Javascript must be enabled to continue!
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
View through CrossRef
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inisiasi, baik yang bersifat sakral maupun sekuler, termasuk dalam upacara adat posuo (pingitan). Upacara adat posuo yang merupakan sebuah upacara peralihan status dari wanita remaja menuju wanita dewasa pada masyarakat Tolandona-Buton Tengah. Dalam upacara ini, terdapat beberapa instrumen musik perkusi yang digunakan yang disajikan sebagai pengiring berbentuk instrumental yang dilakukan selama proses pelaksanaan upacara berlangsung. Sebagai asumsi awal adalah bahwa musik memiliki makna dan signifikansi dalam upacara ini, baik sebagai pengiring dan pembentuk ataupun pendukung suasana dalam upacara tersebut. Dalam fenomena ini, terdapat dua persoalan yang ingin dikaji yaitu pertama apa makna penyajian musik dalam pelaksanaan upacara adat posuo wolio pada masyarakat Tolandona-Buton Tengah dan kedua mengapa musik dihadirkan dalam upacara adat posuo wolio. Dalam studi ini, penulis menggunakan adalah pendekatan etnomusikologi dan cenderung pada kajian literatur dari beberapa dokumentasi dari foto dan video serta hasil penyelidikan yang pernah dilakukan. Sebagai kesimpulan bahwa musik sebagai cermin dari masyarakat memiliki hubungan dengan perilaku dan kegiatan manusia. Musik yang disajikan dalam suatu upacara keagamaan maupun upacara adat budaya memiliki signifikansi dalam pelaksanaan upacara tersebut baik sebagai pengiring atau pembentuk suasana maupun sebagai bagian dari ritual upacara tersebut. Meskipun dalam menginterpretasikan tidak terlepas dari konteks sosial budaya dan falsafah hidup masyarakat tersebut, artinya ini dapat berbeda pada setiap daerah. Bagaimana musik diperankan oleh kehidupan masyarakat serta bagaimana arti musik bagi satu masyarakat, pemahaman inilah yang mempengaruhi keberadaan dan guna musik bagi masyarakat.Music is one of the important aspects used in various religious and cultural ceremonies by the community such as birth ceremonies, marriages, deaths and initiation ceremonies, both sacred and secular, including in the Posuo (pingitan) traditional ceremony. The Posuo traditional ceremony is a transitional ceremony of status from teenage women to adult women in Tolandona - Central Buton. In this ceremony, there are several percussion musical instruments used which are presented as accompaniments in the form of instrumental performed during the process of conducting the ceremony. As the initial assumption is that music has significance in this ceremony, both as an accompanist and support the atmosphere at the ceremony. In this phenomenon, there are two problems that want to be examined, first, what is the meaning of the presentation of music in the implementation of Posuo Wolio traditional ceremonies in the Tolandona Central Buton and secondly why music is presented in the Posuo Wolio traditional ceremony. In this study, the authors used the ethnomusicology approach and tended to review the literature from some documentation of photos and videos as well as the results of investigations that had been carried out. In conclusion, music as a mirror of society has a relationship with human behavior and activities. Music presented in a religious ceremony or traditional cultural ceremony has significance in the implementation of the ceremony both as an accompanist or forming an atmosphere and as part of the ritual ceremony. Although in interpreting it is inseparable from the socio-cultural context and life philosophy of the community, this means that it can vary in each region. How music is played by people's lives and how music means to one community, this understanding influences the existence and use of music for the community.
Title: MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
Description:
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inisiasi, baik yang bersifat sakral maupun sekuler, termasuk dalam upacara adat posuo (pingitan).
Upacara adat posuo yang merupakan sebuah upacara peralihan status dari wanita remaja menuju wanita dewasa pada masyarakat Tolandona-Buton Tengah.
Dalam upacara ini, terdapat beberapa instrumen musik perkusi yang digunakan yang disajikan sebagai pengiring berbentuk instrumental yang dilakukan selama proses pelaksanaan upacara berlangsung.
Sebagai asumsi awal adalah bahwa musik memiliki makna dan signifikansi dalam upacara ini, baik sebagai pengiring dan pembentuk ataupun pendukung suasana dalam upacara tersebut.
Dalam fenomena ini, terdapat dua persoalan yang ingin dikaji yaitu pertama apa makna penyajian musik dalam pelaksanaan upacara adat posuo wolio pada masyarakat Tolandona-Buton Tengah dan kedua mengapa musik dihadirkan dalam upacara adat posuo wolio.
Dalam studi ini, penulis menggunakan adalah pendekatan etnomusikologi dan cenderung pada kajian literatur dari beberapa dokumentasi dari foto dan video serta hasil penyelidikan yang pernah dilakukan.
Sebagai kesimpulan bahwa musik sebagai cermin dari masyarakat memiliki hubungan dengan perilaku dan kegiatan manusia.
Musik yang disajikan dalam suatu upacara keagamaan maupun upacara adat budaya memiliki signifikansi dalam pelaksanaan upacara tersebut baik sebagai pengiring atau pembentuk suasana maupun sebagai bagian dari ritual upacara tersebut.
Meskipun dalam menginterpretasikan tidak terlepas dari konteks sosial budaya dan falsafah hidup masyarakat tersebut, artinya ini dapat berbeda pada setiap daerah.
Bagaimana musik diperankan oleh kehidupan masyarakat serta bagaimana arti musik bagi satu masyarakat, pemahaman inilah yang mempengaruhi keberadaan dan guna musik bagi masyarakat.
Music is one of the important aspects used in various religious and cultural ceremonies by the community such as birth ceremonies, marriages, deaths and initiation ceremonies, both sacred and secular, including in the Posuo (pingitan) traditional ceremony.
The Posuo traditional ceremony is a transitional ceremony of status from teenage women to adult women in Tolandona - Central Buton.
In this ceremony, there are several percussion musical instruments used which are presented as accompaniments in the form of instrumental performed during the process of conducting the ceremony.
As the initial assumption is that music has significance in this ceremony, both as an accompanist and support the atmosphere at the ceremony.
In this phenomenon, there are two problems that want to be examined, first, what is the meaning of the presentation of music in the implementation of Posuo Wolio traditional ceremonies in the Tolandona Central Buton and secondly why music is presented in the Posuo Wolio traditional ceremony.
In this study, the authors used the ethnomusicology approach and tended to review the literature from some documentation of photos and videos as well as the results of investigations that had been carried out.
In conclusion, music as a mirror of society has a relationship with human behavior and activities.
Music presented in a religious ceremony or traditional cultural ceremony has significance in the implementation of the ceremony both as an accompanist or forming an atmosphere and as part of the ritual ceremony.
Although in interpreting it is inseparable from the socio-cultural context and life philosophy of the community, this means that it can vary in each region.
How music is played by people's lives and how music means to one community, this understanding influences the existence and use of music for the community.
Related Results
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Music Theraphy
Music Theraphy
Berbagai permasalahan dalam pelaksanaan layanan konseling dialami konselor sekolah. Konselor belum mampu menerapkan konseling yang memiliki dampak yang signifikan bagi perubahan ti...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
Dalam mewujudkan rasa bhakti memuja kebesaran Tuhan, masyarakat di Desa Adat Kulub Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, melakukan upacara pitra yadnya yang dimana di dalam...
FILSAFAT MUSIK DAN POSISINYA DALAM HINDUISME
FILSAFAT MUSIK DAN POSISINYA DALAM HINDUISME
Musik tidak terpisahkan dari kehidupan manusia sejak zaman kuno hingga sekarang baik itu sebagai identitas diri, identitas kelompok sosial, termasuk juga dalam beragama Hindu, meng...

