Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DISTRIBUSI FORAMINIFERA BENTIK SEBAGAI INDIKATOR KONDISI LINGKUNGAN DI PERAIRAN SEKITAR PULAU BATAM-RIAU KEPULAUAN

View through CrossRef
Hasil analisis foraminifera bentik dari 42 percontoh sedimen dasar laut yang diambil dari Perairan Batam menunjukkan kelimpahan yang sangat tinggi, terdiri dari 123 spesies, yang terbagi menjadi 72 spesies dari Grup Rotaliina, 28 spesies Miliolina, dan 23 spesies Textulariina. Berdasarkan analisis cluster, lokasi penelitian terbagi menjadi 5 cluster, yang masing-masing didominasi oleh Asterorotalia trispinosa, Pseudorotalia annectens, Amphistegina radiata, Quinqueloculina cf. Q. philippinensis, dan Operculina ammonoides. Kelima spesies tersebut merupakan penciri lingkungan laut dangkal, sedimen kasar, dan berasosiasi dengan lingkungan berenergi tinggi dan terumbu karang. Penyebaran foraminifera bentik di lokasi penelitian dipengaruhi oleh pola arus, distribusi sedimen, dan terumbu karang. Ada perbedaan distribusi foraminifera bentik yang cukup signifikan antara wilayah sebelah barat dengan di sebelah utara dan timur penelitian. Ketiga area tersebut memiliki pola arus, tingkat energi dan distribusi sedimen yang cukup berbeda. Wilayah Perairan Batam dinilai masih memiliki kondisi lingkungan yang bagus, dilihat dari kelimpahan foraminifera bentik, serta dari nilai tingginya index diversitas yaitu >3. Kata kunci : foraminifera bentik; analisis cluster; indikator lingkungan; Perairan Batam - Riau Analysis of benthic foraminifera from 42 seafloor sediment samples from Batam Waters, shows very high abundance, consists of 123 species, which are 72 species belong to Rotaliina, 28 species of Miliolina, and 23 species of Textulariina. Based on cluster analysis, the study area is divided into 5 groups, each cluster is dominated by Asterorotalia trispinosa, Pseudorotalia annectens, Amphistegina radiata, Quinqueloculina cf. Q. philippinensis, and Operculina ammonoides. These five species of benthic foraminifera are indicators for shallow marine water environment, with coarse sediment fraction and associated with high energy environment and coral reef. The benthic foraminiferal distribution is influenced by current pattern, sediment distribution, and coral reef. There is a significant difference between benthic foraminiferal distribution in the western part with the northern and the eastern parts. These three parts of the study area have different current pattern, energy, and sediment distribution. Batam Waters is assumed still in good environment, derived from both high abundance of benthic foraminifera and the high value of diversity index (>3). Key words : benthic foraminifera; cluster analysis; environmental indicator; Batam Waters
Title: DISTRIBUSI FORAMINIFERA BENTIK SEBAGAI INDIKATOR KONDISI LINGKUNGAN DI PERAIRAN SEKITAR PULAU BATAM-RIAU KEPULAUAN
Description:
Hasil analisis foraminifera bentik dari 42 percontoh sedimen dasar laut yang diambil dari Perairan Batam menunjukkan kelimpahan yang sangat tinggi, terdiri dari 123 spesies, yang terbagi menjadi 72 spesies dari Grup Rotaliina, 28 spesies Miliolina, dan 23 spesies Textulariina.
Berdasarkan analisis cluster, lokasi penelitian terbagi menjadi 5 cluster, yang masing-masing didominasi oleh Asterorotalia trispinosa, Pseudorotalia annectens, Amphistegina radiata, Quinqueloculina cf.
Q.
philippinensis, dan Operculina ammonoides.
Kelima spesies tersebut merupakan penciri lingkungan laut dangkal, sedimen kasar, dan berasosiasi dengan lingkungan berenergi tinggi dan terumbu karang.
Penyebaran foraminifera bentik di lokasi penelitian dipengaruhi oleh pola arus, distribusi sedimen, dan terumbu karang.
Ada perbedaan distribusi foraminifera bentik yang cukup signifikan antara wilayah sebelah barat dengan di sebelah utara dan timur penelitian.
Ketiga area tersebut memiliki pola arus, tingkat energi dan distribusi sedimen yang cukup berbeda.
Wilayah Perairan Batam dinilai masih memiliki kondisi lingkungan yang bagus, dilihat dari kelimpahan foraminifera bentik, serta dari nilai tingginya index diversitas yaitu >3.
Kata kunci : foraminifera bentik; analisis cluster; indikator lingkungan; Perairan Batam - Riau Analysis of benthic foraminifera from 42 seafloor sediment samples from Batam Waters, shows very high abundance, consists of 123 species, which are 72 species belong to Rotaliina, 28 species of Miliolina, and 23 species of Textulariina.
Based on cluster analysis, the study area is divided into 5 groups, each cluster is dominated by Asterorotalia trispinosa, Pseudorotalia annectens, Amphistegina radiata, Quinqueloculina cf.
Q.
philippinensis, and Operculina ammonoides.
These five species of benthic foraminifera are indicators for shallow marine water environment, with coarse sediment fraction and associated with high energy environment and coral reef.
The benthic foraminiferal distribution is influenced by current pattern, sediment distribution, and coral reef.
There is a significant difference between benthic foraminiferal distribution in the western part with the northern and the eastern parts.
These three parts of the study area have different current pattern, energy, and sediment distribution.
Batam Waters is assumed still in good environment, derived from both high abundance of benthic foraminifera and the high value of diversity index (>3).
Key words : benthic foraminifera; cluster analysis; environmental indicator; Batam Waters.

