Javascript must be enabled to continue!
Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
View through CrossRef
Foraminifera merupakan organisme uniseluler yang dapat berperan sebagai indikator lingkungan serta dapat menentukan lingkungan pengendapan. Cara hidup foraminifera dibagi menjadi dua yaitu foraminifera planktonik (melayang) dan foraminifera bentonik (menambat). Peran foraminifera sebagai organisme indikator ideal karena memiliki siklus hidup relatif singkat sehingga memfasilitasi peristiwa rekaman episodik (Haunold et al., 1997). Saat ini foraminifera banyak hidup di perairan laut dangkal dan laut dalam seperti di Delta Wulan, Demak. Litologi penyusun Delta Wulan ini masih berupa endapan sedimen yang dapat diketahui bahwa delta ini berumur Kuarter. Sehingga, persentase P/b Rasio dapat digunakan untuk menganalisis lingkungan pengendapan (Grimsdale dan Morkhoven, 1955). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi foraminifera dan P/b rasio sebagai indikator lingkungan pengendapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari dan Maret 2019 di perairan Delta Wulan, Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menetapkan 12 titik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 genus foraminifera yang dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu Globothalamea, Fusulinata, Tubothalamea dan Nodosariata. Nilai kelimpahan untuk foraminifera planktonik berkisar 57-8000 ind/m2sedangkan foraminifera bentonik berkisar 29-314 ind/m2. Nilai P/b Rasio berkisar antara 86 – 93% dengan kategori batimertri batial atas.Foraminifera is an unicellular organism that can act as an environmental indicator and can determine the depositional environment. The way of life of foraminifera is divided into two namely planktonic foraminifera (floating) and bentonic foraminifera (tethering). The role of foraminifera as an ideal indicator organism because it has a relatively short life cycle thus facilitating episodic recording events (Haunold et al., 1997). At present many foraminifera live in shallow and deep sea waters such as the Wulan Delta, Demak. This Wulan Delta lithology is still in the form of sediment deposits which can be seen that this delta is Quaternary age. Thus, the percentage P/b ratio can be used to analyze the depositional environment (Grimsdale and Morkhoven, 1955). The purpose of this research is to determine the composition of foraminifera and P/b ratio as indicators of depositional environment. This research was conducted in January and March 2019 in the waters of Delta Wulan, Demak. The method used in this research is explorative survey method. Sample was collected by using purposive sampling and deciding 12 research sites. Based on the results of the study found 24 genus foraminifera which are grouped into 4 classes, namely Globothalamea, Fusulinata, Tubothalamea and Nodosariata. The abundance value for planktonic foraminifera ranges from 57-8000 ind/m2 while the bentonic foraminifera ranges from 29-314 ind/m2. The value of P/b Ratio range from 86 - 93% with the upper batial bathymetry category.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Description:
Foraminifera merupakan organisme uniseluler yang dapat berperan sebagai indikator lingkungan serta dapat menentukan lingkungan pengendapan.
Cara hidup foraminifera dibagi menjadi dua yaitu foraminifera planktonik (melayang) dan foraminifera bentonik (menambat).
Peran foraminifera sebagai organisme indikator ideal karena memiliki siklus hidup relatif singkat sehingga memfasilitasi peristiwa rekaman episodik (Haunold et al.
, 1997).
Saat ini foraminifera banyak hidup di perairan laut dangkal dan laut dalam seperti di Delta Wulan, Demak.
Litologi penyusun Delta Wulan ini masih berupa endapan sedimen yang dapat diketahui bahwa delta ini berumur Kuarter.
Sehingga, persentase P/b Rasio dapat digunakan untuk menganalisis lingkungan pengendapan (Grimsdale dan Morkhoven, 1955).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi foraminifera dan P/b rasio sebagai indikator lingkungan pengendapan.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari dan Maret 2019 di perairan Delta Wulan, Demak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei eksploratif.
Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menetapkan 12 titik penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 genus foraminifera yang dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu Globothalamea, Fusulinata, Tubothalamea dan Nodosariata.
Nilai kelimpahan untuk foraminifera planktonik berkisar 57-8000 ind/m2sedangkan foraminifera bentonik berkisar 29-314 ind/m2.
Nilai P/b Rasio berkisar antara 86 – 93% dengan kategori batimertri batial atas.
Foraminifera is an unicellular organism that can act as an environmental indicator and can determine the depositional environment.
The way of life of foraminifera is divided into two namely planktonic foraminifera (floating) and bentonic foraminifera (tethering).
The role of foraminifera as an ideal indicator organism because it has a relatively short life cycle thus facilitating episodic recording events (Haunold et al.
, 1997).
At present many foraminifera live in shallow and deep sea waters such as the Wulan Delta, Demak.
This Wulan Delta lithology is still in the form of sediment deposits which can be seen that this delta is Quaternary age.
Thus, the percentage P/b ratio can be used to analyze the depositional environment (Grimsdale and Morkhoven, 1955).
The purpose of this research is to determine the composition of foraminifera and P/b ratio as indicators of depositional environment.
This research was conducted in January and March 2019 in the waters of Delta Wulan, Demak.
The method used in this research is explorative survey method.
Sample was collected by using purposive sampling and deciding 12 research sites.
Based on the results of the study found 24 genus foraminifera which are grouped into 4 classes, namely Globothalamea, Fusulinata, Tubothalamea and Nodosariata.
The abundance value for planktonic foraminifera ranges from 57-8000 ind/m2 while the bentonic foraminifera ranges from 29-314 ind/m2.
The value of P/b Ratio range from 86 - 93% with the upper batial bathymetry category.
Related Results
PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN DAN PEMERINTAH KOTA DI JAWA TIMUR
PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN DAN PEMERINTAH KOTA DI JAWA TIMUR
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota di Jawa Timur tahun 2018 berdasarkan Rasio Keuangan serta menganalisis apakah ...
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN TAHUN
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN TAHUN
Abstrak
Mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah hal yang penting yang perlu dilakukan manajemen perusahaan. Buat melaksanakan penilaian fundamental terhadap performa peru...
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
Foraminifera telah banyak digunakan sebagai indikator kualitas perairan sekitar terumbu karang di Indonesia berdasarkan perbandingan kelompok foraminifera bentonik tertentu. Studi ...
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA AGENSI HIBURAN KOREAN POP HYBE CORPORATION
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA AGENSI HIBURAN KOREAN POP HYBE CORPORATION
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan HYBE Corporation ditinjau dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas. Jenis ...
Analisis Rasio Keuangan Koperasi Karyawan Usaha Nusantara Bersatu
Analisis Rasio Keuangan Koperasi Karyawan Usaha Nusantara Bersatu
Analisis Rasio Keuangan Koperasi Karyawan Usaha Nusantara Bersatu.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan Koperasi Karyawan Usaha Nusantara Bersatu melalui ra...
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PROFIT GROWTH PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR 5
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PROFIT GROWTH PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR 5
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dalam memprediksi profit growth secara empiris, yang berfokus pada perusahaan manufaktur di Sektor 5 ...
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUM BULOG
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUM BULOG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada Perusahaan yang dinilai dengan analisis rasio keuangan pada perusahaan Perum BULOG. dari tahun 2019 hingga tahun 202...
HOW DOES THE AGRICULTURAL SECTOR AFFECT THE ECONOMIC GROWTH OF DEMAK REGENCY?
HOW DOES THE AGRICULTURAL SECTOR AFFECT THE ECONOMIC GROWTH OF DEMAK REGENCY?
This research is motivated by the phenomenon that the area of agricultural land in Demak Regency has changed the function of the land, from paddy fields to non-rice fields in the...

