Javascript must be enabled to continue!
TEMBANG MACAPAT CENGKOK MERDI LAMBANG (MERSUDI LARAS LAGUNING TEMBANG)
View through CrossRef
Macapat adalah salah satu karya sastra dalam bahasa daerah Jawa, Sunda, Bali dan Madura berbentuk puisi yang disusun menurut kaidah-kaidah tertentu, meliputi guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. Ia memiliki kandungan isi yang berbobot. Penyajiannya melalui proses penggarapan yang halus, lembut, cermat dan mantap serta senantiasa memperhatikan unsur etika dan estetika. Tembang macapat sangat populer sekitar abad XVIII dapat dikatakan menduduki puncak tangga dalam kelompok seni kraton. Tembang macapat mengandung dua unsur seni yaitu seni sastra dan seni embe/suara yang difungsikan sebagai media yang sangat komunikatif untuk menyampaikan petuah atau pesan-pesan pembangunan. Akan tetapi saat ini tinggalah catatan historis dunia sastra jawa, karena tembang macapat kini sudah tidak begitu dikenal oleh pewarisnya. Kesemuanya ini bukan disebabkan pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi semata akan tetapi juga disebabkan kurangnya prasarana pengajaran baik berupa buku maupun pengajarnya atau kurang variatif materi tembang yang ada. Berhubungan dengan hal tersebut, sebagai karya sastra yang adiluhung menurut hemat penulis tembangmacapat sangat perlu untuk dilestarikan guna memperkaya khasanah budaya Indonesia. Rencana penciptaan tembang macapat cengkok Merdi Lambang dimaksudkan sebagai wujud tindakan partisipatif dalam upaya pelestarian dan pengembangan.Kata kunci: Tembang Macapat, berkembang, Merdi Lambang.AbstractMacapat is one of the literary works in the languages of Java, Sundanese, Balinese and Madurese in the form of poetry that arranged according to certain rules, including Guru Gatra, Guru Lagu, and Guru Wilangan. It has meaningful content. The presentation of Macapat is through a smooth, gentle, careful and steady cultivation process that always pays attention to ethics and aesthetics elements.Macapat song is very popular around the XVIII century. It said to occupy the top of the hits in the palace of the arts group. Macapat song contains two elements of art that are literary art and ensemble/ sound that is functioned as a very communicative media to convey development advice or messages.However at this time, Macapat remains the historical record in the world of Javanese literature because the song of Macapat now is not very well knew by its heir. All of this matter is not due to the influence of the development of science and technology itself, but it also due to the lack of teaching and supporting facilities both in the form of books and instructors or the lack of variety of existing song material. Inconnection to this, as a valuable literary work, the author has opinion that the song Macapat are very necessary to be preserved, in order to enrich the treasury of Indonesian culture. The plan for the creation of the Macapat tunes for Merdi Lambang are intended to be a form of participatory action for conservationand development efforts.Keywords: Macapat Tunes, Developing, Merdi Lambang.
Institut Seni Indonesia Surakarta
Title: TEMBANG MACAPAT CENGKOK MERDI LAMBANG (MERSUDI LARAS LAGUNING TEMBANG)
Description:
Macapat adalah salah satu karya sastra dalam bahasa daerah Jawa, Sunda, Bali dan Madura berbentuk puisi yang disusun menurut kaidah-kaidah tertentu, meliputi guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.
Ia memiliki kandungan isi yang berbobot.
Penyajiannya melalui proses penggarapan yang halus, lembut, cermat dan mantap serta senantiasa memperhatikan unsur etika dan estetika.
Tembang macapat sangat populer sekitar abad XVIII dapat dikatakan menduduki puncak tangga dalam kelompok seni kraton.
Tembang macapat mengandung dua unsur seni yaitu seni sastra dan seni embe/suara yang difungsikan sebagai media yang sangat komunikatif untuk menyampaikan petuah atau pesan-pesan pembangunan.
Akan tetapi saat ini tinggalah catatan historis dunia sastra jawa, karena tembang macapat kini sudah tidak begitu dikenal oleh pewarisnya.
Kesemuanya ini bukan disebabkan pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi semata akan tetapi juga disebabkan kurangnya prasarana pengajaran baik berupa buku maupun pengajarnya atau kurang variatif materi tembang yang ada.
Berhubungan dengan hal tersebut, sebagai karya sastra yang adiluhung menurut hemat penulis tembangmacapat sangat perlu untuk dilestarikan guna memperkaya khasanah budaya Indonesia.
Rencana penciptaan tembang macapat cengkok Merdi Lambang dimaksudkan sebagai wujud tindakan partisipatif dalam upaya pelestarian dan pengembangan.
