Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Musik Upacara Adat Bokas Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

View through CrossRef
Musik merupakan bagian penting sebuah upacara dalam adat istiadat. Musik bagi msayarakat Dayak tidak hanya mempunyai peranan dalam kehidupan, tetapi mengandung nilai-nilai religius masyarakat sesuai dengan adat dan kepercayaan yang dianut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekakan secara deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ditujukan untuk mengetahui musik upacara adat bokas, organ musik, dinamika musik upacara adat Bokas di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Narasumber penelitian yakni 1 orang Balian Bokas, 1 orang Mantir Adat dan 1 orang pemain musik Bokas. Data diperoleh dari data primer yang langsung dari lapangan dengan mewawancarai. Data Sekunder berupa foto dan dokumentasi acara Bokas. Data dianalisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1. Organ musik dalam upacara Bokas yakni terdapat tiga alat musik yakni gong, kenong dan gendang. Alat musik gong terdiri dari lima buah gong, kenong dengan lima buah nada, dan gendang dengan tiga buah nada. 2. Bentuk dan Struktur musik Bokas terdiri dari: a). Musik Batopas merupakan rangkaian awal dari Musik Bokas, dibagian awal ini instrumen yang digunakan adalah gong saja. b). Musik Limpung Jagung mengunakan instrumen gong dengan pola yang tetap, pola irama pada musik Limpung Jagung memiliki irama yang lebih rapat. c). Musik palu Bokas terdapat tiga instrumen yang dimainkan secara simultanitas. Terdapat perpaduan permainan antara instrumen gong, kenong dan gendang yang bergerak sangat dinamis namun saling mengikat. d). Musik Karang Dodo musiknya terjadi interlocking ritme, muncul interlocking yang saling mengisi, lebih rapat secara tempo. e). Musik Sarang Murung terdengan bunyi gong dan kenong memainkan irama secara rampak bersamaan disusul dengan gendang yang memberikan aksen-aksen tertentu pada ketukan-ketukan berat. 3). Alur penyajian musik Bokas yakni : a). Pada sesi pertama ritual dimainkan musik Batompas, musik ini dimainkan memberikan pertanda bahwa bahan atau syarat-syarat ritual sudah siap untuk dihidangkan. b). Prosesi selanjutnya menggunakan musik Limpung Jagung, Palu Bokas, dan Sarang Murung yang dimainkan secara bergantian dengan prosesi menari bersama-sama orang banyak. c). Musik terakhir yakni musik Karang Dodo yang dimainkan pada sesi terakhir ritual sampai prosesi selesai musik kemudian dimatikan dan tidak dimainkan lagi.
Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Palangka Raya
Title: Analisis Musik Upacara Adat Bokas Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan
Description:
Musik merupakan bagian penting sebuah upacara dalam adat istiadat.
Musik bagi msayarakat Dayak tidak hanya mempunyai peranan dalam kehidupan, tetapi mengandung nilai-nilai religius masyarakat sesuai dengan adat dan kepercayaan yang dianut.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekakan secara deskriptif kualitatif.
Sumber data dalam penelitian ditujukan untuk mengetahui musik upacara adat bokas, organ musik, dinamika musik upacara adat Bokas di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan.
Narasumber penelitian yakni 1 orang Balian Bokas, 1 orang Mantir Adat dan 1 orang pemain musik Bokas.
Data diperoleh dari data primer yang langsung dari lapangan dengan mewawancarai.
Data Sekunder berupa foto dan dokumentasi acara Bokas.
Data dianalisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan 1.
Organ musik dalam upacara Bokas yakni terdapat tiga alat musik yakni gong, kenong dan gendang.
Alat musik gong terdiri dari lima buah gong, kenong dengan lima buah nada, dan gendang dengan tiga buah nada.
2.
Bentuk dan Struktur musik Bokas terdiri dari: a).
Musik Batopas merupakan rangkaian awal dari Musik Bokas, dibagian awal ini instrumen yang digunakan adalah gong saja.
b).
Musik Limpung Jagung mengunakan instrumen gong dengan pola yang tetap, pola irama pada musik Limpung Jagung memiliki irama yang lebih rapat.
c).
Musik palu Bokas terdapat tiga instrumen yang dimainkan secara simultanitas.
Terdapat perpaduan permainan antara instrumen gong, kenong dan gendang yang bergerak sangat dinamis namun saling mengikat.
d).
Musik Karang Dodo musiknya terjadi interlocking ritme, muncul interlocking yang saling mengisi, lebih rapat secara tempo.
e).
Musik Sarang Murung terdengan bunyi gong dan kenong memainkan irama secara rampak bersamaan disusul dengan gendang yang memberikan aksen-aksen tertentu pada ketukan-ketukan berat.
3).
Alur penyajian musik Bokas yakni : a).
Pada sesi pertama ritual dimainkan musik Batompas, musik ini dimainkan memberikan pertanda bahwa bahan atau syarat-syarat ritual sudah siap untuk dihidangkan.
b).
Prosesi selanjutnya menggunakan musik Limpung Jagung, Palu Bokas, dan Sarang Murung yang dimainkan secara bergantian dengan prosesi menari bersama-sama orang banyak.
c).
Musik terakhir yakni musik Karang Dodo yang dimainkan pada sesi terakhir ritual sampai prosesi selesai musik kemudian dimatikan dan tidak dimainkan lagi.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
Penelitian ini berkenaan dengan Tari Tandik Layar Dalam Upacara Bawanang sebagai bagian dari upacara aruh adat bawanang. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ingin mengetahui le...
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inis...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
Dalam mewujudkan rasa bhakti  memuja  kebesaran Tuhan, masyarakat di Desa  Adat Kulub Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, melakukan upacara pitra yadnya yang dimana di dalam...

Back to Top