Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BENTUK DAN MAKNA BANTEN PEJATI PADA UPACARA SUCI DIPURA WAIKUNTA VIOMANTARA YOGYAKARTA

View through CrossRef
Banten dalam agama Hindu adalah bahasa agama. Banten setiap daerah dibuat terkadang tidak sama bentuknya, tetapi tujuan yang diharpakan sama, yakni untuk mengungkap rasa terima kasih kepada Tuhan dengan berbagai sebutanNya. Banten Pejati bagi orang Hindu khususnya dari Bali memiliki makna penting dalam setiap kegiatan upacara agama. Kegiatan upacara di pura Vaikunta Viomantara, selalu menggunakan banten Pejati. Mengapa mereka menggunakan banten Pejati setiap kegiatan upacara suci di pura Vaikunta Viomantara? Dalam tulisan ini akan disajikan apa saja makna banten Pejati.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian Kwalitatif Penggalian data digunakan melalui metode Oberfasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang peroleh bahwa banten Pejati Bentuk dari pada banten pejati pada dasarnya adalah satu kesatuan atau rangkaian yang terdiri dari daksina, penyeneng, peras, tipat kelan, Dengan memahami bentuk dan makna Banten Pejati ini dengan secara otomatis setiap melakukan upacara yadnya maka dengan senang hati masyarakat akan mempersembahkan sebuah banten pejati. Makna banten sesaji sangat luar biasa sehingga dalam setiap umat hindu melaksankan upacara/membakti banten pejati ini pasti digunakan dan sebagai banten yang utama dan banten pejati dapat dihaturkan dimana saja dan untuk keperluan apa saja . Banten pejati yang sering juga disebut banten peras daksina yang dihaturkan kepada: a) Daksina kepada Sang Hyang Brhma, b). Peras kepada Sang Hyang Iswara, c)..Ketupat kelaman kepada Sang Hyang Visnu, d). Ajunan kepada Sang Hyang Mahadewa.
Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah
Title: BENTUK DAN MAKNA BANTEN PEJATI PADA UPACARA SUCI DIPURA WAIKUNTA VIOMANTARA YOGYAKARTA
Description:
Banten dalam agama Hindu adalah bahasa agama.
Banten setiap daerah dibuat terkadang tidak sama bentuknya, tetapi tujuan yang diharpakan sama, yakni untuk mengungkap rasa terima kasih kepada Tuhan dengan berbagai sebutanNya.
Banten Pejati bagi orang Hindu khususnya dari Bali memiliki makna penting dalam setiap kegiatan upacara agama.
Kegiatan upacara di pura Vaikunta Viomantara, selalu menggunakan banten Pejati.
Mengapa mereka menggunakan banten Pejati setiap kegiatan upacara suci di pura Vaikunta Viomantara? Dalam tulisan ini akan disajikan apa saja makna banten Pejati.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian Kwalitatif Penggalian data digunakan melalui metode Oberfasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil yang peroleh bahwa banten Pejati Bentuk dari pada banten pejati pada dasarnya adalah satu kesatuan atau rangkaian yang terdiri dari daksina, penyeneng, peras, tipat kelan, Dengan memahami bentuk dan makna Banten Pejati ini dengan secara otomatis setiap melakukan upacara yadnya maka dengan senang hati masyarakat akan mempersembahkan sebuah banten pejati.
Makna banten sesaji sangat luar biasa sehingga dalam setiap umat hindu melaksankan upacara/membakti banten pejati ini pasti digunakan dan sebagai banten yang utama dan banten pejati dapat dihaturkan dimana saja dan untuk keperluan apa saja .
Banten pejati yang sering juga disebut banten peras daksina yang dihaturkan kepada: a) Daksina kepada Sang Hyang Brhma, b).
Peras kepada Sang Hyang Iswara, c).
Ketupat kelaman kepada Sang Hyang Visnu, d).
Ajunan kepada Sang Hyang Mahadewa.

Related Results

DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
ABSTRAK             Komunikasi transendental nyenuk merupakan rangkaian dari upacara ngenteg linggih yang dilaksanakan oleh masyarakat setelah pemabngunan atau mepugaran pura...
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Banten is one of the provinces in Indonesia. It is located in the westernmost of Java. Art Movement in Banten is not as famous as Jakarta, Yogyakarta, nor Bali. Being an Artist is ...
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inis...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
Banten Pejati: Kajian Etnopedagogi Budaya Bali dalam Mata Pelajaran Ekonomi
Banten Pejati: Kajian Etnopedagogi Budaya Bali dalam Mata Pelajaran Ekonomi
Penelitian ini mengkaji Banten Pejati sebagai wujud kearifan lokal masyarakat Bali melalui pendekatan etnopedagogi dalam pembelajaran ekonomi. Banten Pejati tidak hanya memiliki ni...

Back to Top