Javascript must be enabled to continue!
KETERKAITAN PERUBAHAN IKLIM PADA GLASIAL AKHIR - HOLOSEN TERHADAP TINGKAT KEANEKARAGAMAN FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA
View through CrossRef
Laut Halmahera terletak pada Western Pacific Warm Pool (WPWP), yaitu pusat konveksi panas di Samudera Pasifik Barat tropis. Laut ini merupakan salah satu jalur masuk Arlindo yang menghubungkan massa air Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia. Sehingga area ini penting untuk rekonstruksi paleoklimat. Peristiwa perubahan glasial akhir-interglasial (Holosen) merupakan peristiwa di masa lalu yang sangat mempengaruhi kondisi Laut Halmahera. Salah satu proksi yang dapat digunakan untuk mencatat perubahan iklim di masa lalu adalah sisa-sisa makhluk hidup, termasuk foraminifera. Perubahan yang terjadi pada foraminifera dapat diamati dari tingkat keanekaragaman, kemelimpahan, dominansi, dan keseragaman. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel sedimen bor MD10-3339, yang diambil di Laut Halmahera (00o26,67’LS dan 128o50,33’BT) pada kedalaman 1.919 m, dalam survei MONOCIR 2 tahun 2010. Sampel yang digunakan pada rentang 20 cm hingga 1.930 cm dengan interval 60 cm pada tiap sampel, yang dianggap mewakili waktu terjadinya glasial-interglasial. 30 sampel kemudian diamati dan dilakukan analisis secara kuantitatif. Teridentifikasi 52 spesies yang terdiri dari 32 spesies foraminifera bentonik dan 21 spesies foraminifera planktonik. Nilai indeks keanekaragaman, nilai indeks keseragaman, dan indeks dominansi menunjukkan nilai yang fluktuatif sejak glasial-interglasial, dengan nilai rata-rata 1,66; 0,35; dan 0,3. Walaupun tidak menunjukkan pola glasial-interglasial, namun pada sekitar umur 12.519 BP, nilai indeks keanekaragaman dan nilai keseragaman menunjukkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai yang lain yaitu 1,102 dan 0,26. Sebaliknya, indeks dominansi mencapai nilai tertinggi yaitu 0,55. Selain itu, persentase P. obliqueloculata pada umur ini menjadi sangat dominan yaitu 73,05%. Hal tersebut kemungkinan berkaitan dengan peristiwa Younger Dryas.
Marine Geological Institute
Title: KETERKAITAN PERUBAHAN IKLIM PADA GLASIAL AKHIR - HOLOSEN TERHADAP TINGKAT KEANEKARAGAMAN FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA
Description:
Laut Halmahera terletak pada Western Pacific Warm Pool (WPWP), yaitu pusat konveksi panas di Samudera Pasifik Barat tropis.
Laut ini merupakan salah satu jalur masuk Arlindo yang menghubungkan massa air Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia.
Sehingga area ini penting untuk rekonstruksi paleoklimat.
Peristiwa perubahan glasial akhir-interglasial (Holosen) merupakan peristiwa di masa lalu yang sangat mempengaruhi kondisi Laut Halmahera.
Salah satu proksi yang dapat digunakan untuk mencatat perubahan iklim di masa lalu adalah sisa-sisa makhluk hidup, termasuk foraminifera.
Perubahan yang terjadi pada foraminifera dapat diamati dari tingkat keanekaragaman, kemelimpahan, dominansi, dan keseragaman.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel sedimen bor MD10-3339, yang diambil di Laut Halmahera (00o26,67’LS dan 128o50,33’BT) pada kedalaman 1.
919 m, dalam survei MONOCIR 2 tahun 2010.
Sampel yang digunakan pada rentang 20 cm hingga 1.
930 cm dengan interval 60 cm pada tiap sampel, yang dianggap mewakili waktu terjadinya glasial-interglasial.
30 sampel kemudian diamati dan dilakukan analisis secara kuantitatif.
Teridentifikasi 52 spesies yang terdiri dari 32 spesies foraminifera bentonik dan 21 spesies foraminifera planktonik.
Nilai indeks keanekaragaman, nilai indeks keseragaman, dan indeks dominansi menunjukkan nilai yang fluktuatif sejak glasial-interglasial, dengan nilai rata-rata 1,66; 0,35; dan 0,3.
Walaupun tidak menunjukkan pola glasial-interglasial, namun pada sekitar umur 12.
519 BP, nilai indeks keanekaragaman dan nilai keseragaman menunjukkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai yang lain yaitu 1,102 dan 0,26.
Sebaliknya, indeks dominansi mencapai nilai tertinggi yaitu 0,55.
Selain itu, persentase P.
obliqueloculata pada umur ini menjadi sangat dominan yaitu 73,05%.
Hal tersebut kemungkinan berkaitan dengan peristiwa Younger Dryas.
Related Results
DISTRIBUSI FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA DARI GLASIAL AKHIR SAMPAI RESEN
DISTRIBUSI FORAMINIFERA DI LAUT HALMAHERA DARI GLASIAL AKHIR SAMPAI RESEN
Mikrofauna foraminifera telah banyak digunakan sebagai proksi dalam penelitian paleoseanografi dan perubahan iklim purba. Kelimpahan dan komposisi kimia cangkang foraminifera merek...
Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Foraminifera merupakan organisme uniseluler yang dapat berperan sebagai indikator lingkungan serta dapat menentukan lingkungan pengendapan. Cara hidup foraminifera dibagi menjadi d...
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract
This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
Pembentukan Undang-Undang Perubahan Iklim: Langkah Responsif Menuju Keadilan Iklim
Pembentukan Undang-Undang Perubahan Iklim: Langkah Responsif Menuju Keadilan Iklim
Berdasarkan data dari Global Carbon Budget, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara penghasil emisi karbon dari sektor alih fungsi lahan pada tahun 2023. Kondisi ini jel...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Diseminasi Informasi Perubahan Iklim Berbasis QR Code di Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah
Diseminasi Informasi Perubahan Iklim Berbasis QR Code di Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah
Fokus kegiatan melaksanakan 'Diseminasi Informasi Perubahan Iklim Berbasis Quick Response Code di Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah'. Ini upaya mendorong terbentuknya sektor par...