Kata kunci: Tembang Macapat, berkembang, Merdi Lambang.
AbstractMacapat is one of the literary works in the languages of Java, Sundanese, Balinese and Madurese in the form of poetry that arranged according to certain rules, including Guru Gatra, Guru Lagu, and Guru Wilangan.
It has meaningful content.
The presentation of Macapat is through a smooth, gentle, careful and steady cultivation process that always pays attention to ethics and aesthetics elements.
Macapat song is very popular around the XVIII century.
It said to occupy the top of the hits in the palace of the arts group.
Macapat song contains two elements of art that are literary art and ensemble/ sound that is functioned as a very communicative media to convey development advice or messages.
However at this time, Macapat remains the historical record in the world of Javanese literature because the song of Macapat now is not very well knew by its heir.
All of this matter is not due to the influence of the development of science and technology itself, but it also due to the lack of teaching and supporting facilities both in the form of books and instructors or the lack of variety of existing song material.
Inconnection to this, as a valuable literary work, the author has opinion that the song Macapat are very necessary to be preserved, in order to enrich the treasury of Indonesian culture.
The plan for the creation of the Macapat tunes for Merdi Lambang are intended to be a form of participatory action for conservationand development efforts.
Keywords: Macapat Tunes, Developing, Merdi Lambang.
Related Results
Tembang Macapat: Penggerak Kelurahan Tunggulwulung Menuju Kampung Wisata Budaya Kota Malang
Tembang Macapat: Penggerak Kelurahan Tunggulwulung Menuju Kampung Wisata Budaya Kota Malang
Kelurahan Tunggulwulung merupakan salah daerah di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang memiliki potensi daerah berupa kesenian budaya tradisional. Hal ini dapat menjadikan Kelurah...
MENGEKSPLORASI NILAI-NILAI BUDAYA TEMBANG SUNDA CIANJURAN (EXPLORING THE CULTURAL VALUES TEMBANG SUNDA CIANJURAN
MENGEKSPLORASI NILAI-NILAI BUDAYA TEMBANG SUNDA CIANJURAN (EXPLORING THE CULTURAL VALUES TEMBANG SUNDA CIANJURAN
AbstractExploring The Cultural Values Tembang Sunda Cianjuran.. Tembang Sunda Cianjuran is a typicalCianjur song that has the values of life in it. This research includes descripti...
The Utilize of Tembang Macapat by Ki Ageng Selo As an Islamic Da’wah Media in Javanese Society of Selo Village, Grobogan, Indonesia
The Utilize of Tembang Macapat by Ki Ageng Selo As an Islamic Da’wah Media in Javanese Society of Selo Village, Grobogan, Indonesia
<p>The teaching of religion in each belief has its own characteristic. Various kinds of media and methods are used to invite someone to follow these religious thought. Islam ...
KOMUNITAS SENI CUKIL OMAH LARAS
KOMUNITAS SENI CUKIL OMAH LARAS
AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) proses berkarya komunitas seni cukil Omah Laras, (2) jenis karya komunitas seni cukil Omah Laras, dan (3) tema ka...
Strategi Tua Tuo Untuk Meningkatkan Ketrampilan Berbicara (Tembang Macapat)
Strategi Tua Tuo Untuk Meningkatkan Ketrampilan Berbicara (Tembang Macapat)
This article was to increase the students speaking skills on the course material (Tembang Macapat) through Tua Tuo Strategy. The research subject was 27 students of PGMI STAINU Tem...
Nilai Pendidikan Islam dalam Kesenian Tembang Macapat
Nilai Pendidikan Islam dalam Kesenian Tembang Macapat
Artikel ini menguraikan nilai pendidikan Islam dalam kesenian tembang Macapat yang diketahui merupakan media dakwah Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Indonesia khususnya di Pul...
Nilai dalam Tembang Cigawiran di Desa Cigawir Kabupaten Garut
Nilai dalam Tembang Cigawiran di Desa Cigawir Kabupaten Garut
This research aims to deepen the understanding of the values contained in the Cigawiran song in Cigawir Village, Garut Regency. By exploring the meaning of the lyrics, melody and t...
Uji Pembandingan Interval Tangga Nada Karawitan Sunda (Laras Degung) Terhadap Interval Tangga Nada Musik Barat
Uji Pembandingan Interval Tangga Nada Karawitan Sunda (Laras Degung) Terhadap Interval Tangga Nada Musik Barat
ABSTRAK
Permasalahan perbedaan laras degung dan susunan nada do-mi-fa-sol-si-do’ pada tangga nada musik Barat sampai saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan seniman dan akad...

