous, not even an option for Banten's job or career.
Being an artist in Banten is because the people are not familiar with the art, especially contemporary art.
So being an artist in Banten means also being an educator for social change.
Edi Bonetski and PengPeng, both are Banten born and raised artist, are trying to make an art movement in Banten.
They are doing what I called "terror" in the two cities of Banten.
Serang and Tangerang, through their artistic collaboration.
The aim is to habituate people in Banten for seeing art.
The more they make, the more people will get used to appreciate and live with art.
They also made their artistic collaboration in the crowd area, so people can watch how art makes.
This "terror" might be something common in Jakarta or Yogyakarta, but not in Banten.
They change people's minds about art through their process demo and collaborate with anybody in the process.
This practice is to engage people to learn art by doing an art activity.
Pergerakan Seni dan Seniman di Banten Studi Kasus: Edi Bonetski X PengPeng ABSTRAK Banten adalah salah satu provinsi di Indonesia ysng terletak di paling barat Pulau Jawa.
Gerakan Seni Rupa di Banten memang tidak terlalu terkenal dibanding Jakarta, Yogyakarta, atau Bali.
Menjadi seniman bukanlah yang populerl, bahkan tidak menjadi pilihan pekerjaan atau karir di Banten.
Perjuangan menjadi seniman di Banten disebabkan oleh masyarakat yang belum mengenal seni khususnya seni kontemporer.
Menjadi seniman di Banten berarti juga sekaligus menjadi pendidik untuk perubahan sosial.
Edi Bonetski dan PengPeng, merupakan dua seniman yang lahir dan besar di Banten, yang mencoba membuat gerakan seni di Banten.
Mereka melakukan apa yang saya sebut dengan "teror" di dua kota Banten.
Yakni Serang dan Tangerang, melalui kolaborasi seni mereka.
Tujuannya adalah untuk membiasakan masyarakat Banten untuk melihat kesenian.
Semakin banyak mereka membuat, semakin banyak orang yang terbiasa untuk mengapresiasi dan hidup dengan seni.
Mereka juga berkolaborasi di area keramaian, sehingga masyarakat bisa menyaksikan bagaimana proses pembuatannya.
"Teror" ini mungkin sudah biasa di Jakarta atau Yogyakarta, tapi tidak di Banten.
Bagaimana mereka mengubah pikiran orang tentang seni melalui demo proses mereka, dan kolaborasi dengan siapa pun dalam prosesnya.
Latihan ini mengajak masyarakat untuk belajar seni dengan melakukan aktivitas seni.
Related Results
Pengaruh Pengetahuan Keagamaan Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Prilaku Sosial Anak Di Sdit Nur El Qolam Serang Banten
Pengaruh Pengetahuan Keagamaan Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Prilaku Sosial Anak Di Sdit Nur El Qolam Serang Banten
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman data-data empirik mengenai Pengaruh Pengetahuan Keagamaan dan Kecerdasan Emosional, baik secara sendiri-sendiri maupun secara b...
Sosialisasi UMKM dan Pemberdayaan Kelompok Banten dalam Skrining Hipertensi di Desa Adat Budaga, Klungkung
Sosialisasi UMKM dan Pemberdayaan Kelompok Banten dalam Skrining Hipertensi di Desa Adat Budaga, Klungkung
Kelompok Banten merupakan sekumpulan anggota pembuat banten atau sarana upakara dalam umat Hindu. Dewasa ini peningkatan pesanan banten pada Kelompok Banten ini terjadi secara cepa...
The Impact of EDI Controls on the Relationship Between EDI Implementation and Performance
The Impact of EDI Controls on the Relationship Between EDI Implementation and Performance
The evaluation of EDI controls is important in ensuring the high performance of an EDI system. Although penetration level is strongly associated with performance, the benefits deri...
Pendampingan Penyusunan Purana Banten di Desa Adat Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar
Pendampingan Penyusunan Purana Banten di Desa Adat Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar
Agama Hindu merupakan agama yang sarat akan hari raya atau upacara. Penyelenggaraanya juga sering menggunakan sesajen atau yang dapat disebut dengan banten. Banten juga dapat diart...
Pengembangan Wisata Religi Banten Lama
Pengembangan Wisata Religi Banten Lama
Abstract. The issue which states that there are indications that Banten Lama religious tourism cannot develop from now on because stakeholders have not made efforts to develop reli...
Analisis Dampak Alokasi APBD dalam Perspektif Good Governance terhadap Pengembangan Infrastruktur Wisata Sejarah di Banten Lama
Analisis Dampak Alokasi APBD dalam Perspektif Good Governance terhadap Pengembangan Infrastruktur Wisata Sejarah di Banten Lama
The tourism sector is an important aspect in the sustainability of economic development in Indonesia. One of the tourism in Banten Province is Banten Lama Tourism, this area is an ...
HISTORIOGRAFI KESULTANAN BANTEN
HISTORIOGRAFI KESULTANAN BANTEN
Untuk mengetahui bagaimana visi penulisan sejarah sejarawan Belanda, dapat dilihat bagaimana mereka menjawab tiga pertanyaan berikut: (1) Bagaimana sejarawan Belanda menjelaskan pe...
The EDI and ECS logos and female ratios of awards in geoscience academic societies of Japan
The EDI and ECS logos and female ratios of awards in geoscience academic societies of Japan
<p>The EDI (Equality, Diversity and Inclusion) and ECS (Early Career Scientist) logos has been introduced since the EGU General Assembly 2021 held in19<sup&...

