Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penguatan literasi sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

View through CrossRef
AbstrakPertumbuhan jumlah UMKM di Kota Parepare mencerminkan peran penting sektor ini dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun demikian, rendahnya tingkat kepemilikan sertifikasi halal masih menjadi tantangan signifikan dalam meningkatkan daya saing produk, terutama di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap aspek kehalalan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat literasi halal sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM, serta memberikan edukasi mengenai prosedur sertifikasi halal. Metode yang diterapkan meliputi survei lapangan, wawancara, edukasi langsung, serta penyebaran media informasi kepada 24 pelaku UMKM yang dipilih dari total 57 tenant pada Youth Fest Collabonation 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden belum memiliki sertifikasi halal. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pengetahuan, anggapan bahwa proses sertifikasi rumit dan membutuhkan biaya tinggi, serta minimnya akses terhadap informasi. Meski demikian, kegiatan edukasi yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, walaupun masih diperlukan pendampingan administratif secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan literasi halal perlu didukung melalui pendekatan yang lebih sistematis dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan pelaku UMKM. Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap sertifikasi halal, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendorong daya saing dan keberlanjutan UMKM di Kota Parepare. Kata kunci: literasi halal; sertifikasi halal; UMKM; edukasi. AbstractThe increase in the number of MSMEs in Parepare City highlights the strategic role of this sector in driving local economic growth. However, the low rate of halal certification ownership poses a major challenge to improving product competitiveness, particularly amid growing consumer awareness of halal standards. This community service initiative aims to identify the level of halal literacy and the challenges faced by MSME operators, while also providing education on halal certification procedures. The methods employed included field surveys, interviews, direct education, and the distribution of informational materials to 24 MSMEs selected from 57 participants at the Youth Fest Collabonation 2024 event. The results indicated that none of the respondents currently held halal certification, with the primary obstacles being a lack of knowledge, the perception that the certification process is complex and expensive, and limited access to information. The educational activities proved to enhance business owners’ understanding and awareness of the importance of halal certification, although continued administrative support remains necessary. Thus, strengthening halal literacy requires a more structured approach through collaboration between the government, relevant institutions, and SME stakeholders. These efforts are expected to improve access to halal certification, strengthen consumer trust, and boost the competitiveness and sustainability of SMEs in Parepare City. Keywords: halal literacy; halal certification; SMES; education.
Title: Penguatan literasi sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Description:
AbstrakPertumbuhan jumlah UMKM di Kota Parepare mencerminkan peran penting sektor ini dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Namun demikian, rendahnya tingkat kepemilikan sertifikasi halal masih menjadi tantangan signifikan dalam meningkatkan daya saing produk, terutama di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap aspek kehalalan.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat literasi halal sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM, serta memberikan edukasi mengenai prosedur sertifikasi halal.
Metode yang diterapkan meliputi survei lapangan, wawancara, edukasi langsung, serta penyebaran media informasi kepada 24 pelaku UMKM yang dipilih dari total 57 tenant pada Youth Fest Collabonation 2024.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden belum memiliki sertifikasi halal.
Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pengetahuan, anggapan bahwa proses sertifikasi rumit dan membutuhkan biaya tinggi, serta minimnya akses terhadap informasi.
Meski demikian, kegiatan edukasi yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, walaupun masih diperlukan pendampingan administratif secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, penguatan literasi halal perlu didukung melalui pendekatan yang lebih sistematis dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan pelaku UMKM.
Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap sertifikasi halal, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendorong daya saing dan keberlanjutan UMKM di Kota Parepare.
 Kata kunci: literasi halal; sertifikasi halal; UMKM; edukasi.
 AbstractThe increase in the number of MSMEs in Parepare City highlights the strategic role of this sector in driving local economic growth.
However, the low rate of halal certification ownership poses a major challenge to improving product competitiveness, particularly amid growing consumer awareness of halal standards.
This community service initiative aims to identify the level of halal literacy and the challenges faced by MSME operators, while also providing education on halal certification procedures.
The methods employed included field surveys, interviews, direct education, and the distribution of informational materials to 24 MSMEs selected from 57 participants at the Youth Fest Collabonation 2024 event.
The results indicated that none of the respondents currently held halal certification, with the primary obstacles being a lack of knowledge, the perception that the certification process is complex and expensive, and limited access to information.
The educational activities proved to enhance business owners’ understanding and awareness of the importance of halal certification, although continued administrative support remains necessary.
Thus, strengthening halal literacy requires a more structured approach through collaboration between the government, relevant institutions, and SME stakeholders.
These efforts are expected to improve access to halal certification, strengthen consumer trust, and boost the competitiveness and sustainability of SMEs in Parepare City.
 Keywords: halal literacy; halal certification; SMES; education.

