Javascript must be enabled to continue!
Psychological First Aid bagi Anak yang Beresiko Kekerasan Seksual di SDN 12 Buana Makmur Kecamatan Dayun
View through CrossRef
Abstract. Psychological First Aid (PFA) is something that is often used and recommended when a traumatic experience occurs to the victim. A form of traumatic experience that can be given help with PFA is sexual violence. The aim of the PFA is to equip individuals with principles and practices they can use in responding to the psychological consequences of traumatic experiences in their own lives, as well as in the lives of family, friends, neighbours and other communities. The PFA method used consists of a series of measures to reduce the initial post-traumatic stress. Designed as the initial component of a comprehensive disaster/trauma response, the PFA is built around eight core actions such as contact and engagement, safety and comfort, stabilization, information gathering, practical assistance, connection with social support, information on response support, and linkage with services. collaborative. The results of this PFA program are that it can reduce the negative impact of traumatic experiences, strengthen short-term and long-term adaptive functions of survivors and accelerate the recovery process of survivors.
Abstrak. Psychological Firts Aid (PFA) merupakan hal yang sering digunakan dan disarankan pada saat terjadinya pengalaman traumatis pada korban. Bentuk pengalaman traumatis yang dapat diberikan pertolongan dengan PFA yaitu kekerasan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi gambaran mengenai bagaimana membekali individu dengan prinsip dan praktik yang dapat mereka gunakan dalam menanggapi konsekuensi psikologis dari pengalaman tarumatis dalam kehidupan mereka sendiri, serta dalam kehidupan keluarga, teman, tetangga, dan masyarakat lainnya. Metode PFA yang digunakan terdiri dari serangkaian tindakan untuk mengurangi tekanan awal pasca-trauma. Dirancang sebagai komponen awal dari tanggap bencana/ trauma yang komprehensif, PFA dibangun di sekitar delapan tindakan inti seperti kontak dan keterlibatan, keselamatan dan kenyamanan, stabilisasi, pengumpulan informasi, bantuan praktis, koneksi dengan dukungan sosial, informasi tentang dukungan penanggulangan, dan hubungan dengan layanan kolaboratif. Hasil dari progam PFA ini adalah dapat mengurangi dampak negatif dari pengalaman traumatis, menguatkan fungsi adaptif jangka pendek dan jangka panjang penyintas serta akselerasi proses pemulihan penyintas.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Psychological First Aid bagi Anak yang Beresiko Kekerasan Seksual di SDN 12 Buana Makmur Kecamatan Dayun
Description:
Abstract.
Psychological First Aid (PFA) is something that is often used and recommended when a traumatic experience occurs to the victim.
A form of traumatic experience that can be given help with PFA is sexual violence.
The aim of the PFA is to equip individuals with principles and practices they can use in responding to the psychological consequences of traumatic experiences in their own lives, as well as in the lives of family, friends, neighbours and other communities.
The PFA method used consists of a series of measures to reduce the initial post-traumatic stress.
Designed as the initial component of a comprehensive disaster/trauma response, the PFA is built around eight core actions such as contact and engagement, safety and comfort, stabilization, information gathering, practical assistance, connection with social support, information on response support, and linkage with services.
collaborative.
The results of this PFA program are that it can reduce the negative impact of traumatic experiences, strengthen short-term and long-term adaptive functions of survivors and accelerate the recovery process of survivors.
Abstrak.
Psychological Firts Aid (PFA) merupakan hal yang sering digunakan dan disarankan pada saat terjadinya pengalaman traumatis pada korban.
Bentuk pengalaman traumatis yang dapat diberikan pertolongan dengan PFA yaitu kekerasan seksual.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi gambaran mengenai bagaimana membekali individu dengan prinsip dan praktik yang dapat mereka gunakan dalam menanggapi konsekuensi psikologis dari pengalaman tarumatis dalam kehidupan mereka sendiri, serta dalam kehidupan keluarga, teman, tetangga, dan masyarakat lainnya.
Metode PFA yang digunakan terdiri dari serangkaian tindakan untuk mengurangi tekanan awal pasca-trauma.
Dirancang sebagai komponen awal dari tanggap bencana/ trauma yang komprehensif, PFA dibangun di sekitar delapan tindakan inti seperti kontak dan keterlibatan, keselamatan dan kenyamanan, stabilisasi, pengumpulan informasi, bantuan praktis, koneksi dengan dukungan sosial, informasi tentang dukungan penanggulangan, dan hubungan dengan layanan kolaboratif.
Hasil dari progam PFA ini adalah dapat mengurangi dampak negatif dari pengalaman traumatis, menguatkan fungsi adaptif jangka pendek dan jangka panjang penyintas serta akselerasi proses pemulihan penyintas.
Related Results
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
kekerasan seks sual terhadap anak
kekerasan seks sual terhadap anak
Maraknya pemberitaan di media massa mengenai kekerasan seksual terhadap anak cukup membuat masyarakat terkejut. Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi fenomena gunung ...
CHILD SEXUAL ABUSE: IMPACT AND HENDLING
CHILD SEXUAL ABUSE: IMPACT AND HENDLING
Maraknya pemberitaan di media massa mengenai kekerasan seksual terhadap anak cukup membuat masyarakat terkejut. Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi fenomena gunung ...
Wewenang atau Otoritas dan Kekerasan Seksual Dikaji melalui Teori Kepribadian
Wewenang atau Otoritas dan Kekerasan Seksual Dikaji melalui Teori Kepribadian
Sexual violence is a coercive and harmful sexual activity for the victim. Data shows that sexual violence remains a serious problem in Indonesia and worldwide. Perpetrators of sexu...
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Beberapa temuan ada ratusan ribu anak-anak Indonesia yang menjadi korban prostitusi anak dan kekerasan pada anak tiap tahunnya. Eksploitasi anak untuk prostitusi sangat membahayaka...
Makna Tanda Kekerasan Seksual terhadap Perempuan
Makna Tanda Kekerasan Seksual terhadap Perempuan
Abstract. Cases of sexual violence in Indonesia occupy the highest position with a total of 11,236 cases recorded, in which the majority of victims are women with various statuses....
Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Pemerintah Kampung Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Tahun 2023
Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Pemerintah Kampung Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Tahun 2023
Pembangunan infrastruktur di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, dievaluasi sebagai bagian dari proses evaluasi untuk mengetahui lancar atau tidaknya pembangunan tersebut....
Penerapan UU No. 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Muka Hukum Indonesia
Penerapan UU No. 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Muka Hukum Indonesia
Kasus pelecehan seksual merupakan permasalahan hukum yang kerap terjadi di muka hukum Indonesia. Hal ini bukan hanya karena opini semata melainkan banyaknya fakta-fakta kasus pelec...

