Javascript must be enabled to continue!
DISTRIBUSI FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA DARI GLASIAL AKHIR SAMPAI RESEN
View through CrossRef
Mikrofauna foraminifera telah banyak digunakan sebagai proksi dalam penelitian paleoseanografi dan perubahan iklim purba. Kelimpahan dan komposisi kimia cangkang foraminifera merekam berbagai informasi yang dapat diinterpretasi berkaitan dengan perubahan lingkungan berdasarkan parameter-parameter paleoseanografi. Paleoseanografi Laut Halmahera sangat penting untuk dikaji karena berpengaruh terhadap dinamika iklim Indonesia dan iklim global. Perubahan-perubahan parameter oseanografi tersebut mempengaruhi sirkulasi arus global dan interaksi antara air-udara yang berperan terhadap penyebaran uap air ke lintang tinggi. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mempelajari distribusi foraminifera untuk rekonstruksi perubahan paleoseanografi di Laut Halmahera dan sekitarnya. Data foraminifera ini didukung dengan pemodelan umur dan rekonstruksi isotop stratigrafi berdasarkan analisis d18O G. ruber dan C14 radiokarbon dating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan foraminifera di Laut Halmahera sangat dipengaruhi oleh iklim global. Kelimpahan foraminifera terutama didominasi oleh G. ruber, G. bulloides, P. obliqueloculata, N. dutertrei, dan G. menardii dari jenis planktonic. Sedangkan jenis bentik didominasi oleh Bulimina spp., Bolivinita quadrilatera, Bolivina spp., dan Uvigerina spp. Biozonasi foraminifera menunjukkan korelasi yang sangat baik dengan data ?18O dan mencerminkan perubahan – perubahan iklim di masa lalu yang terjadi sejak 50.000 tahun yang lalu antara lain glasial akhir yang berlangsung sejak zona 1 - 4b, LGM (subzone 4b), deglasiasi (subzona 4c), kondisi seperti YD dari bumi bagian utara atau ACR dari bumi bagian selatan pada awal zona 5, interglasial (pertengahan zona 5), dan Mid Holosen Maksimum pada pertengahan subzona 5a. Kata kunci: Distribusi foraminifera, paleoseanografi, isotop oksigen, perubahan iklim global, Laut Halmahera. Microfauna foraminifera has been widely used as a potential proxy for paleoceanography and paleoclimatological changes. Its assemblages and its test geochemical composition preserve important data that could interprete various oceanographic parameters related to the paleoenvironmental changes. The paleoceanography dynamic of Halmahera sea is very important to be studied due to its great impact to Indonesian and global climate. The changes of its oceanographic parameters influence the thermohaline circulation and the air-sea interaction that contribute to the water favour distribution to the high latitudes. Therefore this research purpose is to analyze the foraminiferal distribution in order to reconstruct the paleoceanography changes of Halmahera sea and surrounded. This foraminiferal study is supported by the age model reconstruction and isotope stratigraphy analysis based on d18O G. ruber and 14C dating. The result suggests that foraminiferal assemblage was influenced by global climate changes. Planktonic foraminifera is dominated by G. ruber, G. bulloides, P. obliqueloculata, N. dutertrei, and G. menardii. Benthic foraminifera is dominated by Bulimina spp., Bolivinita quadrilatera, Bolivina spp., and Uvigerina spp. Foraminiferal biozonation indicates coherent correlation with ?18O record, and reflects global paleoclimatic changes that occurred since the 50 ka BP. Those paleoclimatic changes are last glacial (zone 1 - subzone 4b), LGM (zone 4b), deglaciation that was started from subzone 4c, condition of YD like of Northern Hemisphere climate or ACR like of the Southern Hemisphere climate (the beginning of zone 5), interglacial (middle of zone 5), and Mid Holocene Maximum at the middle of subzone 5a.Keywords: Foraminiferal distribution, paleoceanograhy, oxygen isotope, global climate changes, Halmahera sea,
Marine Geological Institute
Title: DISTRIBUSI FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA DARI GLASIAL AKHIR SAMPAI RESEN
Description:
Mikrofauna foraminifera telah banyak digunakan sebagai proksi dalam penelitian paleoseanografi dan perubahan iklim purba.
Kelimpahan dan komposisi kimia cangkang foraminifera merekam berbagai informasi yang dapat diinterpretasi berkaitan dengan perubahan lingkungan berdasarkan parameter-parameter paleoseanografi.
Paleoseanografi Laut Halmahera sangat penting untuk dikaji karena berpengaruh terhadap dinamika iklim Indonesia dan iklim global.
Perubahan-perubahan parameter oseanografi tersebut mempengaruhi sirkulasi arus global dan interaksi antara air-udara yang berperan terhadap penyebaran uap air ke lintang tinggi.
Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mempelajari distribusi foraminifera untuk rekonstruksi perubahan paleoseanografi di Laut Halmahera dan sekitarnya.
Data foraminifera ini didukung dengan pemodelan umur dan rekonstruksi isotop stratigrafi berdasarkan analisis d18O G.
ruber dan C14 radiokarbon dating.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan foraminifera di Laut Halmahera sangat dipengaruhi oleh iklim global.
