Javascript must be enabled to continue!
Peningkatan Peran Intelijen TNI Sebagai Strategi Soft Power Pada Kebijakan Pertahanan Guna Penanganan Terorisme
View through CrossRef
Prioritas Pembangunan di Papua meliputi berbagai bidang yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar memiliki kesamaan dengan daerah lain di Indonesia namun kondisi tersebut masih terhalang adanya ancaman terorisme yang terus mengganggu Pembangunan di Papua. Saat ini masih ditemukan persoalan terkait dukungan fungsi intelijen dalam mengatasi permasalahan di Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan peran intelijen TNI dalam strategi soft power untuk mengatasi terorisme sehingga berpengaruh kepada kebijakan penanganan dari perspektif praktis pertahanan. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas dan fungsi intelijen TNI merupakan bagian dari penempatan fungsi intelijen yang dianggap mampu mendeteksi sebagai upaya pencegahan dijadikan dasar untuk melibatkan satuan intelijen TNI di Papua dengan harapan dapat mengurangi perkembangan ancaman terorisme. Intelijen TNI memainkan peran penting dalam mengumpulkan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi yang diperlukan untuk operasi penanggulangan terorisme di Papua. Keberhasilan strategi soft power belum terdukung penuh karena masih lemahnya dukungan dari pemerintah pusat dan lokal dalam bentuk kebijakan yang memperkuat soft power TNI seperti pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas intelijen.
Universitas Medan Area
Title: Peningkatan Peran Intelijen TNI Sebagai Strategi Soft Power Pada Kebijakan Pertahanan Guna Penanganan Terorisme
Description:
Prioritas Pembangunan di Papua meliputi berbagai bidang yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar memiliki kesamaan dengan daerah lain di Indonesia namun kondisi tersebut masih terhalang adanya ancaman terorisme yang terus mengganggu Pembangunan di Papua.
Saat ini masih ditemukan persoalan terkait dukungan fungsi intelijen dalam mengatasi permasalahan di Papua.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan peran intelijen TNI dalam strategi soft power untuk mengatasi terorisme sehingga berpengaruh kepada kebijakan penanganan dari perspektif praktis pertahanan.
Penelitian kualitatif ini menggunakan metode penelitian kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas dan fungsi intelijen TNI merupakan bagian dari penempatan fungsi intelijen yang dianggap mampu mendeteksi sebagai upaya pencegahan dijadikan dasar untuk melibatkan satuan intelijen TNI di Papua dengan harapan dapat mengurangi perkembangan ancaman terorisme.
Intelijen TNI memainkan peran penting dalam mengumpulkan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi yang diperlukan untuk operasi penanggulangan terorisme di Papua.
Keberhasilan strategi soft power belum terdukung penuh karena masih lemahnya dukungan dari pemerintah pusat dan lokal dalam bentuk kebijakan yang memperkuat soft power TNI seperti pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas intelijen.
Related Results
Increased troponin I blood level and in-hospital outcome across successive COVID-19 waves
Increased troponin I blood level and in-hospital outcome across successive COVID-19 waves
Abstract
Introduction
Troponin I blood level (TnI) is often elevated in patients hospitalized due to COVID-19, and high TnI is a...
ANAK TERORISME DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK
ANAK TERORISME DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK
Terorisme menjadi suatu ancaman besar bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan fakta yang ada, tidak jarang anak-anak dilibatkan dalam tindakan terorisme dengan doktrin yang ditanamkan s...
Implementasi Pelibatan Satuan Intelijen Kewilayahan TNI dalam Pencegahan Aksi Terorisme
Implementasi Pelibatan Satuan Intelijen Kewilayahan TNI dalam Pencegahan Aksi Terorisme
Kajian ini merupakan analisis pelibatan intelijen Kewilayahan TNI dalam pencegahan aksi terorisme di daerah sehingga dapat membentuk ketahanan wilayah yang tangguh dari ancaman aks...
Pemanfaatan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Gender: Partisipasi Wanita TNI dalam Misi Perdamaian Global
Pemanfaatan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Gender: Partisipasi Wanita TNI dalam Misi Perdamaian Global
Partisipasi perempuan dalam misi perdamaian menjadi isu strategis sejak keluarnya Resolusi DK PBB 1325 tentang Women, Peace and Security (Perempuan, Perdamaian dan Keamanan). Indon...
STRATEGI PERCEPATAN PENGUASAAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTAHANAN: STUDI KASUS KOREA SELATAN
STRATEGI PERCEPATAN PENGUASAAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTAHANAN: STUDI KASUS KOREA SELATAN
Abstrak: Permasalahan utama Indonesia dalam penguasaan teknologi dan industri pertahanan terletak pada lemahnya regulasi sistem akusisi pertahanan yang mengakomodir proses penyerap...
TUGAS DAN WEWENANG PEMERINTAH DALAM MELAKSANAKAN PENANGANAN FAKIR MISKIN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN
TUGAS DAN WEWENANG PEMERINTAH DALAM MELAKSANAKAN PENANGANAN FAKIR MISKIN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana tugas pemerintah dalam melaksanakan penanganan fakir miskin dan bagaimana wewenang pemerintah dalam melaksanakan p...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Effective Utilization of Laboratory Information System to Triage Troponin Critical Value Notification to the Emergency Department
Effective Utilization of Laboratory Information System to Triage Troponin Critical Value Notification to the Emergency Department
Abstract
Objectives
The laboratory received a request to report abnormal troponin (ab-TnI) as critical values (CVs) for ED patie...

