Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NAZAM LAM YAHTALIM DALAM PERSPEKTIF HADIS

View through CrossRef
Nazam merupakan salah satu bagian dari keseniaan yang mengandung nilai-nilai kegamaan baik dalam sastra arab maupun lainnya. Nazam yang sering dibaca oleh orang Aceh terutama di pondok pesantren atau dayah yang ada di Aceh selesai shalat fardhu membaca nazam Lam Yahtalim.  Nazam ini berada di sebuah kitab yang ditulis oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berjudul Marāqi al-'Ubūdiyah Sharh Alā Bidāyat al-Hidāyah Li al-Imām Al- Ghazali. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim. Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pustaka (library research) dengan pedekatan kualitatif yang bersifat induktif untuk menumukan hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim. Hasil dari penelitian bahwa peneliti menemukan beberapa hadis tentang keistimewaan Rasulullah di dalam nazam lam yahtalim di antaranya, hadis riwayat al-Thabari tentang Nabi tidak pernah bermimpi basah, hadis yang ditakhrij oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Bukhari dalam al-Tarikh dari mursal Yazid bin al-Asham tentang Nabi tidak pernah menguap, hadis riwayat al-Baihaqi tentang Binatang liar tidak pernah lari ketika berjumpa dengan Nabi, tentang lalat tidak pernah hinggap ditubuh Nabi penulis tidak menemukan hadis namun di dalam kitab al- Khashaish al- Kubra, imam al- Suyuthi berkata tentang keistimewaan Nabi SAW tidak pernah hinggap lalat di badan Nabi, hadis riwayat Muslim tentang Nabi bisa mengetahui sesuatu di belakangnya, hadis yang diriwayat oleh Aisyah r.a. tentang air seni Nabi tidak pernah nampak dipermukaan bumi, hadis riwayat Muslim tentang hati Nabi tidak pernah tidur, hadis yang telah ditakhrij oleh Al-Hakim al-Turmidzi dari Zakwan tentang bayangan Nabi tidak pernah nampak ketika kena sinar matahari, Al-Zarqani di dalam kitab Syarah Al-Muwatha’ mengatakan Rasululullah SAW apabila duduk, bahunya nampak lebih tinggi dari semua orang-orang yang duduk, hadis riwayat Al-Thabrani, Abu Na’im, al-Khathib dan Ibnu ‘Asakir tentang Nabi telah dikhitan semenjak dilahirkan.  
Sekolah Tinggi Agama Islam Nusantara Banda Aceh
Title: NAZAM LAM YAHTALIM DALAM PERSPEKTIF HADIS
Description:
Nazam merupakan salah satu bagian dari keseniaan yang mengandung nilai-nilai kegamaan baik dalam sastra arab maupun lainnya.
Nazam yang sering dibaca oleh orang Aceh terutama di pondok pesantren atau dayah yang ada di Aceh selesai shalat fardhu membaca nazam Lam Yahtalim.
 Nazam ini berada di sebuah kitab yang ditulis oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berjudul Marāqi al-'Ubūdiyah Sharh Alā Bidāyat al-Hidāyah Li al-Imām Al- Ghazali.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim.
Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pustaka (library research) dengan pedekatan kualitatif yang bersifat induktif untuk menumukan hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim.
Hasil dari penelitian bahwa peneliti menemukan beberapa hadis tentang keistimewaan Rasulullah di dalam nazam lam yahtalim di antaranya, hadis riwayat al-Thabari tentang Nabi tidak pernah bermimpi basah, hadis yang ditakhrij oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Bukhari dalam al-Tarikh dari mursal Yazid bin al-Asham tentang Nabi tidak pernah menguap, hadis riwayat al-Baihaqi tentang Binatang liar tidak pernah lari ketika berjumpa dengan Nabi, tentang lalat tidak pernah hinggap ditubuh Nabi penulis tidak menemukan hadis namun di dalam kitab al- Khashaish al- Kubra, imam al- Suyuthi berkata tentang keistimewaan Nabi SAW tidak pernah hinggap lalat di badan Nabi, hadis riwayat Muslim tentang Nabi bisa mengetahui sesuatu di belakangnya, hadis yang diriwayat oleh Aisyah r.
a.
tentang air seni Nabi tidak pernah nampak dipermukaan bumi, hadis riwayat Muslim tentang hati Nabi tidak pernah tidur, hadis yang telah ditakhrij oleh Al-Hakim al-Turmidzi dari Zakwan tentang bayangan Nabi tidak pernah nampak ketika kena sinar matahari, Al-Zarqani di dalam kitab Syarah Al-Muwatha’ mengatakan Rasululullah SAW apabila duduk, bahunya nampak lebih tinggi dari semua orang-orang yang duduk, hadis riwayat Al-Thabrani, Abu Na’im, al-Khathib dan Ibnu ‘Asakir tentang Nabi telah dikhitan semenjak dilahirkan.
 .

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
Nazam Tarajumah Rifaiyah dalam Bingkai Ilmu Arudl dan Tembang Jawa
Nazam Tarajumah Rifaiyah dalam Bingkai Ilmu Arudl dan Tembang Jawa
Kiai Haji Ahmad Rifai Kalisalak Jawa Tengah dikenal memiliki peninggalan berupa kitab-kitab pembelajaran beraksara Arab berbahasa Jawa atau yang dikenal aksara pegon. Dari 60 an ju...
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
Penelitian ini bermaksud menjelaskan penelitian hadis menurut standar prosedur ilmiah penelitian hadis yang disebut saintifik hadis. Wacana saintifik hadis dalam konstruksi kesahih...

Back to Top