Kelimpahan foraminifera terutama didominasi oleh G.
ruber, G.
bulloides, P.
obliqueloculata, N.
dutertrei, dan G.
menardii dari jenis planktonic.
Sedangkan jenis bentik didominasi oleh Bulimina spp.
, Bolivinita quadrilatera, Bolivina spp.
, dan Uvigerina spp.
Biozonasi foraminifera menunjukkan korelasi yang sangat baik dengan data ?18O dan mencerminkan perubahan – perubahan iklim di masa lalu yang terjadi sejak 50.
000 tahun yang lalu antara lain glasial akhir yang berlangsung sejak zona 1 - 4b, LGM (subzone 4b), deglasiasi (subzona 4c), kondisi seperti YD dari bumi bagian utara atau ACR dari bumi bagian selatan pada awal zona 5, interglasial (pertengahan zona 5), dan Mid Holosen Maksimum pada pertengahan subzona 5a.
Kata kunci: Distribusi foraminifera, paleoseanografi, isotop oksigen, perubahan iklim global, Laut Halmahera.
Microfauna foraminifera has been widely used as a potential proxy for paleoceanography and paleoclimatological changes.
Its assemblages and its test geochemical composition preserve important data that could interprete various oceanographic parameters related to the paleoenvironmental changes.
The paleoceanography dynamic of Halmahera sea is very important to be studied due to its great impact to Indonesian and global climate.
The changes of its oceanographic parameters influence the thermohaline circulation and the air-sea interaction that contribute to the water favour distribution to the high latitudes.
Therefore this research purpose is to analyze the foraminiferal distribution in order to reconstruct the paleoceanography changes of Halmahera sea and surrounded.
This foraminiferal study is supported by the age model reconstruction and isotope stratigraphy analysis based on d18O G.
ruber and 14C dating.
The result suggests that foraminiferal assemblage was influenced by global climate changes.
Planktonic foraminifera is dominated by G.
ruber, G.
bulloides, P.
obliqueloculata, N.
dutertrei, and G.
menardii.
Benthic foraminifera is dominated by Bulimina spp.
, Bolivinita quadrilatera, Bolivina spp.
, and Uvigerina spp.
Foraminiferal biozonation indicates coherent correlation with ?18O record, and reflects global paleoclimatic changes that occurred since the 50 ka BP.
Those paleoclimatic changes are last glacial (zone 1 - subzone 4b), LGM (zone 4b), deglaciation that was started from subzone 4c, condition of YD like of Northern Hemisphere climate or ACR like of the Southern Hemisphere climate (the beginning of zone 5), interglacial (middle of zone 5), and Mid Holocene Maximum at the middle of subzone 5a.
Keywords: Foraminiferal distribution, paleoceanograhy, oxygen isotope, global climate changes, Halmahera sea,.
Related Results
KETERKAITAN PERUBAHAN IKLIM PADA GLASIAL AKHIR - HOLOSEN TERHADAP TINGKAT KEANEKARAGAMAN FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA
KETERKAITAN PERUBAHAN IKLIM PADA GLASIAL AKHIR - HOLOSEN TERHADAP TINGKAT KEANEKARAGAMAN FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA
Laut Halmahera terletak pada Western Pacific Warm Pool (WPWP), yaitu pusat konveksi panas di Samudera Pasifik Barat tropis. Laut ini merupakan salah satu jalur masuk Arlindo yang m...
Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Foraminifera merupakan organisme uniseluler yang dapat berperan sebagai indikator lingkungan serta dapat menentukan lingkungan pengendapan. Cara hidup foraminifera dibagi menjadi d...
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...
DISTRIBUSI FORAMINIFERA BENTIK SEBAGAI INDIKATOR KONDISI LINGKUNGAN DI PERAIRAN SEKITAR PULAU BATAM-RIAU KEPULAUAN
DISTRIBUSI FORAMINIFERA BENTIK SEBAGAI INDIKATOR KONDISI LINGKUNGAN DI PERAIRAN SEKITAR PULAU BATAM-RIAU KEPULAUAN
Hasil analisis foraminifera bentik dari 42 percontoh sedimen dasar laut yang diambil dari Perairan Batam menunjukkan kelimpahan yang sangat tinggi, terdiri dari 123 spesies, yang t...
Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Desa Tanailandu merupakan merupakan desa yang berada di Kabupaten Buton Tengah penghasil rumput laut. Rumput laut dikembangkan dengan memanfaatkan sepanjang Pantai desa oleh kelomp...
Hubungan Antara Fenologi Tanaman dengan Hasil dan Mutu Rajangan Kering Tembakau Temanggung
Hubungan Antara Fenologi Tanaman dengan Hasil dan Mutu Rajangan Kering Tembakau Temanggung
<p>Hasil dan mutu tembakau temanggung merupakan hasil interaksi antara pengaruh genetik tanaman dan kondisi lingkungan tumbuh. Pada tembakau virginia, fenologi tanaman merupa...
The Kapitean Stage (Upper Miocene) of New Zealand
The Kapitean Stage (Upper Miocene) of New Zealand
<p>The ten chapters in this thesis are presented in the form of nine independent papers and a note. A separate abstract is given below for each chapter. I. The type section o...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract
This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...