Related Results

Analisis Dampak Kesadaran Halal dan Label Halal terhadap Niat Beli Mie Instan Korea Pada Remaja di Sumenep Melalui Sikap
Analisis Dampak Kesadaran Halal dan Label Halal terhadap Niat Beli Mie Instan Korea Pada Remaja di Sumenep Melalui Sikap
ABSTRAK Tujuan dilangsungkannya sebuah penelitian ini ialah untuk mengkaji pengaruh kesadaran halal dan label halal terhadap niat beli mie instan Korea pada remaja di Sumenep melal...
Pengaruh Sertifikasi Halal UMKM terhadap Pariwisata Halal di Kawasan Masjid Raya Al Jabbar Kota Bandung
Pengaruh Sertifikasi Halal UMKM terhadap Pariwisata Halal di Kawasan Masjid Raya Al Jabbar Kota Bandung
Abstract. This research aims to analyze the effect of MSME halal certification on halal tourism in the Al Jabar Mosque area in Bandung City, where many MSMEs in the Al Jabbar Grand...
PENDAMPINGAN SELF-DECLARE HALAL PADA UMKM BIDANG MAKANAN DAN MINUMAN DI KOTA MALANG
PENDAMPINGAN SELF-DECLARE HALAL PADA UMKM BIDANG MAKANAN DAN MINUMAN DI KOTA MALANG
Halal sudah menjadi aspek kebutuhan di zaman yang sudah berkembang ini. Indonesia dengan mayoritas pemeluk agama islam membuat pemerintah mewajibkan adanya jaminan status halal pro...
The Role of Halal Center in Increasing Sustainable Economy in the Halal Industry Sector
The Role of Halal Center in Increasing Sustainable Economy in the Halal Industry Sector
The role of the Indonesian Ulama Council (MUI) in halal labeling is still considered ineffective. So, the government enacted Law Number 3 of 2014 concerning Halal Product Guarantee...
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL PRODUK PADA PELAKU USAHA MIKRO
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL PRODUK PADA PELAKU USAHA MIKRO
Adanya kebutuhan muslim terhadap produk yang halal sudah seharusnya diakomodir oleh pemerintah melalui adanya jaminan halal. Jaminan halal produk telah ditetapkan oleh pemerintah b...
SERTIFIKASI HALAL MELALUI SELF DECLARE OLEH UMKM UNTUK MENDUKUNG INDUSTRI WISATA HALAL
SERTIFIKASI HALAL MELALUI SELF DECLARE OLEH UMKM UNTUK MENDUKUNG INDUSTRI WISATA HALAL
Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mulai diberlakukan sejak tahun 2019 setelah disahkan pada tahun 2014. Undang-undang ini adalah salah satu upaya dari ne...
Kesiapan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Terhadap Penerapan Sertifikasi Halal di Kota Samarinda
Kesiapan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Terhadap Penerapan Sertifikasi Halal di Kota Samarinda
Artikel ini membahas tentang kesiapan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerapkan sertifikasi halal di Kota Samarinda. Sistem jaminan produk halal yang berlak...
Peran Ekosistem Halal Dalam Pengembangan Produk Halal
Peran Ekosistem Halal Dalam Pengembangan Produk Halal
Ekosistem halal merupakan sistem terintegrasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, lembaga sertifikasi, pelaku industri, lembaga keuangan syariah, dan...

Back to Top