Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

URGENSI STABILITAS KEAMANAN TERITORIAL DALAM PERSPEKTIF HADIS

View through CrossRef
Posisi Indonesia yang diapit dua benua, yaitu Asia dan Australia, dan diapit dua samudera, yakni Pasifik dan Hindia, membuat Indonesia secara geostrategis menjadi negara yang memiliki peranan penting di kawasan Asia Pasifik. Indonesia adalah negara maritim sekaligus negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki hamparan laut seluas 5,8 juta meter persegi dengan garis pantainya mencapai 95.181 km yang merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Luasnya wilayah laut berdampak pada luasnya wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone) bagi bangsa Indonesia. Namun di sisi lain, luasnya perairan yang dimiliki Indonesia bisa membawa ancaman stabilitas keamanan seperti; pelanggaran wilayah (illegal entry), IUU Fisihing (Illegal Unregulated Unreported Fishing), kejahatan lintas negara (transnational crime) smuggling, human trafficking, dan lainya. Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia pada penjelasan di atas, artikel ini mencoba mengkaji: (1) urgensi penjagaan batas teritorial negara, dan (2) bagaimana hadis Rasulullah memberikan solusi berkaitan dengan urgensi keamanan teritorial negeri kaum muslimin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptis-analitis yang menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data hadis pada penelitian ini adalah aplikasi pencarian hadis berbasis android yang bernama Jamiah al kutub al tis’ah ((جامعة الكتب التسعة dengan menggunakan kata kuci ribath ((رباط untuk pencarian hadis-hadis terkait pengamanan batas teritorial suatu negara kemudian penulis mentakhrij hasil hadis tang diperoleh dan mengaitkannya dengan urgensi stabilitas keamanan teritorial. Hasil analisis menunjukkan terdapat 16 redaksi hadis yang berbeda yang berkaitan dengan urgensi penjagaan kawasan teritorial ((رباط suatu negeri kaum muslimin. Hadis-hadis tersebut terdapat pada berbagai macam kitab seperti: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad. Semua hadis berbentuk khabar, dengan derajat sanad yang berbeda-beda, yakni: shahih, hasan, hasan shaihi, dha’if, dan maudhu’. Matan-matan hadis tersebut menjelaskan berbagai macam imbalan pahala bagi siapa saja dari kaum muslimin yang berkenan untuk menjaga perbatasan negara. Hal ini menunjukkan bahwa penjagaan batas teritorial suatu negeri kaum muslimin adalah perkara yang sangat urgen. Oleh karena itu keamanan teritorial harus mendapatkan perhatian dari kaum muslimin secara umum dan perhatian dari ulil amri secara khusus sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan.   Kata kunci: keamanan teritorial, hadis, ribath  
Title: URGENSI STABILITAS KEAMANAN TERITORIAL DALAM PERSPEKTIF HADIS
Description:
Posisi Indonesia yang diapit dua benua, yaitu Asia dan Australia, dan diapit dua samudera, yakni Pasifik dan Hindia, membuat Indonesia secara geostrategis menjadi negara yang memiliki peranan penting di kawasan Asia Pasifik.
Indonesia adalah negara maritim sekaligus negara kepulauan.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih dari 17.
000 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.
Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki hamparan laut seluas 5,8 juta meter persegi dengan garis pantainya mencapai 95.
181 km yang merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia.
Luasnya wilayah laut berdampak pada luasnya wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone) bagi bangsa Indonesia.
Namun di sisi lain, luasnya perairan yang dimiliki Indonesia bisa membawa ancaman stabilitas keamanan seperti; pelanggaran wilayah (illegal entry), IUU Fisihing (Illegal Unregulated Unreported Fishing), kejahatan lintas negara (transnational crime) smuggling, human trafficking, dan lainya.
Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia pada penjelasan di atas, artikel ini mencoba mengkaji: (1) urgensi penjagaan batas teritorial negara, dan (2) bagaimana hadis Rasulullah memberikan solusi berkaitan dengan urgensi keamanan teritorial negeri kaum muslimin.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptis-analitis yang menggunakan pendekatan kualitatif.
Sumber data hadis pada penelitian ini adalah aplikasi pencarian hadis berbasis android yang bernama Jamiah al kutub al tis’ah ((جامعة الكتب التسعة dengan menggunakan kata kuci ribath ((رباط untuk pencarian hadis-hadis terkait pengamanan batas teritorial suatu negara kemudian penulis mentakhrij hasil hadis tang diperoleh dan mengaitkannya dengan urgensi stabilitas keamanan teritorial.
Hasil analisis menunjukkan terdapat 16 redaksi hadis yang berbeda yang berkaitan dengan urgensi penjagaan kawasan teritorial ((رباط suatu negeri kaum muslimin.
Hadis-hadis tersebut terdapat pada berbagai macam kitab seperti: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad.
Semua hadis berbentuk khabar, dengan derajat sanad yang berbeda-beda, yakni: shahih, hasan, hasan shaihi, dha’if, dan maudhu’.
Matan-matan hadis tersebut menjelaskan berbagai macam imbalan pahala bagi siapa saja dari kaum muslimin yang berkenan untuk menjaga perbatasan negara.
Hal ini menunjukkan bahwa penjagaan batas teritorial suatu negeri kaum muslimin adalah perkara yang sangat urgen.
Oleh karena itu keamanan teritorial harus mendapatkan perhatian dari kaum muslimin secara umum dan perhatian dari ulil amri secara khusus sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan.
  Kata kunci: keamanan teritorial, hadis, ribath  .

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
Penelitian ini bermaksud menjelaskan penelitian hadis menurut standar prosedur ilmiah penelitian hadis yang disebut saintifik hadis. Wacana saintifik hadis dalam konstruksi kesahih...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
Semua hadis rasulullah SAW yang telah sampai pada kita terlebih dahulu diperhatikan dari aspek kualitasnya, Baik yang diterapkan maupun tidak. Dilihat dari kualitasnya hadis bisa d...

Back to Top