Related Results

Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Foraminifera merupakan organisme uniseluler yang dapat berperan sebagai indikator lingkungan serta dapat menentukan lingkungan pengendapan. Cara hidup foraminifera dibagi menjadi d...
Pengaruh Modal Sosial Terhadap Perkembangan Pariwisata di Kepulauan Riau
Pengaruh Modal Sosial Terhadap Perkembangan Pariwisata di Kepulauan Riau
Kepulauan Riau merupakan provinsi yang terdiri dari beberapa pulau diantaranya Pulau Batam, Pulau Bintan dan Pulau Karimun. Modal sosial merupakan serangkaian nilai dan norma infor...
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
Foraminifera telah banyak digunakan sebagai indikator kualitas perairan sekitar terumbu karang di Indonesia berdasarkan perbandingan kelompok foraminifera bentonik tertentu. Studi ...
Pendampingan Pembuatan Akun Sinta Dosen Homebase STIT Hidayatullah Batam
Pendampingan Pembuatan Akun Sinta Dosen Homebase STIT Hidayatullah Batam
In this community service and management training activity for the management of the Sinta Lecturer Account at the STIT. Hidayatullah Batam Kepulauan Riau College of Science, this ...
STRATEGI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI KOTA BATAM
STRATEGI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI KOTA BATAM
Batam telah menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Sejak dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), Pulau Batam telah be...
FORAMINIFERA DI PERAIRAN SEKITAR BAKAUHENI, LAMPUNG (SELAT SUNDA BAGIAN UTARA)
FORAMINIFERA DI PERAIRAN SEKITAR BAKAUHENI, LAMPUNG (SELAT SUNDA BAGIAN UTARA)
Penelitian foraminifera bentik dari 15 percontoh sedimen dasar laut di bagian utara Selat Sunda, Perairan Bakauheni, Lampung telah dilakukan secara kuantitatif. Keterdapatan forami...
DISTRIBUSI FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA DARI GLASIAL AKHIR SAMPAI RESEN
DISTRIBUSI FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA DARI GLASIAL AKHIR SAMPAI RESEN
Mikrofauna foraminifera telah banyak digunakan sebagai proksi dalam penelitian paleoseanografi dan perubahan iklim purba. Kelimpahan dan komposisi kimia cangkang foraminifera merek...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

Back to Top