Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FORAMINIFERA DI PERAIRAN SEKITAR BAKAUHENI, LAMPUNG (SELAT SUNDA BAGIAN UTARA)

View through CrossRef
Penelitian foraminifera bentik dari 15 percontoh sedimen dasar laut di bagian utara Selat Sunda, Perairan Bakauheni, Lampung telah dilakukan secara kuantitatif. Keterdapatan foraminifera bentik di daerah penelitian sangat melimpah dan bervariasi yaitu terdiri dari 142 spesies (65 genera) yang diidentifikasi dari 7.799 spesimen. Berdasarkan penelitian ini diperoleh bahwa kelimpahan dan komposisi spesies foraminifera di bagian timur (sekitar Bakauheni) cenderung lebih tinggi (rata-rata 6,24%) dibandingkan dengan bagian barat (rata-rata 4,7%) daerah penelitian. Hal ini kemungkinan dapat dikaitkan dengan arah pergerakan arus dasar laut yang bekerja di daerah penelitian. Keanekaragaman foraminifera bentik tertinggi terdapat pada titik lokasi BHL-36 yang terletak di bagian barat daerah penelitian dan terdiri dari 104 spesies. Kelimpahan tertinggi (10,07%) terdapat pada titik lokasi BHL-25 yang terletak tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni dan didominasi oleh spesies tertentu yang dapat bertahan hidup. Subordo Rotaliina merupakan kelompok utama di daerah penelitian yang dicirikan oleh genera Asterorotalia, Operculina, dan Elphidium. Benthic foraminifera from fifteen surface sediment samples in the northern part of Sunda Strait, Bakauheni Waters, Lampung have been analysed quantitatively. The occurrences of benthic foraminifera in the study area are very abundance and varied, it comprises of 142 species (65 genera), which is identified from 7,799 specimens. Based on this research, it is resulted that the abundance and diversity of foraminifera in the east (around Bakauheni) are higher (average of 6.24%) than in the west (average of 4,7%) of the study area. It may relate to bottom current pattern that work in the study area. The highest diversity of benthic foraminifera occurs at site BHL-36, which lies in west part of the study area and it comprises of 104 species. The highest number of individu (10.07%) occurs at the site of BHL-25, which is close to Bakauheni Harbour and it is dominated by certain survived species. Subordo Rotaliina is the main group found in the study area that is characterized by genera of Asterorotalia, Operculina, and Elphidium.
Title: FORAMINIFERA DI PERAIRAN SEKITAR BAKAUHENI, LAMPUNG (SELAT SUNDA BAGIAN UTARA)
Description:
Penelitian foraminifera bentik dari 15 percontoh sedimen dasar laut di bagian utara Selat Sunda, Perairan Bakauheni, Lampung telah dilakukan secara kuantitatif.
Keterdapatan foraminifera bentik di daerah penelitian sangat melimpah dan bervariasi yaitu terdiri dari 142 spesies (65 genera) yang diidentifikasi dari 7.
799 spesimen.
Berdasarkan penelitian ini diperoleh bahwa kelimpahan dan komposisi spesies foraminifera di bagian timur (sekitar Bakauheni) cenderung lebih tinggi (rata-rata 6,24%) dibandingkan dengan bagian barat (rata-rata 4,7%) daerah penelitian.
Hal ini kemungkinan dapat dikaitkan dengan arah pergerakan arus dasar laut yang bekerja di daerah penelitian.
Keanekaragaman foraminifera bentik tertinggi terdapat pada titik lokasi BHL-36 yang terletak di bagian barat daerah penelitian dan terdiri dari 104 spesies.
Kelimpahan tertinggi (10,07%) terdapat pada titik lokasi BHL-25 yang terletak tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni dan didominasi oleh spesies tertentu yang dapat bertahan hidup.
Subordo Rotaliina merupakan kelompok utama di daerah penelitian yang dicirikan oleh genera Asterorotalia, Operculina, dan Elphidium.
Benthic foraminifera from fifteen surface sediment samples in the northern part of Sunda Strait, Bakauheni Waters, Lampung have been analysed quantitatively.
The occurrences of benthic foraminifera in the study area are very abundance and varied, it comprises of 142 species (65 genera), which is identified from 7,799 specimens.
Based on this research, it is resulted that the abundance and diversity of foraminifera in the east (around Bakauheni) are higher (average of 6.
24%) than in the west (average of 4,7%) of the study area.
It may relate to bottom current pattern that work in the study area.
The highest diversity of benthic foraminifera occurs at site BHL-36, which lies in west part of the study area and it comprises of 104 species.
The highest number of individu (10.
07%) occurs at the site of BHL-25, which is close to Bakauheni Harbour and it is dominated by certain survived species.
Subordo Rotaliina is the main group found in the study area that is characterized by genera of Asterorotalia, Operculina, and Elphidium.

Related Results

Model Traffic Separation Scheme (TSS) Di Alur Laut Kepulauan Indonesia (AlKI) I Di Selat Sunda Dalam Mewujudkan Ketahanan Wilayah
Model Traffic Separation Scheme (TSS) Di Alur Laut Kepulauan Indonesia (AlKI) I Di Selat Sunda Dalam Mewujudkan Ketahanan Wilayah
ABSTRACT Maritime traffic increase consequently would make the intensity of the ASL surveillance respectively. Indonesia owned several vital and important straits for maritime traf...
Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Foraminifera merupakan organisme uniseluler yang dapat berperan sebagai indikator lingkungan serta dapat menentukan lingkungan pengendapan. Cara hidup foraminifera dibagi menjadi d...
Kajian Evaluasi Lintas Penyeberangan Merak–Bakauheni
Kajian Evaluasi Lintas Penyeberangan Merak–Bakauheni
AbstrakKajian evaluasi lintas penyeberangan Merak–Bakauheni bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pengoperasian kapal penyeberangan pada lintas Merak–Bakauheni. Kajian ini menggun...
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
Foraminifera telah banyak digunakan sebagai indikator kualitas perairan sekitar terumbu karang di Indonesia berdasarkan perbandingan kelompok foraminifera bentonik tertentu. Studi ...
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
<p>Lampung merupakan provinsi yang terletak di ujung timur pulau Sumatera. Lampung juga dilalui oleh jalur lintas Sumatera yang memiliki efek langsung terhadap perekonomian m...
REKONSTRUKSI “ISLAM TEH SUNDA, SUNDA TEH ISLAM”
REKONSTRUKSI “ISLAM TEH SUNDA, SUNDA TEH ISLAM”
This paper describes the background of the “Islam teh Sunda dan Sunda teh Islam” means that “Islam is the same as the Sunda and Sunda that is Islam”, the term, was introduced by Ha...
Penggunaan Bahasa Sunda di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Konservasi Budaya
Penggunaan Bahasa Sunda di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Konservasi Budaya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi keterancaman punahnya bahasa Sunda di lingkungan keluarga Sunda. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan dominansi penggunaan baha...

Back to Top