Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PEMIKIRAN NALAR BAYANI, BURHANI, DAN IRFANI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran epistemologi Muhammad Abid al-Jabiri, khususnya mengenai tiga bentuk nalar yaitu nalar Bayani, Burhani, dan Irfani dalam konteks filsafat Islam. Al-Jabiri, seorang filsuf kontemporer asal Maroko dikenal dengan upayanya dalam mengembangkan pemikiran filsafat yang mengintegrasikan rasionalitas, otoritas, dan intuisi. Dalam pemikiran al-Jabiri, ketiga bentuk nalar ini tidak hanya dianggap sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai cara untuk memahami hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan diri sendiri. Nalar Bayani, yang berfokus pada teks otoritatif, digunakan untuk memahami wahyu dan ajaran agama, sedangkan nalar Burhani lebih menekankan pada penggunaan logika dan rasio dalam mencari kebenaran ilmiah yang universal. Di sisi lain, nalar Irfani menggali dimensi pengetahuan yang lebih dalam melalui pengalaman batin dan intuisi mistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks, menggali konsep-konsep yang dikemukakan al-Jabiri dalam karya-karyanya dan menghubungkannya dengan teori epistemologi dalam tradisi filsafat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jabiri memandang ketiga bentuk nalar ini sebagai saling melengkapi, bukan saling bertentangan, untuk mencapai pemahaman yang lebih utuh dan holistik tentang realitas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai epistemologi Islam kontemporer dan relevansinya dalam menghadapi tantangan intelektual dunia modern.
PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Title: ANALISIS PEMIKIRAN NALAR BAYANI, BURHANI, DAN IRFANI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran epistemologi Muhammad Abid al-Jabiri, khususnya mengenai tiga bentuk nalar yaitu nalar Bayani, Burhani, dan Irfani dalam konteks filsafat Islam.
Al-Jabiri, seorang filsuf kontemporer asal Maroko dikenal dengan upayanya dalam mengembangkan pemikiran filsafat yang mengintegrasikan rasionalitas, otoritas, dan intuisi.
Dalam pemikiran al-Jabiri, ketiga bentuk nalar ini tidak hanya dianggap sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai cara untuk memahami hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan diri sendiri.
Nalar Bayani, yang berfokus pada teks otoritatif, digunakan untuk memahami wahyu dan ajaran agama, sedangkan nalar Burhani lebih menekankan pada penggunaan logika dan rasio dalam mencari kebenaran ilmiah yang universal.
Di sisi lain, nalar Irfani menggali dimensi pengetahuan yang lebih dalam melalui pengalaman batin dan intuisi mistik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks, menggali konsep-konsep yang dikemukakan al-Jabiri dalam karya-karyanya dan menghubungkannya dengan teori epistemologi dalam tradisi filsafat Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jabiri memandang ketiga bentuk nalar ini sebagai saling melengkapi, bukan saling bertentangan, untuk mencapai pemahaman yang lebih utuh dan holistik tentang realitas.
Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai epistemologi Islam kontemporer dan relevansinya dalam menghadapi tantangan intelektual dunia modern.
Related Results
KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM KETERJALINAN NALAR BAYANI, BURHANI, IRFANI MUHAMMAD ABID AL JABARI
KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM KETERJALINAN NALAR BAYANI, BURHANI, IRFANI MUHAMMAD ABID AL JABARI
Nalar bayani, irfani, dan burhani merupakan tiga kerangka epistemologis utama dalam tradisi keilmuan Islam yang berperan penting dalam proses pembentukan, pengembangan, dan validas...
Paradigma Triadik al-Ghazali dalam Mengkaji Kesahihan Hadis: Bayani, Burhani, dan 'Irfani
Paradigma Triadik al-Ghazali dalam Mengkaji Kesahihan Hadis: Bayani, Burhani, dan 'Irfani
The issue of hadith authenticity remains a central and enduring concern in Islamic scholarship, rooted in the complex historical transmission of prophetic traditions. The absence o...
Pemikiran Mohammad Abid al Jabiri tentang Dekonstruksi Pemikiran Islam
Pemikiran Mohammad Abid al Jabiri tentang Dekonstruksi Pemikiran Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Mohammad Abid al-Jabiri tentang dekonstruksi pemikiran dalam konteks kritik terhadap nalar Arab-Islam. Al-Jabiri dikenal sebag...
EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
Permasalahan mendasar umat Islam saat ini ketika mereka mendudukkan epistemologi bayani sebagai representasi tunggal dan menolak penalaran yang lebih luas. Karena itulah, Al-Jabiri...
Kritik Nalar Al-Jabiri dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Ekonomi Syariah Modern: Perspektif Trilogi Epistemologi untuk Kemajuan Islam
Kritik Nalar Al-Jabiri dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Ekonomi Syariah Modern: Perspektif Trilogi Epistemologi untuk Kemajuan Islam
Modern Islamic philosopher and commentator Muhammad Abid Al-Jabiri helped advance the study of Quranic interpretation today. His critical thinking of Arabic reason made him famous ...
KRITIK EPISTIMOLOGI NALAR ARAB MUHAMMAD ABED AL-JABIRI
KRITIK EPISTIMOLOGI NALAR ARAB MUHAMMAD ABED AL-JABIRI
Muhammad Abed Al-Jabiri adalah tokoh filsafat epistimologi yang concern terhadap kajian kritik epistimologi nalar Arab. Al-Jabiri menganggap epistimologi nalar Arab sebagai sebag...
HUBUNGAN NALAR BAYANI, NALAR BURHANI, DAN NALAR IRFANI DALAM INTEGRASI INTERKONEKSI KEILMUWAN AMIN ABDULLAH
HUBUNGAN NALAR BAYANI, NALAR BURHANI, DAN NALAR IRFANI DALAM INTEGRASI INTERKONEKSI KEILMUWAN AMIN ABDULLAH
The concept of integration-interconnection is no longer unfamiliar, and it has even become an ideology in Islamic Higher Education Institutions (PTKIN). In this integration, Amin A...
KONSTRUKSI NALAR ARAB DALAM BUKU TAKWIN AL-AQL AL-ARABY KARYA MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
KONSTRUKSI NALAR ARAB DALAM BUKU TAKWIN AL-AQL AL-ARABY KARYA MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
Dalam diskursus epistemologi, terdapat beberapa upaya para sarjana untuk memperlihatkan sistem epistemik nalar masyarakat Arab. Hal tersebut disebabkan adanya permasalahan-permasal...

