Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nazam Tarajumah Rifaiyah dalam Bingkai Ilmu Arudl dan Tembang Jawa

View through CrossRef
Kiai Haji Ahmad Rifai Kalisalak Jawa Tengah dikenal memiliki peninggalan berupa kitab-kitab pembelajaran beraksara Arab berbahasa Jawa atau yang dikenal aksara pegon. Dari 60 an judul lebih karyanya sebagian besar tersusun dalam bentuk nazam, dan hanya sedikit yang berbentuk natsar. Hal yang menarik bahwa diasumsikan nazam karya K.H. Ahmad Rifai ini tidak mengikuti ilmu Arudl dan Qawafi yang sudah popular dalam menyusun nazam Arab seperti bahar Thawil, Rajaz, dan seterusnya. Demikian pula, nazam-nazam tersebut tidak mengikuti ilmu tembang macapat Jawa seperti Mijil, Sinom, dan seterusnya. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, artikel ini berupaya menguji asumsi tersebut dengan membahas dan menyajikan contoh pola nazam yang digunakan K.H. Ahmad Rifai dan memadankan dengan bahar yang ada (taqthi). Kajian ini diharapkan menjadi khazanah yang memperkaya keilmuan sastra Arab, Islam, dan Jawa, khususnya pada bidang nazam. Hasil kajian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Taqthi’ pada contoh nazam dengan awalan redaksi teks Arab diasumsikan mengikuti/mirip dengan salah satu dari empat wazan yaitu basith, rajaz, sari’, dan munsarih dengan banyak penyimpangan. 2) Meskipun kajian ini menguatkan pernyataan pengikut Rifaiyah bahwa nazam Rifaiyah tidak mengikuti suatu bahar/wazan syair Arab, tetapi asumsi bahwa K.H. Ahmad Rifai mendapat pengaruh atau latarbelakang keilmuan sastra Arab lebih besar dibanding pengaruh ilmu tembang Jawa.
Center for Open Science
Title: Nazam Tarajumah Rifaiyah dalam Bingkai Ilmu Arudl dan Tembang Jawa
Description:
Kiai Haji Ahmad Rifai Kalisalak Jawa Tengah dikenal memiliki peninggalan berupa kitab-kitab pembelajaran beraksara Arab berbahasa Jawa atau yang dikenal aksara pegon.
Dari 60 an judul lebih karyanya sebagian besar tersusun dalam bentuk nazam, dan hanya sedikit yang berbentuk natsar.
Hal yang menarik bahwa diasumsikan nazam karya K.
H.
Ahmad Rifai ini tidak mengikuti ilmu Arudl dan Qawafi yang sudah popular dalam menyusun nazam Arab seperti bahar Thawil, Rajaz, dan seterusnya.
Demikian pula, nazam-nazam tersebut tidak mengikuti ilmu tembang macapat Jawa seperti Mijil, Sinom, dan seterusnya.
Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, artikel ini berupaya menguji asumsi tersebut dengan membahas dan menyajikan contoh pola nazam yang digunakan K.
H.
Ahmad Rifai dan memadankan dengan bahar yang ada (taqthi).
Kajian ini diharapkan menjadi khazanah yang memperkaya keilmuan sastra Arab, Islam, dan Jawa, khususnya pada bidang nazam.
Hasil kajian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Taqthi’ pada contoh nazam dengan awalan redaksi teks Arab diasumsikan mengikuti/mirip dengan salah satu dari empat wazan yaitu basith, rajaz, sari’, dan munsarih dengan banyak penyimpangan.
2) Meskipun kajian ini menguatkan pernyataan pengikut Rifaiyah bahwa nazam Rifaiyah tidak mengikuti suatu bahar/wazan syair Arab, tetapi asumsi bahwa K.
H.
Ahmad Rifai mendapat pengaruh atau latarbelakang keilmuan sastra Arab lebih besar dibanding pengaruh ilmu tembang Jawa.

Related Results

MENGEKSPLORASI NILAI-NILAI BUDAYA TEMBANG SUNDA CIANJURAN (EXPLORING THE CULTURAL VALUES TEMBANG SUNDA CIANJURAN
MENGEKSPLORASI NILAI-NILAI BUDAYA TEMBANG SUNDA CIANJURAN (EXPLORING THE CULTURAL VALUES TEMBANG SUNDA CIANJURAN
AbstractExploring The Cultural Values Tembang Sunda Cianjuran.. Tembang Sunda Cianjuran is a typicalCianjur song that has the values of life in it. This research includes descripti...
Analisis Ilmu Arudl dan Qawafi dalam Kitab Tanwīr al-Qāri' Karya Muhammad Mundzir Nadzir
Analisis Ilmu Arudl dan Qawafi dalam Kitab Tanwīr al-Qāri' Karya Muhammad Mundzir Nadzir
Ilmu Arudl dan Qawafi merupakan dua ilmu yang ada di bidang sastra Arab yang saat ini kurang diminati oleh kalangan pelajar, karena dianggap terlalu terikat dengan aturan yang baku...
Nilai dalam Tembang Cigawiran di Desa Cigawir Kabupaten Garut
Nilai dalam Tembang Cigawiran di Desa Cigawir Kabupaten Garut
This research aims to deepen the understanding of the values contained in the Cigawiran song in Cigawir Village, Garut Regency. By exploring the meaning of the lyrics, melody and t...
Repetition of the Marriage Contract (Shihhah) in the Rifaiyah’s Tradition
Repetition of the Marriage Contract (Shihhah) in the Rifaiyah’s Tradition
In the tradition of Jama'ah Rifaiyah there is the practice of repeating the marriage contract called Shihhah. This tradition emerged from the understanding of the central figure of...
LIRIK TEMBANG SUNDA CIGAWIRAN (Kajian Historis, Struktural, dan Etnopedagogik)
LIRIK TEMBANG SUNDA CIGAWIRAN (Kajian Historis, Struktural, dan Etnopedagogik)
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perkembangan, struktur, dan nilai étnopédagogik lirik tembang Sunda Cigawiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskri...
Tembang Macapat: Penggerak Kelurahan Tunggulwulung Menuju Kampung Wisata Budaya Kota Malang
Tembang Macapat: Penggerak Kelurahan Tunggulwulung Menuju Kampung Wisata Budaya Kota Malang
Kelurahan Tunggulwulung merupakan salah daerah di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang memiliki potensi daerah berupa kesenian budaya tradisional. Hal ini dapat menjadikan Kelurah...
NAZAM LAM YAHTALIM DALAM PERSPEKTIF HADIS
NAZAM LAM YAHTALIM DALAM PERSPEKTIF HADIS
Nazam merupakan salah satu bagian dari keseniaan yang mengandung nilai-nilai kegamaan baik dalam sastra arab maupun lainnya. Nazam yang sering dibaca oleh orang Aceh terutama di po...
Repetition of the Marriage Contract (Shihhah) in the Rifaiyah’s Tradition
Repetition of the Marriage Contract (Shihhah) in the Rifaiyah’s Tradition
In the tradition of Jama'ah Rifaiyah there is the practice of repeating the marriage contract called Shihhah. This tradition emerged from the understanding of the central figure of...

Back to Top